LUMINASIA.ID, INTERNASIONAL — Harga minyak dunia mengalami lonjakan signifikan dalam perdagangan Kamis (30/4/2026), bahkan sempat menembus angka 126 dolar AS per barel sebelum akhirnya terkoreksi. Kenaikan ini menjadi yang tertinggi dalam kurun sekitar empat tahun terakhir dan memicu kekhawatiran serius terkait stabilitas pasokan energi global.
Dilansir Kompas, lonjakan harga tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik, terutama akibat memanasnya hubungan antara Amerika Serikat dan Iran. Situasi ini membuat pelaku pasar bereaksi cepat terhadap potensi gangguan distribusi energi, khususnya di kawasan strategis Timur Tengah.
Kekhawatiran utama terpusat pada kemungkinan terganggunya jalur distribusi energi di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran minyak terpenting di dunia. Gangguan sekecil apa pun di kawasan ini berpotensi memengaruhi pasokan global secara signifikan.
Pelaku pasar energi global menilai, eskalasi konflik yang terus berkembang dapat memperburuk kondisi pasar yang sudah rapuh. Reaksi cepat investor dalam bentuk aksi beli mendorong harga minyak melonjak tajam dalam waktu singkat.
Meski sempat menyentuh level tinggi, harga minyak kemudian mengalami koreksi. Namun demikian, volatilitas yang terjadi menunjukkan pasar masih berada dalam tekanan akibat ketidakpastian geopolitik yang belum mereda.
Sejumlah analis menilai, selama ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran belum menunjukkan tanda-tanda mereda, fluktuasi harga minyak kemungkinan masih akan berlanjut. Risiko gangguan pasokan tetap menjadi faktor utama yang diperhitungkan oleh pelaku pasar.
Kondisi ini juga berdampak pada sektor lain, termasuk pasar keuangan global yang turut mengalami tekanan akibat lonjakan harga energi. Negara-negara pengimpor minyak diperkirakan akan menghadapi beban tambahan jika harga terus bertahan di level tinggi.
Situasi di Timur Tengah kini menjadi perhatian utama pasar energi dunia. Stabilitas kawasan tersebut dinilai sangat krusial dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga minyak global.
Sebagaimana dilaporkan, “harga minyak dunia melonjak mencapai harga tertinggi selama empat tahun terakhir” di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan kekhawatiran atas gangguan pasokan energi global.
Dengan kondisi yang masih dinamis, pelaku pasar kini terus memantau perkembangan terbaru di kawasan tersebut sebagai indikator utama arah pergerakan harga minyak ke depan.

