LUMINASIA.ID, NASIONAL - TNI Angkatan Darat (TNI AD) resmi melantik sebanyak 1.202 prajurit menjadi perwira melalui Upacara Prasetya Perwira Pendidikan Pembentukan Perwira (Diktukpa) TNI AD Gelombang I Tahun Anggaran 2026. Prosesi ini digelar di Lapangan Wiradhika, Sekolah Calon Perwira TNI AD (Secapaad), Bandung, Jawa Barat, Kamis (30/4).
Dilansir Indonesia Defense, upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Pelantikan ini menandai selesainya pendidikan para prajurit sekaligus pengambilan sumpah sebagai perwira TNI AD.
Dalam amanatnya, Maruli menegaskan bahwa momen ini bukan sekadar seremoni akhir pendidikan, melainkan titik awal pengabdian nyata kepada bangsa dan negara.
“Prasetya Perwira adalah ikrar kehormatan yang harus dipegang teguh dan diwujudkan dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujar Maruli.
Ia menambahkan, para perwira yang baru dilantik harus mampu menjaga integritas, disiplin, serta loyalitas tinggi dalam menjalankan tugas. Selain itu, mereka juga dituntut menjadi teladan, baik di lingkungan satuan maupun di tengah masyarakat.
Menurutnya, dinamika tantangan ke depan yang semakin kompleks menuntut perwira TNI AD untuk memiliki kemampuan adaptasi yang baik, profesionalisme, serta kepekaan terhadap perkembangan situasi strategis.
“Perwira harus adaptif, profesional, dan responsif terhadap dinamika situasi strategis yang terus berkembang,” tegasnya.
Maruli juga mengingatkan pentingnya menjadikan nilai-nilai dasar militer sebagai fondasi dalam bertugas, termasuk Sapta Marga, Sumpah Prajurit, serta 8 Wajib TNI. Nilai-nilai tersebut dinilai sebagai landasan moral utama dalam setiap pengambilan keputusan dan pelaksanaan tugas di lapangan.
Upacara pelantikan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat utama TNI AD, pimpinan satuan, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Barat.
Melalui pelantikan ini, TNI AD berharap dapat terus mencetak perwira muda yang tangguh, berintegritas, dan profesional, sekaligus siap mengemban amanah dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

