LUMINASIA.ID, OTOMOTIF - Langkah Chery Automobile Co. membawa puluhan perwakilan dealer Kanada ke Beijing Auto Show 2026 bukan sekadar agenda promosi biasa. Strategi ini menunjukkan pendekatan yang lebih halus: membangun relasi dan kepercayaan di level distribusi sebelum benar-benar masuk ke pasar Amerika Utara tersebut.
Dilansir Bloomberg, alih-alih langsung mengandalkan kampanye pemasaran ke konsumen, Chery tampak memahami bahwa pasar seperti Kanada sangat bergantung pada jaringan dealer yang kuat. Dengan mengundang hampir dua lusin dealer untuk melihat langsung teknologi dan lini kendaraan mereka, termasuk mobil listrik dan plug-in hybrid, perusahaan mencoba mengurangi keraguan terhadap merek China yang selama ini masih menghadapi stigma di pasar Barat.
Momentum ini juga tidak muncul secara kebetulan. Kesepakatan antara China dan Canada pada Januari lalu yang membuka kuota impor hingga 49.000 kendaraan listrik per tahun menjadi pintu masuk yang signifikan. Namun, membuka pintu regulasi saja tidak cukup—tantangan sebenarnya adalah memenangkan kepercayaan pasar.
Di sisi lain, lonjakan harga bahan bakar akibat konflik US-Iran war memberi dorongan tambahan bagi kendaraan listrik. Chery mencoba memanfaatkan situasi ini dengan menempatkan produknya sebagai alternatif yang lebih ekonomis dan efisien bagi konsumen Kanada yang mulai mencari opsi selain kendaraan berbahan bakar fosil.
Namun, pendekatan Chery juga mencerminkan realitas baru dalam ekspansi otomotif global: persaingan tidak lagi hanya soal teknologi, tetapi juga persepsi. Menghadirkan dealer langsung ke pusat inovasi di Beijing adalah cara untuk “menjual cerita” di balik produk—bahwa mobil China kini bukan lagi pemain kelas dua.
Jika strategi ini berhasil, langkah Chery bisa menjadi blueprint bagi produsen China lain yang ingin menembus pasar Barat: mulai dari belakang layar, yakinkan ekosistem distribusi, lalu masuk ke konsumen dengan fondasi yang sudah lebih siap.

