Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Sulsel

Potensi 54 Ribu Hektar, Gowa Genjot Holtikultura Lewat HDDAP

Kamis, 23 April 2026 15:12
Editor: Hera
  • Bagikan
Rapat Koordinasi Teknis dan Sinkronisasi Program Horticulture Development in Dryland Areas Sector Project (HDDAP) bersama Kementerian Pertanian RI di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Rabu (22/4)

Potensi 54 Ribu Hektar, Gowa Genjot Holtikultura Lewat HDDAP 

LUMINASIA.ID, GOWA -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa terus berupaya mendorong pengembangan hortikultura berbasis lahan kering di wilayahnya. 

Salah satunya melalui Rapat Koordinasi Teknis dan Sinkronisasi Program Horticulture Development in Dryland Areas Sector Project (HDDAP) bersama Kementerian Pertanian RI di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Rabu (22/4).

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, mengungkapkan Kabupaten Gowa memiliki potensi besar dalam pengembangan hortikultura sebagai penopang ketahanan pangan nasional. Dimana Berdasarkan data, total potensi lahan hortikultura di Gowa mencapai 54.025 hektar, dengan potensi sayuran seluas 14.000 hektar.

“Secara spesifik, kita memiliki potensi lahan 3.000 hektar untuk kentang, 2.000 hektar untuk cabai, dan 1.500 hektar untuk bawang merah. Jika potensi ini dikelola dengan sentuhan teknologi dan manajemen yang tepat melalui HDDAP, Gowa tidak hanya akan menyangga kebutuhan daerah, tetapi mampu menjadi pemasok utama secara nasional,” ungkap orang nomor satu di Gowa.

Lebih lanjut, dirinya menyampaikan pentingnya sinkronisasi program yang tidak hanya berhenti pada tahap produksi, tetapi juga menyentuh aspek hilirisasi.

“Kita tidak ingin HDDAP hanya berhenti pada penanaman. Permasalahan petani seperti keterbatasan benih unggul, fluktuasi harga saat panen, serta minimnya sarana prasarana harus menjadi perhatian bersama,” jelasnya.

Bupati Talenrang mendorong tiga fokus utama dalam sinkronisasi program, yakni penguatan sektor hulu melalui penyediaan benih berkualitas dan teknologi budidaya, pengembangan sektor hilir melalui pembangunan agroindustri, serta dukungan infrastruktur seperti akses jalan tani guna menekan biaya logistik.

“Saya mengajak Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta Dinas Koperasi/UMKM untuk mulai membangun konsep agroindustri. Kita ingin Gowa tidak hanya mengirim produk mentah, tetapi juga menghasilkan produk olahan bernilai tambah tinggi,” tegasnya.

Menurut Bupati Gowa, HDDAP harus menjadi solusi nyata dalam mengatasi fluktuasi harga yang kerap merugikan petani, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sejalan dengan program prioritas daerah Gowa Masunggu atau Gowa Sejahtera.

“Itulah mengapa program HDDAP ini menjadi sangat penting. Kami berterima kasih kepada Kementerian Pertanian RI karena telah menempatkan Gowa sebagai lokasi strategis pengembangan kentang, cabai, dan bawang merah. Ini adalah pengakuan atas potensi besar wilayah kami,” pungkasnya.

Sementara Direktur Budidaya Buah dan Florikultura Kementerian Pertanian RI, Fauziah T. Ladjo, menyampaikan program HDDAP secara nasional menyasar pengembangan 10.000 hektar klaster hortikultura di lahan kering yang tersebar di tujuh provinsi dan 13 kabupaten. Dimana jhusus di Sulawesi Selatan, program ini dilaksanakan di Kabupaten Gowa dan Enrekang

“Program ini mengusung konsep pewilayahan desa dengan peningkatan skala luasan lahan dalam bentuk hamparan, integrasi hulu hingga hilir, serta kemitraan antara petani dan sektor swasta melalui kelembagaan kelompok,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, HDDAP juga mendorong pemanfaatan teknologi modern yang ramah lingkungan dan adaptif terhadap perubahan iklim, serta didukung pendampingan intensif dan berkelanjutan.

“Tujuan utama program ini untuk peningkatan akses terhadap input, lahan, air, serta konektivitas infrastruktur, peningkatan nilai tambah dan daya saing produk hortikultura, penguatan sistem rantai nilai kampung hortikultura, serta peningkatan kapasitas kelembagaan agroindustri,” jelasnya.

Ditempat yang sama Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa, Zubair Usman, menjelaskan HDDAP merupakan program Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI yang didukung oleh Asian Development Bank (ADB) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD) dengan durasi pelaksanaan selama lima tahun.

Dirinya menyebutkan, di Kabupaten Gowa, kawasan pengembangan HDDAP mencakup luas 540,3 hektar yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Tompobulu, Bontolempangan, dan Tombolopao, dengan melibatkan 10 desa dan 31 kelompok tani. 

Dimana komoditas yang dikembangkan seperti bawang merah seluas 434,9 hektar, cabai keriting 57,2 hektar, dan kentang 48,2 hektar dan kini memasuki tahap pemanyapan survei lokasi untuk memasitikankesiapan lahan.

“Program ini nantinya akan membantu petani meningkatkan produktivitas dan profitabilitas pertanian hortikultura di lahan kering melalui peningkatan infrastruktur, jaringan irigasi, produksi hortikultura, penguatan rantai nilai di desa hortikultura, serta peningkatan kapasitas kelembagaan/UMKM yang difasilitasi melalui permodalan hingga pemasaran hasil pertanian,” jelasnya.

Rapat Koordinasi teknis ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis, para Pimpinan SKPD dan Camat terkait Lingkup Pemkab Gowa.

Tags: HDDAP potensi lahan hortikultura husniah talenrang pemda gowa

Baca Juga

Peringati Hari Kartini 2026, Pemkab Gowa Dorong Literasi Generasi Muda Melalui Lomba Surat Untuk Bupati
Peringati Hari Kartini 2026, Pemkab Gowa Dorong Literasi Generasi Muda Melalui Lomba Surat Untuk Bupati
Pemkab Gowa Percepat Transformasi Digital, Perkuat Fondasi SPBE
Pemkab Gowa Percepat Transformasi Digital, Perkuat Fondasi SPBE
Wagub Gowa Tekankan Konsistensi Anggaran untuk Penurunan Stunting dan Kemiskinan
Wagub Gowa Tekankan Konsistensi Anggaran untuk Penurunan Stunting dan Kemiskinan
Husniah Talenrang Hadiri Reuni Akbar SMA 3 Gowa
Husniah Talenrang Hadiri Reuni Akbar SMA 3 Gowa
Lompatan Prestasi Gowa di MTQ Sulsel 2026, Dari Peringkat 21 ke Lima Besar
Lompatan Prestasi Gowa di MTQ Sulsel 2026, Dari Peringkat 21 ke Lima Besar
Pemkab Gowa dan PKK Perkuat Imunisasi Zero Dose, Sasar Anak Tanpa Vaksin
Pemkab Gowa dan PKK Perkuat Imunisasi Zero Dose, Sasar Anak Tanpa Vaksin

Populer

  • 1
    Pupuk Indonesia Pastikan Stok Aman: Sulsel 76.772 Ton
  • 2
    Munafri Sukses Efisiensi Anggaran hingga Rp60 Miliar, Hentikan Pengadaan Randis Baru dan Pangkas Perjalanan Dinas
  • 3
    Bocoran One UI 9 Berbasis Android 17 Bakal Gantikan UI 8.5, Ini Fitur Baru dan Daftar HP Samsung yang Berpotensi Kebagian
  • 4
    Huawei Watch Fit 5 Series: Perang Fitur Kesehatan Kian Sengit di Pasar Smartwatch
  • 5
    Pelindo Gandeng Bank Mandiri, Percepat Pengembangan Infrastruktur Makassar New Port

Ekonomi

  • BSI Ajak 10 Ribu Perempuan Selamatkan Bumi
    BSI Ajak 10 Ribu Perempuan Selamatkan Bumi
  • Pasar Bergerak Cepat, Investor Ritel Kian Tertarik Saham Second Liner
    Pasar Bergerak Cepat, Investor Ritel Kian Tertarik Saham Second Liner
  • Tri Ibadah Tawarkan Internet Haji Hingga 30GB, Harga Mulai Rp650 Ribu
    Tri Ibadah Tawarkan Internet Haji Hingga 30GB, Harga Mulai Rp650 Ribu

Peristiwa

  • Di Tengah Kabar Buruk Iklim, Narasi Harapan Jadi Strategi Baru Komunikasi Lingkungan
    Di Tengah Kabar Buruk Iklim, Narasi Harapan Jadi Strategi Baru Komunikasi Lingkungan
  • Isu Penamparan di Istana Jadi Sorotan, Tantangan TNI Hadapi Disinformasi Digital
    Isu Penamparan di Istana Jadi Sorotan, Tantangan TNI Hadapi Disinformasi Digital
  • Diplomasi di Ujung Tanduk: Gencatan Senjata AS-Iran Jadi Arena Tarik Ulur Strategi
    Diplomasi di Ujung Tanduk: Gencatan Senjata AS-Iran Jadi Arena Tarik Ulur Strategi
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID