LUMINASIA.ID, EKONOMI - Saham Bank Central Asia Tbk (BBCA) ditutup menguat dalam perdagangan intraday pada Selasa, 25 Maret 2026. Berdasarkan data terakhir pukul 10.30 WIB, harga saham BBCA berada di level Rp6.850, naik dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp6.775.
Pergerakan saham sepanjang hari menunjukkan tren positif dengan rentang harga harian (day range) berada di Rp6.675 hingga Rp6.850. Pada awal sesi perdagangan sekitar pukul 09.00 WIB, saham sempat bergerak fluktuatif di kisaran Rp6.740–Rp6.800 sebelum akhirnya menguat secara bertahap hingga menyentuh level tertinggi hariannya menjelang pukul 11.00 WIB.
Kenaikan ini mencerminkan sentimen pasar yang masih cukup solid terhadap sektor perbankan, khususnya bank dengan fundamental kuat seperti BCA. Dengan kapitalisasi pasar mencapai sekitar Rp832,94 triliun, BBCA tetap menjadi salah satu emiten dengan nilai terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dari sisi valuasi, saham BBCA saat ini diperdagangkan dengan price to earnings (P/E) ratio sebesar 14,62, yang masih tergolong menarik di tengah stabilitas kinerja keuangan perseroan. Selain itu, imbal hasil dividen (dividend yield) tercatat sebesar 4,92%, memberikan daya tarik tambahan bagi investor jangka panjang.
Dalam perspektif lebih luas, pergerakan saham BBCA masih berada dalam rentang tahunan (year range) Rp6.375 hingga Rp9.800. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun saat ini berada di bawah puncak tahunannya, saham BBCA masih memiliki ruang pergerakan yang cukup lebar tergantung pada dinamika pasar dan kinerja perusahaan ke depan.
Volume perdagangan rata-rata saham ini juga tergolong tinggi, yakni mencapai 160,27 juta lembar, menandakan likuiditas yang kuat dan minat investor yang konsisten.
Penguatan saham BBCA hari ini mempertegas posisinya sebagai salah satu saham unggulan (blue chip) di pasar modal Indonesia, sekaligus menjadi indikator penting bagi pergerakan sektor perbankan nasional.

