LUMINASIA.ID - Seiring meningkatnya penggunaan layanan finansial digital di Sulawesi Selatan, khususnya di Kota Makassar yang menjadi salah satu pusat pendidikan dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur, edukasi mengenai pengelolaan keuangan digital dinilai semakin penting bagi kalangan mahasiswa.
Kegiatan edukasi dan literasi pinjaman daring bertajuk Duit Digital: Pintar Genggam Keuangan Bersama Pindar diselenggarakan Jumat (22/5/2026) di Universitas Hasanuddin, Makassar. Kegiatan ini diikuti peserta dari kalangan mahasiswa dan mahasiswi.
Dipaparkan dalam rilisnya kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pengelolaan keuangan digital yang bijak, aman, dan bertanggung jawab di tengah perkembangan layanan finansial berbasis teknologi yang semakin pesat.
Baca: Ini Daftar Pinjol atau Pindar Resmi Terdaftar OJK di Bulan Desember 2025
Acara tersebut menghadirkan sejumlah pelaku industri pinjaman daring (pindar) untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya literasi keuangan, mengenali layanan pinjaman daring legal, hingga memahami risiko penyalahgunaan layanan keuangan digital.
Internal Audit PT Kreditku Teknologi Indonesia (Kredinesia), Suardi, menyampaikan bahwa kemudahan akses layanan digital perlu diimbangi dengan pemahaman finansial yang baik agar masyarakat tidak terjebak dalam penggunaan layanan secara tidak bijak.
“Mahasiswa perlu memahami pentingnya menggunakan layanan pinjaman daring secara bijak, mengenali legalitas platform, serta menghindari keputusan finansial yang impulsif,” ujar Suardi.
Ia menjelaskan, perkembangan teknologi digital memang memberikan banyak kemudahan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam akses layanan keuangan. Namun di sisi lain, masyarakat juga perlu memahami risiko yang dapat muncul apabila tidak memiliki literasi finansial yang memadai.
Baca: OJK Ajak Generasi Muda Pahami Risiko Investasi Kripto dan Tokenisasi Aset
Menurutnya, generasi muda perlu lebih kritis dalam memilih layanan keuangan digital dan memastikan platform yang digunakan telah memiliki izin resmi serta berada di bawah pengawasan otoritas terkait.
Sementara itu, Brand & Digital Marketing Manager PT Info Tekno Siaga (AdaPundi), Apriliana Situmorang, mengatakan literasi digital dan literasi keuangan harus berjalan beriringan dengan perkembangan teknologi yang terus bergerak cepat.
“Generasi muda perlu memiliki pemahaman yang cukup agar dapat memanfaatkan layanan keuangan digital secara aman, cerdas, dan produktif,” kata Apriliana Situmorang.
Ia menilai mahasiswa menjadi salah satu kelompok yang sangat dekat dengan perkembangan teknologi digital sehingga perlu dibekali pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang sehat sejak dini.
Menurut Apriliana, pemahaman tersebut penting agar generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu mengambil keputusan finansial yang tepat dan bertanggung jawab.
Baca: OJK Ingatkan Ibu Rumah Tangga Waspada Penipuan Keuangan
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk risiko yang kerap muncul dalam penggunaan layanan digital, termasuk potensi penipuan online hingga penyalahgunaan data pribadi.
Direktur IT PT Solid Fintek Indonesia (AdaModal), Jacky Lim, mengingatkan pentingnya menjaga keamanan data pribadi saat menggunakan layanan digital, terutama di tengah maraknya kasus penipuan berbasis teknologi.
“Masyarakat harus lebih waspada terhadap penipuan digital dan memastikan menggunakan platform yang legal serta diawasi oleh otoritas resmi,” ungkap Jacky Lim.
Ia mengatakan keamanan data pribadi menjadi salah satu aspek penting yang harus diperhatikan pengguna layanan digital. Menurutnya, masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam membagikan informasi pribadi di internet maupun aplikasi keuangan digital.
Selain sesi pemaparan materi, kegiatan edukasi ini juga berlangsung interaktif melalui diskusi dan tanya jawab bersama peserta. Para mahasiswa tampak antusias mengikuti pembahasan mengenai pengelolaan keuangan digital, penggunaan layanan pinjaman online secara bijak, hingga tips menghindari jebakan pinjaman ilegal.
Melalui kegiatan ini, perusahaan pindar yang hadir berharap generasi muda Makassar dapat menjadi masyarakat digital yang lebih cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan.
Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat mendorong terciptanya ekosistem keuangan digital yang sehat, aman, dan inklusif di Sulawesi Selatan, khususnya di kalangan generasi muda dan mahasiswa.

