Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Ekonomi

Saham BBCA Anjlok ke Bawah Rp 7.000, Ada di Zona Merah Sejak Pembukaan

Rabu, 4 Maret 2026 16:27
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
ilustrasi pasar saham

LUMINASIA.ID - Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terkoreksi tajam hingga menembus level psikologis Rp 7.000 pada perdagangan Rabu (4/3/2026).

Sejak pembukaan pasar, saham perbankan berkapitalisasi besar ini sudah bergerak di zona merah dan sempat menyentuh level terendah Rp 6.900.

Mengacu data perdagangan Bursa Efek Indonesia, pada penutupan sesi I saham BBCA melemah 1,77% ke posisi Rp 6.950. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp 647,1 miliar dengan volume 92,63 juta saham yang berpindah tangan.

Secara teknikal, pergerakan harga BBCA berada di bawah garis moving average (MA) 9 dan MA 50. Kondisi ini mencerminkan tekanan jual yang masih dominan dalam jangka pendek maupun menengah. Selain itu, pola grafik menunjukkan pembentukan lower high dan lower low, yang mengindikasikan tren penurunan masih berlangsung.

Level Rp 6.800 hingga Rp 7.000 kini menjadi area support terdekat yang tengah diuji pasar. Jika tidak mampu bertahan, harga berpotensi melanjutkan koreksi menuju kisaran Rp 6.300 yang menjadi titik terendah terbaru pada grafik pergerakan saham.

Tekanan terhadap BBCA juga terjadi di tengah pelemahan pasar saham secara luas. Bursa Efek Indonesia mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 343,20 poin atau 4,32% ke level 7.596,57 pada akhir sesi I.

Pelemahan ini memperpanjang koreksi dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, IHSG turun 0,96% dan sempat terkoreksi 2,65% dalam dua hari perdagangan sebelumnya. Sebanyak 748 saham tercatat melemah, 68 saham menguat, dan 142 saham stagnan. Nilai transaksi pasar mencapai Rp 18,06 triliun dengan total frekuensi 2,09 juta kali transaksi.

Dari sisi aliran dana, saham BBCA masih dibayangi aksi jual investor asing. Dalam dua hari perdagangan terakhir (2–3 Maret 2026), tercatat net foreign sell sebesar Rp 183 miliar. Sepanjang tahun berjalan, akumulasi net sell asing di BBCA telah mencapai sekitar Rp 16,97 triliun.

Sentimen global yang belum stabil, termasuk ketidakpastian geopolitik dan sikap risk-off investor asing, turut memberi tekanan pada saham-saham perbankan besar. Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati dan melakukan profit taking di saham-saham unggulan.

Analis menilai pergerakan BBCA dalam waktu dekat masih akan sangat dipengaruhi sentimen eksternal serta arus dana asing. Pelaku pasar disarankan mencermati pergerakan IHSG dan dinamika global sebelum mengambil keputusan investasi.

Tags: Saham IHSG saham BBCA ihsg anjlok


Baca Juga

VIRAL Haji Isam Bakal Ambil Alih  BCA, Ini Kata Manajemen Bank Central Asia
VIRAL Haji Isam Bakal Ambil Alih BCA, Ini Kata Manajemen Bank Central Asia
Franky Oesman Widjaja Mundur dari Presiden Komisaris DSSA, Kekayaannya Capai Rp470 Triliun
Franky Oesman Widjaja Mundur dari Presiden Komisaris DSSA, Kekayaannya Capai Rp470 Triliun
Morgan Stanley Tembus 5 Persen Kepemilikan Saham GOTO, Borong 3,79 Miliar Saham
Morgan Stanley Tembus 5 Persen Kepemilikan Saham GOTO, Borong 3,79 Miliar Saham
Rekomendasi Saham Hari Ini: KIJA, ELSA, dan INTP Jadi Pilihan, IHSG Diproyeksi Lanjut Menguat
Rekomendasi Saham Hari Ini: KIJA, ELSA, dan INTP Jadi Pilihan, IHSG Diproyeksi Lanjut Menguat
KABAR BAIK IHSG Menguat di Awal Pekan, Simak Saham yang Jadi Buruan
KABAR BAIK IHSG Menguat di Awal Pekan, Simak Saham yang Jadi Buruan
Panduan Investasi Saham untuk Pemula: Memahami Foreign Flow agar Tak Salah Ambil Keputusan Saat IHSG Bergejolak
Panduan Investasi Saham untuk Pemula: Memahami Foreign Flow agar Tak Salah Ambil Keputusan Saat IHSG Bergejolak

Populer

  • 1
    LPS Libatkan 100 Guru untuk Bangun Kebiasaan Menabung Pelajar Sulsel
  • 2
    LENGKAP! Jalannya Pertandingan Zion Vs Rajawali, Antar Zion Jadi Threepeat DBL South Sulawesi
  • 3
    Pelindo Regional 4 Pastikan Perubahan Peran Korporasi Tak Ganggu Pelayanan
  • 4
    Resmi Jadi Kader PSI, Jokowi Tunjukkan KTA dan Minta Kader Tak Ragu Hadapi Pemilu 2029
  • 5
    Dari Hutan Desa Nuha ke Tangan Gen Z, Anyaman Teduhu Selamat dari Kepunahan

Ekonomi

  • VIRAL Haji Isam Bakal Ambil Alih  BCA, Ini Kata Manajemen Bank Central Asia
    VIRAL Haji Isam Bakal Ambil Alih BCA, Ini Kata Manajemen Bank Central Asia
  • Asmo Sulsel Kenalkan Layanan Group Customer hingga Service Kunjung di KIMA
    Asmo Sulsel Kenalkan Layanan Group Customer hingga Service Kunjung di KIMA
  • Pelindo Jasa Maritim Cek Kesiapan STS Nipa, Pastikan Layanan Maritim di Perbatasan Tetap Andal
    Pelindo Jasa Maritim Cek Kesiapan STS Nipa, Pastikan Layanan Maritim di Perbatasan Tetap Andal

Peristiwa

  • Resmi Jadi Kader PSI, Jokowi Tunjukkan KTA dan Minta Kader Tak Ragu Hadapi Pemilu 2029
    Resmi Jadi Kader PSI, Jokowi Tunjukkan KTA dan Minta Kader Tak Ragu Hadapi Pemilu 2029
  • Kortastipidkor Polri Tetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Korupsi Persetujuan Bangunan Gedung
    Kortastipidkor Polri Tetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Korupsi Persetujuan Bangunan Gedung
  • Cuaca Besok di Sulsel 19 September 2026, BMKG Peringatkan Angin Kencang
    Cuaca Besok di Sulsel 19 September 2026, BMKG Peringatkan Angin Kencang
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID