Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Makassar

Utang Pinjaman Daring Warga Sulsel Tembus Rp2,18 Triliun, Tumbuh 36 Persen Sepanjang Tahun

Rabu, 26 November 2025 17:46
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, dalam media gathering bersama wartawan di Hotel The Alana, Malang, Minggu (23/11/2025).

LUMINASIA.ID - Outstanding pinjaman atau utang berjalan masyarakat Sulawesi Selatan melalui layanan fintech Peer-to-Peer (P2P) lending atau yangs ekarang disebut pinjaman daring terus meningkat dan mencapai Rp2,18 triliun pada Agustus 2025.

Angka ini tumbuh 36 persen secara tahunan (yoy), menunjukkan bahwa pinjaman digital semakin menjadi pilihan pembiayaan masyarakat dan pelaku usaha di daerah.

Penegasan tersebut disampaikan Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, dalam media gathering bersama wartawan di Hotel The Alana, Malang, Minggu (23/11/2025).

Muchlasin menjelaskan bahwa kenaikan pinjaman fintech di Sulawesi Selatan mencerminkan semakin tingginya akses masyarakat terhadap layanan keuangan digital.

“Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki alternatif pembiayaan yang lebih cepat dan fleksibel. Namun, literasi keuangan juga harus meningkat agar pemanfaatannya tetap sehat dan tidak menimbulkan risiko bagi konsumen,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Muchlasin merinci bahwa outstanding pinjaman fintech di Sulsel sebelumnya berada pada level Rp1,60 triliun pada Agustus 2024, kemudian naik menjadi Rp1,69 triliun pada Desember 2024, dan kembali meningkat signifikan menjadi Rp2,18 triliun pada Agustus 2025.

Lonjakan tersebut memperlihatkan pertumbuhan pengguna, peningkatan kebutuhan pembiayaan, dan meluasnya jangkauan fintech hingga wilayah kabupaten/kota.

Meskipun pertumbuhan pembiayaan digital terus menguat, OJK menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap penyalahgunaan fintech ilegal.

Muchlasin menegaskan bahwa OJK Sulselbar secara rutin melakukan sosialisasi Waspada Keuangan Ilegal yang melibatkan berbagai komunitas, pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, hingga media. Tujuannya memastikan masyarakat memahami risiko pinjaman digital dan dapat membedakan layanan resmi yang terdaftar di OJK.

“Kami ingin masyarakat memperoleh manfaat dari layanan keuangan digital, tetapi tetap terlindungi. Edukasi dan literasi keuangan menjadi kunci,” tegasnya.

OJK juga mencatat bahwa peningkatan pinjaman fintech turut berkontribusi terhadap aktivitas ekonomi daerah, terutama bagi pelaku usaha mikro dan kecil yang membutuhkan akses pembiayaan cepat untuk permodalan.

Dalam kesempatan tersebut, Muchlasin memastikan bahwa pihaknya akan terus memperkuat pengawasan terhadap penyelenggara fintech lending serta meningkatkan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menekan risiko gagal bayar dan potensi penyalahgunaan pinjaman digital.

Dengan pertumbuhan outstanding pinjaman yang mencapai Rp2,18 triliun, OJK menilai kebutuhan pembiayaan masyarakat Sulawesi Selatan melalui platform digital akan terus berkembang, namun tetap harus diimbangi dengan peningkatan literasi, pengawasan, dan penggunaan yang bertanggung jawab.

Tags: utang pinjol pinjaman daring OJK Kepala OJK Sulselbar Moch Muchlasin

Baca Juga

Donor Darah OJK Kolaborasi FKIJK Sulselbar Sukses Kumpul 140 Kantong
Donor Darah OJK Kolaborasi FKIJK Sulselbar Sukses Kumpul 140 Kantong
OJK Percepat Reformasi Pasar Modal, Dorong Likuiditas dan Kepercayaan Investor
OJK Percepat Reformasi Pasar Modal, Dorong Likuiditas dan Kepercayaan Investor
Friderica Widyasari Dewi Ditunjuk sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK Pengganti
Friderica Widyasari Dewi Ditunjuk sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK Pengganti
Pimpinan OJK Kompak Mengundurkan Diri, Ketua Dewan Komisioner hingga Wakil Ketua
Pimpinan OJK Kompak Mengundurkan Diri, Ketua Dewan Komisioner hingga Wakil Ketua
OJK Tegaskan Stabilitas Terjaga Meski Pimpinan Mundur di Tengah Gejolak IHSG
OJK Tegaskan Stabilitas Terjaga Meski Pimpinan Mundur di Tengah Gejolak IHSG
Petani dan Nelayan Takalar Dapat Edukasi Literasi Keuangan dari OJK
Petani dan Nelayan Takalar Dapat Edukasi Literasi Keuangan dari OJK

Populer

  • 1
    Stephen Curry Ungkap Peran Keluarga di Balik Ketangguhan Kariernya di NBA
  • 2
    Zulkifli Terpilih Nahkodai PGRI Cabang Bajeng Lima Tahun ke Depan
  • 3
    Harga Emas Hari Ini Antam Turun Rp43.000, Pecahan 1 Gram Kini Rp2.904.000
  • 4
    Strategi Sony Menahan PS6: PS5 Masih Jadi Andalan, Generasi Baru Datang 2028?
  • 5
    Harga Emas Hari Ini, Antam Jadi Rp2,95 Juta

Ekonomi

  • Harga Emas Antam di Makassar Hari Ini Stabil, Pecahan 1 Gram Tembus Rp2,95 Juta
    Harga Emas Antam di Makassar Hari Ini Stabil, Pecahan 1 Gram Tembus Rp2,95 Juta
  • Saham BMRI Masuk dalam Saham dengan Pembelian ASing Terbesar
    Saham BMRI Masuk dalam Saham dengan Pembelian ASing Terbesar
  • Harga Emas Hari Ini, Antam Mulai Rp1,527 Juta
    Harga Emas Hari Ini, Antam Mulai Rp1,527 Juta

Peristiwa

  • Perbedaan Awal Ramadhan 2026 Jadi Ruang Edukasi Ilmiah dan Toleransi Umat
    Perbedaan Awal Ramadhan 2026 Jadi Ruang Edukasi Ilmiah dan Toleransi Umat
  • Sambut Ramadhan, PHI Bersih-Bersih Masjid Anshar Somba Opu
    Sambut Ramadhan, PHI Bersih-Bersih Masjid Anshar Somba Opu
  • Kerry Adrianto Dituntut 18 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Minyak, Anak Buron Riza Chalid Minta Keadilan ke Prabowo Subianto
    Kerry Adrianto Dituntut 18 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Minyak, Anak Buron Riza Chalid Minta Keadilan ke Prabowo Subianto
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID