LUMINASIA.ID, Jakarta — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Salemba, Jakarta Pusat, kembali memperketat pengawasan internal dengan menggelar razia di sejumlah blok hunian warga binaan. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah peredaran narkoba, penggunaan telepon seluler ilegal, hingga masuknya barang terlarang ke dalam area lapas.
Dilansir Antara, Kepala Lapas Salemba, Amico, mengatakan razia dilakukan secara menyeluruh dengan menyasar kamar hunian warga binaan. Dalam pemeriksaan itu, petugas masih menemukan sejumlah barang yang dilarang berada di dalam blok tahanan.
“Kami razia warga binaan dan kamar hunian. Kami masih temukan beberapa barang terlarang di beberapa blok hunian,” ujar Amico di Jakarta, Jumat (8/5).
Dari hasil pemeriksaan, petugas mengamankan sejumlah barang seperti gunting, kabel, benang, hingga alat cukur kumis. Barang-barang tersebut dinilai berpotensi mengganggu keamanan serta tidak diperbolehkan berada di dalam area hunian warga binaan.
Amico menegaskan seluruh barang hasil razia akan didata sebelum dimusnahkan. Sementara itu, warga binaan yang kedapatan menyimpan barang terlarang akan menjalani pemeriksaan lanjutan dan dikenai sanksi sesuai aturan yang berlaku di lingkungan pemasyarakatan.
“Sedangkan warga binaan akan kita lakukan pemeriksaan dan dikenakan sanksi,” katanya.
Tidak hanya melakukan razia fisik, pihak lapas juga menggelar tes urine terhadap warga binaan dan petugas lapas. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan lingkungan lapas bersih dari penyalahgunaan narkotika.
Menurut Amico, tes urine menjadi bagian dari implementasi komitmen pemasyarakatan bersih dari handphone ilegal, narkoba, dan praktik penipuan yang kerap menjadi perhatian pemerintah.
“Pemeriksaan urine ini merupakan bagian dari pelaksanaan Ikrar Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba dan Penipuan,” ujarnya.
Ia menambahkan pemeriksaan terhadap petugas lapas juga menjadi langkah penting guna menjaga profesionalitas dan integritas aparatur pemasyarakatan. Sebab, pegawai yang terpapar narkoba dinilai akan memengaruhi kualitas pelayanan serta pelaksanaan tugas di lapangan.
“Hasilnya seluruh pegawai Lapas Salemba dinyatakan negatif narkoba setelah dilakukan pemeriksaan urine, ini langkah awal yang bagus untuk performa selanjutnya,” kata Amico.
Razia dan tes urine di lingkungan lapas belakangan terus digencarkan sebagai bagian dari penguatan pengawasan internal serta pencegahan peredaran narkotika di lembaga pemasyarakatan. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya menciptakan kondisi keamanan dan ketertiban yang lebih kondusif di dalam lapas.

