Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Ekonomi

Tak Awasi Debt Collector dengan Baik, Indosaku Didenda Rp875 Juta oleh OJK

Sabtu, 9 Mei 2026 22:14
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
ilustrasi OJK

LUMINASIA.ID - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan sanksi administratif kepada PT Indosaku Digital Teknologi (Indosaku) atas ketidakpatuhan dalam pengelolaan dan pengawasan kegiatan penagihan, khususnya yang dilakukan melalui pihak ketiga.

Sanksi tersebut disampaikan OJK melalui siaran pers resmi Nomor SP 94/DKPU/OJK/V/2026 yang dirilis pada Jumat, 8 Mei 2026.

Kepala Departemen Surveillance dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi OJK, Agus Firmansyah, mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari pemeriksaan khusus yang dilakukan OJK terhadap Indosaku.

Pemeriksaan itu dilakukan untuk memastikan kepatuhan penyelenggara layanan pinjaman daring terhadap ketentuan perilaku penagihan, tata kelola penggunaan pihak ketiga, serta prinsip perlindungan konsumen.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, OJK menemukan adanya ketidakpatuhan dalam pengelolaan dan pengawasan kegiatan penagihan, terutama dalam memastikan kegiatan penagihan oleh pihak ketiga dilaksanakan secara patuh, profesional, beretika, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Agus Firmansyah.

Atas temuan tersebut, OJK menjatuhkan sejumlah sanksi administratif kepada Indosaku. Sanksi pertama berupa denda administratif sebesar Rp875 juta.

Selain itu, OJK juga memberikan peringatan tertulis kepada Direktur Utama Indosaku.

Tidak hanya itu, regulator jasa keuangan tersebut turut memerintahkan Indosaku untuk menyusun dan melaksanakan rencana tindak perbaikan terhadap kegiatan penagihan, terutama yang dilakukan melalui pihak ketiga.

Dalam rencana tindak tersebut, OJK meminta perusahaan melakukan perbaikan dan penyempurnaan kebijakan serta prosedur penagihan agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

OJK juga meminta Indosaku melakukan evaluasi menyeluruh dan penguatan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan pihak ketiga, termasuk pengaturan terkait standar perilaku, kewajiban kepatuhan, mekanisme pengawasan, sistem pelaporan, hingga sanksi.

Selain itu, perusahaan diwajibkan memperkuat mekanisme pengendalian kualitas yang mencakup aspek kinerja operasional, kepatuhan, etika, dan kualitas perilaku penagihan.

Penguatan pelatihan, pemantauan, serta evaluasi berkala terhadap tenaga penagihan juga menjadi bagian dari langkah perbaikan yang wajib dilakukan perusahaan, termasuk penyediaan mekanisme penanganan pengaduan konsumen.

Dalam keterangannya, OJK menegaskan bahwa penggunaan pihak ketiga dalam kegiatan penagihan tidak mengalihkan maupun mengurangi tanggung jawab penyelenggara layanan pinjaman daring.

“Setiap Penyelenggara wajib memastikan bahwa pihak ketiga yang ditunjuk menjalankan kegiatan penagihan secara patuh, profesional, beretika, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” kata Agus.

OJK juga meminta komitmen Direksi Indosaku untuk melaksanakan seluruh langkah perbaikan secara menyeluruh dan tepat waktu.

Regulator tersebut memastikan akan melakukan pemantauan ketat terhadap implementasi rencana tindak yang dijalankan perusahaan.

OJK menegaskan apabila di kemudian hari masih ditemukan ketidakpatuhan atau pelanggaran lanjutan, maka langkah pengawasan dan penegakan hukum yang lebih tegas akan dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Tidak hanya kepada Indosaku, OJK juga meminta seluruh pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) untuk terus memperkuat pengawasan terhadap aktivitas penagihan kepada konsumen, termasuk yang dilakukan melalui pihak ketiga.

Menurut OJK, seluruh kegiatan penagihan wajib dilakukan sesuai kode etik dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk segera menyampaikan pengaduan kepada OJK apabila mengalami praktik penagihan yang mengandung ancaman, intimidasi, pelecehan, penyebaran data pribadi, maupun tindakan lain yang tidak sesuai aturan.

OJK menilai perlindungan konsumen juga harus diimbangi dengan tanggung jawab masyarakat dalam menggunakan layanan jasa keuangan.

Karena itu, debitur diminta memahami hak dan kewajibannya, menilai kemampuan bayar sebelum meminjam, serta memenuhi kewajiban pembayaran sesuai perjanjian.

Masyarakat juga diimbau menggunakan layanan keuangan secara bijaksana, bertanggung jawab, dan sesuai kebutuhan.

Selain itu, masyarakat diminta tidak menggunakan pinjaman di luar kemampuan bayar dan hanya meminjam dari penyelenggara jasa keuangan yang berizin dan diawasi oleh OJK.

Melalui langkah tersebut, OJK kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga disiplin pasar, memperkuat tata kelola industri jasa keuangan, serta meningkatkan perlindungan konsumen guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sektor jasa keuangan nasional.

Tags: Otoritas Jasa Keuangan OJK

Baca Juga

Meski IHSG Melemah, OJK Pastikan Stabilitas Sektor Keuangan Tetap Terjaga
Meski IHSG Melemah, OJK Pastikan Stabilitas Sektor Keuangan Tetap Terjaga
Saat PHK Mendadak Bikin Bingung, Reksa Dana Jadi Penopang Keuangan yang Aman
Saat PHK Mendadak Bikin Bingung, Reksa Dana Jadi Penopang Keuangan yang Aman
Satgas PASTI Hentikan 953 Pinjol dan Investasi Ilegal, Ratusan Rekening Diblokir
Satgas PASTI Hentikan 953 Pinjol dan Investasi Ilegal, Ratusan Rekening Diblokir
Ini Daftar Lengkap 951 Entitas Pinjol Ilegal yang Dihentikan Satgas Pasti
Ini Daftar Lengkap 951 Entitas Pinjol Ilegal yang Dihentikan Satgas Pasti
Perbankan Sulsel Didorong Terapkan GRC, LPS Perkuat Kolaborasi dengan OJK
Perbankan Sulsel Didorong Terapkan GRC, LPS Perkuat Kolaborasi dengan OJK
OJK Desak BNI Tuntaskan Kasus Dugaan Penyimpangan Dana Nasabah di KCP Aek Nabara
OJK Desak BNI Tuntaskan Kasus Dugaan Penyimpangan Dana Nasabah di KCP Aek Nabara

Populer

  • 1
    Pendiri KoinWorks Ditahan Kejaksaan dalam Kasus Dugaan Korupsi Kredit Rp600 Miliar
  • 2
    Cara Login EMIS 4.0 Kemenag Terbaru 2026, Simak Panduan untuk Operator dan Guru Madrasah
  • 3
    Barcelona Bidik Bastoni, Inter Milan Pasang Harga Tinggi untuk Bek Timnas Italia
  • 4
    INET Kejar Posisi Papan Atas Industri Konektivitas Digital, Fokus Bangun Ekosistem End-to-End
  • 5
    Promotor Beri Sinyal Kuat, Konser Perdana The Weeknd di Indonesia Makin Dekat

Ekonomi

  • Tak Awasi Debt Collector dengan Baik, Indosaku Didenda Rp875 Juta oleh OJK
    Tak Awasi Debt Collector dengan Baik, Indosaku Didenda Rp875 Juta oleh OJK
  • Daftar 20 Negara dengan Rasio Utang Tertinggi di Dunia, Indonesia Masih Relatif Rendah
    Daftar 20 Negara dengan Rasio Utang Tertinggi di Dunia, Indonesia Masih Relatif Rendah
  • Astra Motor Journalist Competition 2026 Resmi Dimulai, Kualitas dan Kuantitas Karyan Jadi Penilaian Utama
    Astra Motor Journalist Competition 2026 Resmi Dimulai, Kualitas dan Kuantitas Karyan Jadi Penilaian Utama

Peristiwa

  • Ammar Zoni Kembali Dipindahkan ke Nusakambangan Usai Divonis 7 Tahun Penjara Kasus Narkoba
    Ammar Zoni Kembali Dipindahkan ke Nusakambangan Usai Divonis 7 Tahun Penjara Kasus Narkoba
  • Razia Lapas Salemba Diperketat, Petugas Sita Barang Terlarang dan Tes Urine Warga Binaan
    Razia Lapas Salemba Diperketat, Petugas Sita Barang Terlarang dan Tes Urine Warga Binaan
  • 252 Siswa di Jakarta Timur Diduga Keracunan MBG, Dinkes Soroti Menu Pangsit Tahu Berasa Masam
    252 Siswa di Jakarta Timur Diduga Keracunan MBG, Dinkes Soroti Menu Pangsit Tahu Berasa Masam
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID