Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Ekonomi

Daftar 20 Negara dengan Rasio Utang Tertinggi di Dunia, Indonesia Masih Relatif Rendah

Sabtu, 9 Mei 2026 20:57
Editor: diku
  • Bagikan
Ilustrasi Hutang Negara

LUMINASIA.ID, INTERNASIONAL - Tekanan utang global terus meningkat dan menjadi perhatian banyak negara di tengah perlambatan ekonomi dunia. Laporan terbaru Institute of International Finance (IIF) menunjukkan sejumlah negara kini memiliki rasio utang yang melampaui 300 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), mencerminkan tingginya beban pembiayaan di sektor rumah tangga, korporasi, hingga pemerintah.

Dilansir CNBC, berdasarkan laporan Global Debt Monitor kuartal IV-2025, Hong Kong menempati posisi sebagai wilayah dengan total utang tertinggi di dunia. Rasio total utangnya mencapai 380 persen terhadap PDB. Sementara Jepang berada di peringkat kedua dengan rasio utang sebesar 372 persen terhadap PDB.

Tingginya rasio utang Hong Kong terutama berasal dari sektor korporasi nonkeuangan. Meski utang pemerintahnya tercatat hanya 67 persen terhadap PDB dan utang rumah tangga berada di angka 86 persen, beban utang perusahaan mencapai 227 persen terhadap PDB. Kondisi tersebut tidak lepas dari struktur ekonomi Hong Kong yang sangat bergantung pada sektor properti dan pembiayaan berbasis leverage tinggi.

Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa transaksi properti dengan pembiayaan besar telah menjadi praktik umum di Hong Kong. Aktivitas sektor properti dan industri turunannya juga memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian wilayah administratif khusus China tersebut.

Sementara itu, Jepang menghadapi tekanan utang yang berbeda. Beban utang Negeri Sakura lebih banyak berasal dari sektor pemerintah. Total utang pemerintah Jepang tercatat mencapai 199 persen terhadap PDB, menjadikannya salah satu yang tertinggi di dunia.

Lonjakan utang Jepang dipengaruhi stagnasi ekonomi berkepanjangan sejak pecahnya gelembung aset pada awal 1990-an. Untuk menjaga stabilitas ekonomi, pemerintah Jepang bersama Bank of Japan menerapkan berbagai kebijakan stimulus dan pelonggaran moneter dalam skala besar.

“Melalui kebijakan tersebut, Bank of Japan membeli obligasi pemerintah dalam jumlah besar untuk menopang aktivitas ekonomi,” demikian dikutip dari laporan yang dirilis CNBC Indonesia.

Selain Hong Kong dan Jepang, sejumlah negara maju lainnya juga masih mendominasi daftar negara dengan rasio utang tertinggi. Singapura berada di posisi ketiga dengan total utang 347 persen terhadap PDB, disusul Prancis sebesar 326 persen dan Kanada 315 persen. China juga tercatat memiliki rasio utang tinggi mencapai 298 persen terhadap PDB.

Amerika Serikat menempati posisi ketujuh dengan rasio total utang sebesar 264 persen terhadap PDB. Sementara Korea Selatan berada di angka 249 persen dan Italia mencapai 236 persen. Malaysia dan Thailand turut masuk dalam daftar dengan rasio utang masing-masing 224 persen dan 223 persen terhadap PDB.

Di kawasan Asia Tenggara, posisi Indonesia masih tergolong aman dibanding sejumlah negara lainnya. Total utang Indonesia tercatat sebesar 79 persen terhadap PDB, terdiri atas utang rumah tangga 15 persen, utang korporasi nonkeuangan 24 persen, serta utang pemerintah sebesar 40 persen terhadap PDB.

Angka tersebut jauh lebih rendah dibanding Filipina yang mencapai 96 persen, Laos 114 persen, Vietnam 161 persen, Thailand 223 persen, Malaysia 224 persen, hingga Singapura yang mencapai 347 persen terhadap PDB.

Kondisi itu menunjukkan tekanan utang Indonesia relatif lebih terkendali dibanding sejumlah negara lain, baik di kawasan Asia maupun negara maju. Meski demikian, tantangan ekonomi global, tingginya suku bunga, serta perlambatan pertumbuhan ekonomi tetap menjadi faktor yang perlu diwaspadai pemerintah dan pelaku industri ke depan.

Tags: Hutang Negara

Populer

  • 1
    Pendiri KoinWorks Ditahan Kejaksaan dalam Kasus Dugaan Korupsi Kredit Rp600 Miliar
  • 2
    Cara Login EMIS 4.0 Kemenag Terbaru 2026, Simak Panduan untuk Operator dan Guru Madrasah
  • 3
    Pertamina Beri Sanksi SPBU Wasuponda, Penyaluran Biosolar Dihentikan Sementara
  • 4
    Barcelona Bidik Bastoni, Inter Milan Pasang Harga Tinggi untuk Bek Timnas Italia
  • 5
    INET Kejar Posisi Papan Atas Industri Konektivitas Digital, Fokus Bangun Ekosistem End-to-End

Ekonomi

  • Tak Awasi Debt Collector dengan Baik, Indosaku Didenda Rp875 Juta oleh OJK
    Tak Awasi Debt Collector dengan Baik, Indosaku Didenda Rp875 Juta oleh OJK
  • Daftar 20 Negara dengan Rasio Utang Tertinggi di Dunia, Indonesia Masih Relatif Rendah
    Daftar 20 Negara dengan Rasio Utang Tertinggi di Dunia, Indonesia Masih Relatif Rendah
  • Astra Motor Journalist Competition 2026 Resmi Dimulai, Kualitas dan Kuantitas Karyan Jadi Penilaian Utama
    Astra Motor Journalist Competition 2026 Resmi Dimulai, Kualitas dan Kuantitas Karyan Jadi Penilaian Utama

Peristiwa

  • Ammar Zoni Kembali Dipindahkan ke Nusakambangan Usai Divonis 7 Tahun Penjara Kasus Narkoba
    Ammar Zoni Kembali Dipindahkan ke Nusakambangan Usai Divonis 7 Tahun Penjara Kasus Narkoba
  • Razia Lapas Salemba Diperketat, Petugas Sita Barang Terlarang dan Tes Urine Warga Binaan
    Razia Lapas Salemba Diperketat, Petugas Sita Barang Terlarang dan Tes Urine Warga Binaan
  • 252 Siswa di Jakarta Timur Diduga Keracunan MBG, Dinkes Soroti Menu Pangsit Tahu Berasa Masam
    252 Siswa di Jakarta Timur Diduga Keracunan MBG, Dinkes Soroti Menu Pangsit Tahu Berasa Masam
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID