LUMINASIA.ID, BOLA - Duo eks Persija Jakarta, Leonard Tupamahu dan Gunawan Dwi Cahyo, memimpin perjuangan Persiba Balikpapan dalam laga hidup-mati play-off degradasi Championship 2025/2026.
Dilansir Detik Sport, Persiba Balikpapan menghadapi laga penentuan dalam play-off degradasi Championship 2025/2026 saat bertemu Persekat Tegal pada Jumat (8/5/2026). Pertandingan tersebut menjadi duel hidup-mati bagi kedua tim demi mempertahankan tempat di kasta Championship dan menghindari degradasi ke Liga 3.
Tim berjuluk Beruang Madu datang dengan misi berat setelah hanya finis di posisi kesembilan Grup Timur dengan koleksi 19 poin. Sementara itu, Persekat Tegal yang mengumpulkan 27 poin di Grup Barat berhak tampil sebagai tuan rumah di Stadion Tri Sanja.
Sorotan tertuju pada sosok Leonard Tupamahu yang kini dipercaya menangani Persiba Balikpapan. Mantan pemain Persija Jakarta tersebut didampingi Gunawan Dwi Cahyo sebagai asisten pelatih. Kehadiran keduanya diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi Persiba dalam laga penuh tekanan tersebut.
Leonard Tupamahu bukan nama asing di sepak bola nasional. Semasa aktif bermain, pria yang akrab disapa Leo itu dikenal sebagai salah satu pemain penting Persija Jakarta pada periode 2003 hingga 2010. Ia juga sempat menjadi bagian penting Bali United ketika meraih gelar Liga 1 pada musim 2019 dan 2021/2022.
Kini, pengalaman panjang di level tertinggi sepak bola Indonesia menjadi modal penting bagi Leonard Tupamahu dalam membangkitkan mental para pemain Persiba Balikpapan. Bersama Gunawan Dwi Cahyo yang juga memiliki pengalaman besar di kompetisi nasional, keduanya berusaha menjaga Persiba tetap bertahan di Championship musim depan.
Di sisi lain, Persekat Tegal juga datang dengan motivasi tinggi. Klub berjuluk Laskar Ki Gede Sebayu itu saat ini ditangani pelatih I Putu Gede yang sebelumnya pernah melatih Arema FC dan PSS Sleman. Bermain di kandang sendiri menjadi keuntungan tersendiri bagi Persekat untuk mengamankan status mereka di Championship.
Pertandingan play-off degradasi ini diprediksi berlangsung ketat mengingat kedua tim sama-sama berada dalam tekanan besar. Selain mempertaruhkan gengsi klub, hasil pertandingan juga menentukan masa depan kedua tim di kompetisi sepak bola nasional musim depan

