LUMINASIA.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmennya dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tengah berbagai dinamika pelaksanaannya di sejumlah daerah lain.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat menghadiri peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Manggala 03 yang dikelola Yayasan Wadah Merah Putih dari Wahdah Islamiyah di Jalan Antang Raya, Jumat (10/4/2026).
Dalam sambutannya, Munafri mengapresiasi kehadiran fasilitas SPPG sebagai bentuk nyata peran negara dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
“Ini adalah bukti bahwa pemerintah benar-benar hadir untuk memperhatikan pemenuhan gizi masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan, program MBG merupakan bagian dari visi pembangunan sumber daya manusia yang tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Munafri menilai, program MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi anak, tetapi juga memberikan efek ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.
Menurutnya, kebutuhan bahan pangan untuk operasional dapur MBG turut mendorong perputaran ekonomi lokal, khususnya di pasar tradisional.
“Kami melihat langsung bagaimana bahan makanan diserap dari pasar lokal. Ini menciptakan efek ekonomi yang sangat baik bagi masyarakat,” jelasnya.
Ia menyebut, program tersebut menjadi instrumen strategis yang mampu menjawab berbagai tantangan sekaligus, mulai dari peningkatan kualitas gizi, pembangunan karakter anak, hingga penguatan ekonomi kerakyatan.
Munafri juga mengaitkan program MBG dengan upaya Pemerintah Kota Makassar dalam mendorong kemandirian pangan berbasis masyarakat, salah satunya melalui pemanfaatan lahan sempit dengan konsep urban farming.
“Ruang-ruang sempit yang ada harus dimanfaatkan secara optimal dengan teknologi yang ada. Ini bisa mendukung ekosistem pemenuhan gizi, bahkan hingga skala rumah tangga,” ungkapnya.
Selain itu, ia mendorong integrasi sektor peternakan untuk mendukung kebutuhan dapur MBG, seperti pengembangan peternakan ayam sebagai sumber penyediaan telur secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Munafri juga mengingatkan pentingnya penerapan standar operasional dan manajemen yang baik dalam pengelolaan SPPG agar manfaat program dapat dirasakan secara maksimal dan berkelanjutan.
“Saya yakin seluruh prosedur dan sistem yang ada telah melalui kajian yang matang. Tinggal bagaimana ini dijalankan secara konsisten sesuai aturan,” tegasnya.
Saat ini, implementasi SPPG di Kota Makassar telah berkembang dengan total 104 unit yang tersebar di berbagai wilayah.
Program ini tidak hanya menyasar anak sekolah, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita.
Munafri menilai cakupan tersebut menjadikan program MBG sebagai kebijakan yang komprehensif dan berdampak luas.
“Ini program yang sangat baik karena efeknya tidak hanya pada pemenuhan gizi, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Ia berharap kehadiran SPPG Manggala 03 dapat semakin memperkuat ekosistem pemenuhan gizi di Kota Makassar sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Atas nama Pemerintah Kota Makassar, kami mengucapkan selamat atas peresmian ini. Semoga memberi manfaat besar bagi masyarakat,” tutupnya.

