Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Ekonomi

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Unismuh Makassar Perkuat Kampus Hijau melalui SWSC dan Prodi Kehutanan

Kamis, 4 Juni 2026 17:53
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap 5 Juni dimanfaatkan Unismuh Makassar untuk memperkuat edukasi


LUMINASIA.ID, MAKASSAR — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar memperkuat kontribusinya dalam pelestarian lingkungan melalui pengelolaan sampah berkelanjutan dan pengembangan pendidikan kehutanan.

Upaya tersebut dijalankan melalui Sustainable Waste Solutions Center (SWSC) dan Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Unismuh Makassar.

Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap 5 Juni dimanfaatkan Unismuh Makassar untuk memperkuat edukasi dan mendorong perubahan perilaku masyarakat terhadap lingkungan.

Kepala Pusat SWSC Unismuh Makassar, Dr. Fatmawati A. Mappasere, M.Si., mengatakan persoalan sampah masih menjadi tantangan besar yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Menurut Fatmawati, selama ini sampah sering dianggap sebagai tanggung jawab petugas kebersihan atau pemerintah semata. Padahal, sampah berasal dari aktivitas sehari-hari masyarakat sehingga pengelolaannya harus dimulai dari sumbernya.

“Pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya, baik di rumah, kampus, kantor, kantin, maupun ruang publik,” kata Fatmawati saat dikonfirmasi di Kampus Unismuh Makassar, Kamis (4/6/2026).

Ia menilai langkah sederhana seperti memilah sampah organik dan anorganik dapat membantu mengurangi beban lingkungan.

Melalui SWSC, Unismuh Makassar menjalankan program pengelolaan sampah berbasis pemilahan dari sumbernya di lingkungan kampus.

Program tersebut menyasar unit kerja, lembaga, ruang kelas, kantin, dan area publik kampus.

Sampah anorganik seperti botol plastik, gelas plastik, kardus, dan kertas dikumpulkan melalui sistem Bank Sampah yang dikelola SWSC.

Fatmawati menjelaskan Bank Sampah SWSC telah melibatkan sejumlah nasabah, termasuk tenaga cleaning service kampus.

Sampah yang telah dipilah kemudian dikumpulkan, ditimbang, dicatat, dan dikonversi menjadi nilai ekonomi bagi para nasabah.

“Sampah tidak lagi dilihat sebagai barang buangan, tetapi sebagai sumber daya yang masih bisa memberi manfaat,” ujarnya.

Selain sampah anorganik, SWSC juga mengelola sampah organik melalui komposter dan budidaya maggot.

Sampah berupa sisa makanan dan daun diolah menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan lingkungan.

SWSC juga terlibat dalam edukasi pengelolaan sampah di sekolah melalui Program Sekolah Bebas Sampah di SMP Unismuh Makassar.

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Tim Pengabdian kepada Masyarakat Unismuh Makassar, SWSC, dan SMP Unismuh Makassar.

Dalam program itu, siswa mendapatkan pelatihan mengenai pemilahan sampah dan pengelolaan sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomi.

Siswa juga mendapat pelatihan pengolahan sampah organik menjadi pupuk organik cair dan eco enzyme.

Mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas SWSC turut memberikan demonstrasi teknik pemilahan dan pengolahan sampah.

Fatmawati menilai mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan lingkungan.

“Perubahan tidak cukup hanya dengan imbauan, tetapi harus dilakukan bersama-sama melalui contoh dan pendampingan,” katanya.

Karena itu, SWSC mengembangkan edukasi melalui sosialisasi langsung, poster, video edukasi, grup percakapan, dan media sosial.

Sementara itu, Ketua Program Studi Kehutanan Unismuh Makassar, Ir. Jauhar Mukti, S.Hut., M.Hut., IPM., mengatakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi pengingat pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan.

Menurut Jauhar, keberlanjutan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama seluruh pihak.

“Keberlanjutan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga dunia pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat harus berkolaborasi dalam menjaga bumi demi generasi mendatang,” ujar Jauhar.

Ia menjelaskan Indonesia masih menghadapi berbagai persoalan lingkungan, termasuk deforestasi dan degradasi lahan.

Selain itu, perubahan tata guna lahan, pencemaran lingkungan, dan perubahan iklim juga menjadi tantangan serius.

Di Sulawesi Selatan, berkurangnya tutupan hutan di kawasan hulu menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian.

Peningkatan risiko banjir dan longsor juga menjadi dampak yang perlu diantisipasi.

Jauhar mengatakan perubahan iklim memberikan dampak signifikan terhadap sektor kehutanan.

Perubahan pola curah hujan dan peningkatan suhu dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman hutan.

Kondisi tersebut juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Prodi Kehutanan Unismuh Makassar mengembangkan Hutan Pendidikan Unismuh Makassar.

Kawasan tersebut difungsikan sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat berbasis agroforestri kopi.

Hutan Pendidikan Unismuh Makassar juga dirancang sebagai laboratorium alam yang mengintegrasikan konservasi, pendidikan, penelitian, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Melalui pengembangan tersebut, kami berharap Hutan Pendidikan Unismuh Makassar mampu memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan, sehingga terwujud cita-cita ‘Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera’,” kata Jauhar.

Selain agroforestri kopi, Prodi Kehutanan juga mengembangkan pemanfaatan hasil hutan bukan kayu.

Program lain yang dikembangkan adalah ekowisata dan konsep Shinrin-yoku atau forest bathing.

Mahasiswa kehutanan juga dilibatkan dalam kegiatan konservasi, rehabilitasi lahan, penelitian lapangan, kampanye lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

Dosen dan mahasiswa Prodi Kehutanan Unismuh Makassar saat ini melakukan berbagai penelitian terkait agroforestri kopi berkelanjutan.

Penelitian juga dilakukan pada bidang rehabilitasi hutan dan lahan, penyimpanan karbon, serta mitigasi perubahan iklim.

Dalam momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia, SWSC dan Prodi Kehutanan Unismuh Makassar mengajak masyarakat memulai langkah sederhana untuk menjaga lingkungan.

Langkah tersebut antara lain mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah, mengolah sampah organik, menanam pohon, serta menghemat air dan energi.

Melalui SWSC dan Program Studi Kehutanan, Unismuh Makassar terus memperkuat perannya sebagai kampus yang mendorong praktik keberlanjutan lingkungan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Tags: Unismuh Makassar universitas muhammadyah Hari Lingkungan Hidup

Baca Juga

Tiga Tahun Bermitra, Unismuh Makassar & Universiti Malaysia Kelantan Perkuat Jejaring Global Lewat MoU Baru
Tiga Tahun Bermitra, Unismuh Makassar & Universiti Malaysia Kelantan Perkuat Jejaring Global Lewat MoU Baru
Unismuh Makassar dan Unimen Perkuat Budaya Saling Belajar Antarperguruan Tinggi Muhammadiyah
Unismuh Makassar dan Unimen Perkuat Budaya Saling Belajar Antarperguruan Tinggi Muhammadiyah
Dosen PKO Unismuh Prediksi Spanyol Juarai Piala Dunia 2026
Dosen PKO Unismuh Prediksi Spanyol Juarai Piala Dunia 2026
Dari S-1 hingga S-3 Selalu Bersama, Pasangan Suami Istri Dosen PGSD Unismuh Makassar Raih Gelar Doktor di Hari yang Sama
Dari S-1 hingga S-3 Selalu Bersama, Pasangan Suami Istri Dosen PGSD Unismuh Makassar Raih Gelar Doktor di Hari yang Sama
Baru Berdiri, Prodi Pendidikan Profesi Bidan Unismuh Langsung Raih Akreditasi Unggul
Baru Berdiri, Prodi Pendidikan Profesi Bidan Unismuh Langsung Raih Akreditasi Unggul
Milad ke-109 Aisyiyah Makassar, Wali Kota Ajak Perkuat Kolaborasi Bangun Pendidikan dan Karakter Generasi Muda
Milad ke-109 Aisyiyah Makassar, Wali Kota Ajak Perkuat Kolaborasi Bangun Pendidikan dan Karakter Generasi Muda

Populer

  • 1
    DPP ICATT Bersama 10 Organisasi Lintas Agama Gelar Kampanye Publik Anti-IRET, Teguhkan Harmoni dan Perkuat Ketahanan Nasional
  • 2
    Pencinta Bollywood di Makassar Gelar Event Akbar Semarak Bollywood, Jadi Ruang Ekspresi Seni dan Budaya
  • 3
    Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 20 Juli 2026
  • 4
    Link Nonton Online Terikat Janji Full Episode, Dibintangi Arya Saloka Tayang di YouTube hingga Netflix
  • 5
    Jangan Lewatkan Diskon 30 Persen Tiket Kapal PELNI, Promo Berlaku Hingga 15 Agustus 2026

Ekonomi

  • Telkomsel Kantongi Spektrum 100 MHz, Perkuat Jaringan 5G dan Pengalaman Digital Masyarakat Indonesia
    Telkomsel Kantongi Spektrum 100 MHz, Perkuat Jaringan 5G dan Pengalaman Digital Masyarakat Indonesia
  • Biosolar B50 Makin Mudah Dicari! Kini Tersedia di 457 SPBU se-Sulawesi, 110 Khusus Sulsel
    Biosolar B50 Makin Mudah Dicari! Kini Tersedia di 457 SPBU se-Sulawesi, 110 Khusus Sulsel
  • Jangan Lewatkan Diskon 30 Persen Tiket Kapal PELNI, Promo Berlaku Hingga 15 Agustus 2026
    Jangan Lewatkan Diskon 30 Persen Tiket Kapal PELNI, Promo Berlaku Hingga 15 Agustus 2026

Peristiwa

  • Polisi Bantah Kriminalisasi Eks Wakapolri Oegroseno, Penyelidikan Kasus Lahan Ciputat dan Lembang Masih Berjalan
    Polisi Bantah Kriminalisasi Eks Wakapolri Oegroseno, Penyelidikan Kasus Lahan Ciputat dan Lembang Masih Berjalan
  • Baharuddin Lopa Pilih Naik Angkot demi Jaga Integritas, Tolak Gunakan Mobil Dinas untuk Urusan Pribadi
    Baharuddin Lopa Pilih Naik Angkot demi Jaga Integritas, Tolak Gunakan Mobil Dinas untuk Urusan Pribadi
  • Demokrasi Armenia Hadapi Ancaman Internal di Tengah Perebutan Pengaruh Rusia dan Uni Eropa
    Demokrasi Armenia Hadapi Ancaman Internal di Tengah Perebutan Pengaruh Rusia dan Uni Eropa
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID