LUMINASIA.ID, SPORT - Sejumlah legenda renang Australia berkumpul dalam sebuah acara eksklusif di North Sydney Olympic Pool, Rabu (30/4), untuk memberikan dukungan kepada mantan atlet Olimpiade Michael Klim. Acara ini digelar secara tertutup dan menjadi momen langka karena berlangsung sebelum kolam senilai 122 juta dolar Australia itu resmi dibuka untuk publik.
Dilansir Brisbane Times, sekitar 250 tamu undangan hadir dalam kegiatan yang juga bertujuan meningkatkan kesadaran terhadap Klim Foundation—organisasi yang didirikan Klim bersama pasangannya, Michelle Owen. Yayasan tersebut lahir setelah Klim didiagnosis mengidap penyakit langka, chronic inflammatory demyelinating polyneuropathy (CIDP), pada 2020.
Sejumlah nama besar dunia renang turut meramaikan acara tersebut, di antaranya Ian Thorpe, Kieren Perkins, Daniel Kowalski, Bronte Campbell, dan Libby Trickett. Selain itu, hadir pula sejumlah tokoh publik dan figur industri hiburan.
Meski pagar pengaman di sekitar kolam sempat dibuka untuk kepentingan acara, para tamu tidak diperkenankan masuk ke dalam air. Kolam tersebut masih dalam tahap akhir persiapan sebelum resmi beroperasi.
Wali Kota setempat, Zoe Baker, menegaskan bahwa penyelenggaraan acara ini merupakan pengecualian. “Ini adalah satu-satunya acara sebelum pembukaan resmi, karena nilai-nilai yang diusung yayasan ini sejalan dengan komunitas kami—inklusi, aksesibilitas, dan koneksi,” ujar Baker.
Ia juga memastikan bahwa proyek renovasi kolam yang sempat mengalami keterlambatan sejak ditutup pada Februari 2021 kini telah rampung. “Begitu pengelolaan kembali ke dewan kota dalam beberapa minggu ke depan, kami akan membuka kesempatan tur untuk masyarakat sebelum peresmian. Pembukaannya tidak akan lama lagi,” katanya.
Sementara itu, Perkins mengaku tidak tergoda untuk kembali berenang meski berada di lokasi ikonik tersebut. “Saya benar-benar sudah pensiun,” ujarnya. Namun, ia tetap memuji fasilitas yang ada. “Pemandangannya tidak tertandingi. Kalau harus latihan, ini salah satu tempat terbaik di negara ini. Luar biasa.”
Ia juga menekankan pentingnya dukungan terhadap Klim dan yayasannya. “Ini momen ketika seorang teman membutuhkan, dan semua orang dengan senang hati datang, terlibat, dan membantu meningkatkan kesadaran,” ucap Perkins.
Acara ini tidak hanya menjadi ajang nostalgia bagi para atlet, tetapi juga simbol solidaritas komunitas olahraga dalam mendukung salah satu legenda mereka yang kini tengah berjuang melawan penyakit langka.

