LUMINASIA.ID, Jakarta – Performa agresif Fajar Alfian di depan net menjadi faktor pembeda dalam kemenangan pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, pada babak 16 besar Badminton Asia Championships 2026.
Dilansir CNN Indonesia, menghadapi pasangan China, Chen Bo Yang/Liu Yi, Fajar tampil sangat dominan dalam duel cepat di area depan lapangan. Beberapa kali ia sukses mematikan reli melalui smes tajam dan net kill yang sulit diantisipasi lawan.
Sejak awal gim pertama, Fajar sudah menunjukkan insting menyerang yang kuat. Ia berperan besar dalam membangun keunggulan cepat 7-1, termasuk lewat rangkaian pukulan depan net yang efektif memecah ritme permainan lawan.
Keunggulan ini terus dijaga hingga interval dan berlanjut sampai penutupan gim pertama dengan skor 21-17. Dalam fase ini, Fajar terlihat lebih percaya diri mengontrol permainan, terutama saat rally pendek.
Memasuki gim kedua, tekanan sempat berbalik ke kubu Indonesia. Namun, lagi-lagi peran Fajar di depan net menjadi penentu kebangkitan. Saat tertinggal 11-16, ia mulai meningkatkan intensitas serangan cepat untuk membuka peluang bagi Fikri melakukan penyelesaian dari belakang.
Momentum berbalik saat kedudukan mendekati akhir gim. Kombinasi permainan depan-belakang antara Fajar dan Muhammad Shohibul Fikri berhasil memaksa skor imbang hingga 19-19.
Dalam fase krusial, Fajar kembali menunjukkan ketenangan. Ia beberapa kali membaca arah pengembalian lawan dengan baik dan menutup ruang di depan net, yang akhirnya memaksa kesalahan dari Chen/Liu.
Kemenangan dramatis 25-23 di gim kedua pun memastikan langkah Fajar/Fikri ke perempat final.
Performa ini menegaskan peran vital Fajar sebagai pengontrol tempo di sektor depan. Ketika permainan berlangsung cepat dan menegangkan, ketajamannya di net menjadi senjata utama yang sulit ditandingi lawan.

