LUMINASIA.ID, BOLA - Sebanyak 16 ribu tiket final Championship League antara PSS Sleman dan Garudayaksa FC habis terjual hanya dalam waktu 30 menit setelah penjualan daring dibuka. Antusiasme suporter memicu lonjakan trafik hingga puluhan ribu pengguna secara bersamaan.
Dilansir Metro TV News, atmosfer final Championship League atau Liga 2 antara PSS Sleman melawan Garudayaksa FC semakin memanas. Ribuan suporter menyerbu penjualan tiket secara daring hingga seluruh tiket pertandingan ludes hanya dalam waktu sekitar 30 menit sejak dibuka.
Manajemen PSS Sleman menyebut tingginya minat pendukung menjadi bukti besarnya dukungan masyarakat terhadap tim berjuluk Super Elang Jawa tersebut menjelang laga puncak yang akan digelar pada Minggu, 9 Mei 2026.
Executive Representative PSS Sleman, Vita Subiyakti, mengungkapkan pihaknya memahami antusiasme sekaligus kekecewaan para suporter yang belum berhasil mendapatkan tiket pertandingan final.
“Terkait penjualan tiket laga final PSS Sleman yang dinyatakan sold out dalam kurang lebih 30 menit, kami memahami tingginya antusiasme dan kekecewaan sebagian suporter yang belum berhasil mendapatkan tiket. Untuk itu, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses pembelian tiket berlangsung,” ujar Vita, Jumat, 8 Mei 2026.
Sebanyak 16 ribu lembar tiket mulai dijual pukul 19.00 WIB melalui sistem daring. Namun dalam hitungan setengah jam, seluruh tiket dinyatakan habis terjual.
Lonjakan pengakses situs penjualan tiket terjadi sangat tinggi. Berdasarkan data sistem, antrean pembelian sempat mencapai lebih dari 200 ribu TPM atau sekitar 64 ribu pengguna. Pada saat bersamaan, terdapat sekitar 9 ribu akun aktif yang mengakses situs dengan pertumbuhan trafik mencapai 2.500 pengguna per menit.
“Berdasarkan data sistem, antrean pembelian tiket sempat mencapai lebih dari 200 k tpm atau sekitar 64 ribu pengguna, dengan sekitar 9 ribu user aktif secara bersamaan di website dan pertambahan trafik mencapai kurang lebih 2.500 user per menit. Tingginya lonjakan akses ini menyebabkan sistem antrean cloudflare terus melakukan penyesuaian estimasi waktu tunggu secara otomatis,” jelasnya.
Fenomena perburuan tiket final PSS Sleman juga ramai di media sosial. Banyak pengguna internet mengunggah pengalaman mereka saat mengikuti “war tiket” pertandingan tersebut. Bahkan, sejumlah warga negara asing turut membagikan momen berburu tiket laga final yang diprediksi berlangsung sengit.
Meski pengumuman tiket habis terjual telah disampaikan manajemen klub, sebagian calon penonton masih bertahan di antrean daring dengan harapan mendapatkan sisa kuota tiket.
Vita menegaskan perubahan estimasi waktu tunggu dalam sistem bukan berarti posisi antrean pengguna tergeser atau didahului pengguna lain. Menurutnya, sistem secara otomatis menghitung ulang durasi antrean berdasarkan transaksi yang sedang berlangsung.
“Analogi sederhananya seperti antrean di kasir minimarket, ketika proses pembayaran di depan membutuhkan waktu lebih lama, maka seluruh antrean ikut menunggu lebih lama, namun posisi antrean tetap aman dan tidak berubah,” katanya.
Ia menambahkan antusiasme luar biasa dari pendukung menjadi energi tambahan bagi tim menjelang pertandingan final. Pihak klub juga mengapresiasi kesabaran dan dukungan para suporter yang terus mengawal perjalanan PSS Sleman hingga partai penentuan musim ini.
Bagi suporter yang belum memperoleh tiket, manajemen mengimbau agar tetap memberikan dukungan melalui kegiatan nonton bareng yang akan difasilitasi pemerintah daerah.
“Bagi suporter yang belum mendapatkan tiket, kami berharap tetap dapat memberikan dukungan terbaik untuk PSS Sleman melalui berbagai titik nonton bareng yang akan disiapkan oleh Pemda Kabupaten Sleman,” ungkap Vita.
Laga final antara PSS Sleman dan Garudayaksa FC diprediksi berlangsung dengan atmosfer penuh semangat, mengingat kedua tim sama-sama memiliki basis pendukung besar dan baru memastikan promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

