Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Peristiwa

Alarm Serikat Buruh: Tuntutan Lama Tak Digubris, May Day 2026 Jadi Ujian Serius Pemerintah

Senin, 6 April 2026 19:19
Editor: diku
  • Bagikan
Aksi Serikat Buruh (Tempo)

LUMINASIA.ID, Jakarta — Rencana aksi besar-besaran pada peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 tak sekadar menjadi agenda tahunan, melainkan berubah menjadi sinyal peringatan serius dari kalangan pekerja terhadap pemerintah. Alih-alih membawa isu baru, serikat buruh justru kembali mengusung tuntutan lama yang dinilai belum mendapatkan penyelesaian nyata hingga kini.

Dilansir Tempo, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menegaskan bahwa pengulangan tuntutan ini bukan tanpa alasan. Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan lambannya respons pemerintah dalam menyelesaikan persoalan mendasar ketenagakerjaan. Ia menyebut, jika agenda yang dibawa masih sama seperti tahun sebelumnya, maka hal itu menjadi tanda bahwa tidak ada progres signifikan dari sisi kebijakan.

Diperkirakan sekitar 50 ribu buruh akan memadati kawasan DPR RI di Jakarta, sementara ratusan ribu lainnya turun ke jalan di berbagai daerah di Indonesia. Aksi ini disebut akan berlangsung tertib dan damai, namun tetap membawa tekanan politik yang kuat karena skalanya yang masif dan serentak di lebih dari 350 kabupaten/kota.

Dari sisi substansi, isu utama yang diangkat tetap berkutat pada kebutuhan akan undang-undang ketenagakerjaan baru, penghapusan sistem outsourcing, hingga perlindungan terhadap ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Buruh juga menyoroti ketimpangan dalam kebijakan pajak, yang dinilai belum berpihak pada pekerja, serta mendesak pengesahan regulasi penting seperti RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga.

Menariknya, tekanan kali ini tidak hanya diarahkan pada isu domestik, tetapi juga dikaitkan dengan dinamika global. Serikat buruh menilai konflik geopolitik internasional yang berdampak pada kenaikan harga energi turut memperbesar potensi PHK di dalam negeri. Hal ini memperkuat urgensi perlindungan tenaga kerja di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Aksi pemanasan bahkan telah dijadwalkan pada 16 April 2026 melalui Pre-May Day yang digelar oleh FSPMI. Langkah ini menunjukkan bahwa mobilisasi buruh telah dipersiapkan secara bertahap dan terorganisir, menandakan eskalasi tekanan yang kemungkinan akan mencapai puncaknya pada 1 Mei nanti.

Dengan kondisi ini, May Day 2026 tidak lagi sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum krusial yang akan menguji komitmen pemerintah dalam menjawab tuntutan pekerja. Jika tidak direspons secara konkret, aksi ini berpotensi menjadi titik balik hubungan antara negara dan kelas pekerja di Indonesia.

Tags: Aksi Serikat Buruh

Populer

  • 1
    Panduan Investasi Saham untuk Pemula: Memahami Foreign Flow agar Tak Salah Ambil Keputusan Saat IHSG Bergejolak
  • 2
    LENGKAP! Harga BBM Turun per 1 Juli 2026, Harga BBM Pertamina Dex Segini, Harga Pertalite?
  • 3
    Market Share Toyota Diprediksi Tembus 40 Persen Juni 2025, SPK Capai 1.852 Unit
  • 4
    New Honda Vario Evo 160 Tampil Lebih Sporti, Harganya Segini
  • 5
    Investor Tinggalkan Saham Teknologi, IHSG Berpotensi Uji Level Krusial

Ekonomi

  • Ini Cara Aktifkan Fitur Username WhatsApp, Pilih Namamu Sebelum DIambil Orang
    Ini Cara Aktifkan Fitur Username WhatsApp, Pilih Namamu Sebelum DIambil Orang
  • LENGKAP! Harga BBM Turun per 1 Juli 2026, Harga BBM Pertamina Dex Segini, Harga Pertalite?
    LENGKAP! Harga BBM Turun per 1 Juli 2026, Harga BBM Pertamina Dex Segini, Harga Pertalite?
  • Kalla Toyota Pecah Rekor Penjualan Juni 2026, Awali Juli dengan Event Hybrid Eco Match di Makassar
    Kalla Toyota Pecah Rekor Penjualan Juni 2026, Awali Juli dengan Event Hybrid Eco Match di Makassar

Peristiwa

  • Gapembi Apresiasi Dukungan Menko Zulhas, Minta Mitra Program MBG Tak Jadi Korban Kebijakan
    Gapembi Apresiasi Dukungan Menko Zulhas, Minta Mitra Program MBG Tak Jadi Korban Kebijakan
  • Kasgot Bekas Budidaya Maggot Diolah Jadi Pupuk Organik, Cara Bosowa Peduli Dukung Urban Farming
    Kasgot Bekas Budidaya Maggot Diolah Jadi Pupuk Organik, Cara Bosowa Peduli Dukung Urban Farming
  • Semangat Hijrah Menggapai Baitullah, Tazkiyah Group Perkenalkan Layanan Haji dan Umrah dengan Jaminan Kenyamanan
    Semangat Hijrah Menggapai Baitullah, Tazkiyah Group Perkenalkan Layanan Haji dan Umrah dengan Jaminan Kenyamanan
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID