Luminasia.ID, Makassar – Proses penentuan awal Syawal 1447 Hijriah menghadapi tantangan signifikan, bukan hanya dari posisi hilal yang rendah, tetapi juga faktor cuaca yang dinilai krusial dalam keberhasilan rukyatulhilal di lapangan.
Dilansir Berita Merdeka, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengungkapkan bahwa hasil pemantauan sementara menunjukkan tinggi hilal masih berada di kisaran 1 derajat di atas cakrawala saat matahari terbenam, dengan elongasi sekitar 5 derajat. Angka tersebut belum memenuhi kriteria visibilitas yang ditetapkan oleh MABIMS, yakni tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.
Namun, di balik angka astronomis tersebut, BMKG menekankan bahwa kondisi atmosfer menjadi faktor yang tak kalah menentukan. Koordinator Bidang Observasi BMKG Wilayah IV Makassar, Jamroni, menyebut bahwa dinamika cuaca seperti tutupan awan dan stabilitas atmosfer dapat secara langsung memengaruhi peluang terlihatnya hilal, bahkan ketika pengamatan dilakukan dengan alat bantu optik.
“Pengamatan hilal tidak hanya bergantung pada posisi bulan, tetapi juga sangat dipengaruhi kondisi langit. Awan tebal menjadi tantangan utama karena dapat menghalangi visibilitas meskipun secara teknis hilal berada di atas horizon,” ujarnya, Kamis (19/3).
Ia menambahkan, meskipun kondisi langit di Makassar tidak sepenuhnya mendung, perubahan cuaca yang cepat menjelang matahari terbenam tetap menjadi variabel yang perlu diwaspadai oleh tim observasi.
Dengan kondisi tinggi hilal yang masih 1 derajat dan elongasi 5 derajat, peluang hilal untuk terlihat dinilai sangat kecil. Hal ini membuka kemungkinan besar bahwa bulan Ramadan akan disempurnakan menjadi 30 hari (istikmal).
Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa keputusan resmi penetapan 1 Syawal tetap berada di tangan pemerintah melalui Sidang Isbat Kementerian Agama. Data hasil pemantauan dari berbagai titik, termasuk Makassar, akan menjadi bahan pertimbangan nasional sebelum keputusan diumumkan.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil sidang secara resmi agar pelaksanaan Idulfitri dapat berlangsung serentak dan tetap menjaga ketertiban serta kekhusyukan ibadah.

