Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Lifestyle

Kapan Idul Fitri 2026? Berpotensi Berbeda, Muhammadiyah 20 Maret, Pemerintah dan NU Diprediksi 21 Maret

Minggu, 15 Maret 2026 00:43
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
lebaran idul fitri


LUMINASIA.ID, MAKASSAR — Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah pada 2026 berpotensi dirayakan pada dua tanggal berbeda di Indonesia. Perbedaan ini muncul karena metode penentuan awal bulan Hijriah yang digunakan sejumlah organisasi keagamaan tidak sama.

Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat (20/3/2026).

Penetapan tersebut tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 02/MLM/I.0/E/2025 tentang hasil hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah.

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia memprediksi Idul Fitri 2026 kemungkinan jatuh pada Sabtu (21/3/2026). Namun, kepastian tanggal Lebaran masih menunggu hasil sidang isbat yang dijadwalkan digelar pada Kamis (19/3/2026).

Adapun Nahdlatul Ulama (NU) juga memperkirakan Hari Raya Idul Fitri berpotensi jatuh pada 21 Maret 2026. Meski demikian, organisasi tersebut tetap menunggu hasil rukyatul hilal atau pengamatan langsung terhadap bulan sabit muda pada akhir Ramadan sebelum menetapkan awal Syawal secara resmi.

Peneliti Astronomi dan Astrofisika di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa posisi hilal di wilayah Asia Tenggara pada 19 Maret 2026 diperkirakan belum memenuhi kriteria baru yang ditetapkan negara anggota MABIMS.

“Pada saat Magrib 19 Maret 2026 di wilayah Asia Tenggara, posisi hilal belum memenuhi kriteria baru MABIMS, maka 1 Syawal 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026,” ujar Thomas.

Kriteria MABIMS mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dengan elongasi minimal 6,4 derajat agar bulan sabit muda dapat dianggap terlihat dan menandai awal bulan Hijriah baru.

Jika syarat tersebut tidak terpenuhi, maka bulan Ramadan digenapkan menjadi 30 hari. Dengan demikian, Hari Raya Idul Fitri diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026.

Di sisi lain, Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal yang mengacu pada Kalender Hijriah Global Tunggal. Berdasarkan perhitungan tersebut, ijtimak atau konjungsi bulan terjadi pada 19 Maret 2026 pukul 01.23 UTC dan dinilai telah memenuhi parameter kalender global sebelum pukul 24.00 UTC.

Berdasarkan metode tersebut, Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada 20 Maret 2026 dan berlaku secara global.

Perbedaan metode antara hisab dan rukyat inilah yang kerap memunculkan potensi perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri di Indonesia. Meski demikian, masyarakat biasanya tetap merayakan Lebaran dengan penuh kebersamaan sesuai keputusan masing-masing otoritas keagamaan.

Tags: Idul Fitri kapan idul fitri 2026 Idul Fitri

Baca Juga

Menlu Iran Ucapkan Idulfitri dalam Bahasa Indonesia, Apresiasi Dukungan dari RI
Menlu Iran Ucapkan Idulfitri dalam Bahasa Indonesia, Apresiasi Dukungan dari RI
Salat Idulfitri di Claro Makassar Dipadati Jemaah, Ballroom hingga Parkiran Penuh
Salat Idulfitri di Claro Makassar Dipadati Jemaah, Ballroom hingga Parkiran Penuh
Idulfitri di Karebosi Dipadati Puluhan Ribu Jemaah, Munafri Ajak Perkuat Silaturahmi dan Harmoni Kota
Idulfitri di Karebosi Dipadati Puluhan Ribu Jemaah, Munafri Ajak Perkuat Silaturahmi dan Harmoni Kota
8.000 Jamaah Padati Salat Idul Fitri di Unismuh Makassar, Hujan Tak Surutkan Antusiasme
8.000 Jamaah Padati Salat Idul Fitri di Unismuh Makassar, Hujan Tak Surutkan Antusiasme
Pengunjung Mal Ratu Indah Tembus 48 Ribu Orang per Hari, Biasanya hanya 14 Ribu
Pengunjung Mal Ratu Indah Tembus 48 Ribu Orang per Hari, Biasanya hanya 14 Ribu
Pemkot Makassar Imbau Takbiran Tanpa Konvoi, Warga Diminta Rayakan dengan Khidmat
Pemkot Makassar Imbau Takbiran Tanpa Konvoi, Warga Diminta Rayakan dengan Khidmat

Populer

  • 1
    OJK Ajak Generasi Muda Pahami Risiko Investasi Kripto dan Tokenisasi Aset
  • 2
    Pertamina Gelar Program Manajemen Stres dan Kesehatan Mental di Lingkungan Kerja
  • 3
    Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk Tertekan, Turun Tajam
  • 4
    Ini Jadwal Lengkap Penyaluran BPNT 2026, Tahap 2 Dibagikan Juni Rp600 RIbu
  • 5
    40 Siswa SMKN 1 Gowa Ikut Safety Riding Asmo Sulsel

Ekonomi

  • XLSMART Awali 2026 dengan Kinerja Solid, Integrasi dan Ekspansi 5G Jadi Motor Pertumbuhan
    XLSMART Awali 2026 dengan Kinerja Solid, Integrasi dan Ekspansi 5G Jadi Motor Pertumbuhan
  • Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk Tertekan, Turun Tajam
    Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk Tertekan, Turun Tajam
  • OJK Ajak Generasi Muda Pahami Risiko Investasi Kripto dan Tokenisasi Aset
    OJK Ajak Generasi Muda Pahami Risiko Investasi Kripto dan Tokenisasi Aset

Peristiwa

  • BGN Perkuat Program MBG di Maluku, Libatkan UMKM hingga Nelayan untuk Dorong Ekonomi Lokal
    BGN Perkuat Program MBG di Maluku, Libatkan UMKM hingga Nelayan untuk Dorong Ekonomi Lokal
  • Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Warga AS dan Prancis Positif Usai Dipulangkan
    Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Warga AS dan Prancis Positif Usai Dipulangkan
  • Ini Jadwal Lengkap Penyaluran BPNT 2026, Tahap 2 Dibagikan Juni Rp600 RIbu
    Ini Jadwal Lengkap Penyaluran BPNT 2026, Tahap 2 Dibagikan Juni Rp600 RIbu
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID