LUMINASIA.ID, BOLA - PSM Makassar menunjukkan mental pantang menyerah saat menaklukkan PSIM Yogyakarta dengan skor 2-1 dalam lanjutan Super League 2025-2026. Kemenangan dramatis ini tak hanya menjadi sorotan karena gol menit akhir, tetapi juga menandai kebangkitan penting bagi Juku Eja di tengah tekanan klasemen.
Dilansir Kompas Bola, bermain di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (10/4/2026), PSIM sempat berada di atas angin setelah Dari Corfe membuka keunggulan pada menit ke-54. Tuan rumah tampil agresif sejak awal dan terlihat lebih dominan dalam membangun serangan. Namun, keunggulan tersebut gagal dipertahankan hingga akhir laga.
PSM yang tampil lebih sabar justru menemukan momentum di babak kedua. Masuknya Luka Cumic menjadi titik balik permainan tim tamu. Ia sukses menyamakan kedudukan pada menit ke-79, sekaligus mengubah ritme pertandingan yang sebelumnya dikuasai PSIM.
Puncak drama terjadi di masa injury time ketika Dusan Lagator mencetak gol kemenangan pada menit 90+9. Gol tersebut memastikan tiga poin penting bagi PSM sekaligus memperpanjang tren negatif PSIM yang kini tanpa kemenangan dalam empat laga terakhir.
Hasil ini berdampak signifikan pada posisi kedua tim di klasemen. PSIM masih tertahan di peringkat kedelapan dengan 38 poin, sementara PSM tetap di papan bawah, tepatnya posisi ke-13 dengan 28 poin. Meski belum beranjak jauh, kemenangan ini menjadi sinyal kebangkitan bagi PSM dalam upaya keluar dari tekanan zona bawah.
Dari sudut pandang performa, laga ini menunjukkan perbedaan efisiensi kedua tim. PSIM tampil dominan namun kurang tajam dalam penyelesaian akhir, sedangkan PSM memaksimalkan peluang krusial di momen penentuan.
Jika tren ini berlanjut, PSIM berpotensi kehilangan posisi di papan tengah, sementara PSM bisa memanfaatkan momentum untuk memperbaiki posisi mereka di sisa musim.

