Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Ekonomi

Harga Emas Bangkit Usai Tekanan, Analis Prediksi Tembus USD 5000 dalam Setahun

Jumat, 1 Mei 2026 18:57
Editor: diku
  • Bagikan
ilustrasi emas

LUMINASIA.ID, Jakarta — Harga emas dan perak kembali menunjukkan penguatan setelah sempat mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir. Pemulihan ini terjadi seiring melemahnya dolar Amerika Serikat serta penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS, yang kembali meningkatkan daya tarik logam mulia sebagai aset lindung nilai.

Dilansir CNBC Indonesia, mengacu pada data Refinitiv, harga emas pada perdagangan Kamis (30/4/2026) ditutup di level US$ 4.621,59 per troy ons atau menguat 1,76%. Kenaikan ini terjadi setelah sebelumnya emas sempat melemah selama tiga hari berturut-turut dengan total penurunan mencapai 3,55%.

Tren positif masih berlanjut pada Jumat (1/5/2026). Hingga pukul 06.46 WIB, harga emas tercatat naik 0,24% ke posisi US$ 4.632,80 per troy ons, memperkuat sinyal pemulihan jangka pendek.

Pelemahan dolar AS menjadi salah satu faktor utama penguatan emas. Kondisi ini dipicu oleh sinyal dari otoritas moneter Jepang yang berencana melakukan intervensi pasar guna menstabilkan yen. Akibatnya, emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi relatif lebih murah bagi investor global.

Selain itu, pergerakan harga minyak dunia juga turut memengaruhi sentimen pasar. Setelah sempat menyentuh level US$ 126 per barel—tertinggi sejak awal konflik Timur Tengah—harga minyak mulai melandai. Meski demikian, kekhawatiran terhadap inflasi energi masih membayangi pasar komoditas secara keseluruhan.

Dari sisi makroekonomi, tekanan terhadap emas masih berasal dari ekspektasi kebijakan suku bunga tinggi. Data Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat menunjukkan kenaikan sebesar 0,7% dalam satu bulan terakhir—angka tertinggi sejak pertengahan 2022.

Lonjakan ini memperkuat kekhawatiran bahwa inflasi akan bertahan di level tinggi, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik yang melibatkan Iran. Kondisi tersebut berpotensi mendorong bank sentral seperti Federal Reserve dan Bank of England untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat, bahkan membuka peluang pengetatan lanjutan.

Dalam situasi suku bunga tinggi, emas biasanya menghadapi tekanan karena tidak memberikan imbal hasil bunga, sehingga kalah bersaing dengan instrumen berbasis yield. Namun, peran emas sebagai aset safe haven tetap menjadi faktor penyeimbang di tengah ketidakpastian global.

Meski volatilitas masih tinggi, prospek jangka panjang emas dinilai tetap positif. Sejumlah analis memperkirakan tren kenaikan akan berlanjut seiring meningkatnya kebutuhan lindung nilai terhadap inflasi dan risiko geopolitik.

Dalam proyeksi terbarunya, Citi memperkirakan harga emas akan berada di kisaran US$ 4.300 dalam jangka pendek. Namun, dalam periode 6 hingga 12 bulan ke depan, emas berpotensi menembus level psikologis US$ 5.000 per troy ons, seiring pulihnya kepercayaan investor terhadap aset safe haven.

Secara keseluruhan, meskipun emas masih mencatatkan penurunan bulanan sekitar 0,84%, dinamika pasar menunjukkan adanya tarik-menarik kuat antara tekanan suku bunga dan dukungan dari ketidakpastian global. Kondisi ini membuat pergerakan harga emas tetap fluktuatif namun berpotensi menguat dalam jangka menengah hingga panjang.

Tags: harga emas dunia

Baca Juga

Harga Emas Hari Ini Naik, Global Tembus USD 4.491 per Ons
Harga Emas Hari Ini Naik, Global Tembus USD 4.491 per Ons

Populer

  • 1
    Airlangga dan Zulhas Paparkan Strategi Hadapi Fragmentasi Global di Rakerkonas Apindo, Dorong Deregulasi hingga Penguatan SDM
  • 2
    Mahasiswa KKN Unhas Ajarkan Warga Desa Tompo Bulu Olah Air Cucian Beras Jadi Pupuk Organik Cair
  • 3
    Kapusdal LH: Kebijakan Sampah Residu Makassar Jadi Contoh Pengelolaan Kota Metropolitan
  • 4
    Hari Pertama Berkantor, Kapolresta Gowa Silaturahmi dengan Wakil Bupati Darmawangsyah Muin
  • 5
    Menteri Zulkifli Hasan Ungkap Prabowo Setujui Perpres Koperasi Desa Merah Putih, Penyaluran Bantuan Diintegrasikan

Ekonomi

  • Indosat Luncurkan Zankore, Bangun Platform Infrastruktur AI Terintegrasi Terbesar di Asia-Pasifik
    Indosat Luncurkan Zankore, Bangun Platform Infrastruktur AI Terintegrasi Terbesar di Asia-Pasifik
  • Harga Emas Antam Turun Rp29.000, Kini Rp2,65 Juta per Gram
    Harga Emas Antam Turun Rp29.000, Kini Rp2,65 Juta per Gram
  • IPCM Berhasil Layani Sandar Perdana Kapal Panamax di Pelabuhan Patimban, Perkuat Logistik Maritim Nasional
    IPCM Berhasil Layani Sandar Perdana Kapal Panamax di Pelabuhan Patimban, Perkuat Logistik Maritim Nasional

Peristiwa

  • Peresmian Gedung Balaputradewa Tandai Komitmen Nalanda Tingkatkan Mutu Pendidikan
    Peresmian Gedung Balaputradewa Tandai Komitmen Nalanda Tingkatkan Mutu Pendidikan
  • OpenAI Ungkap AI Agent Berkolaborasi Lakukan Peretasan Saat Uji Keamanan Siber
    OpenAI Ungkap AI Agent Berkolaborasi Lakukan Peretasan Saat Uji Keamanan Siber
  •  Tsunami Jepang 2011 Jadi Pelajaran Dunia: Salah Estimasi Gelombang Berujung Tragedi 18.500 Korban Jiwa
    Tsunami Jepang 2011 Jadi Pelajaran Dunia: Salah Estimasi Gelombang Berujung Tragedi 18.500 Korban Jiwa
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID