Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Makassar

DPP ICATT Bersama 10 Organisasi Lintas Agama Gelar Kampanye Publik Anti-IRET, Teguhkan Harmoni dan Perkuat Ketahanan Nasional

Selasa, 21 Juli 2026 12:38
Editor: diku
  • Bagikan
Kampanye Anti Intoleransi di CFD Boulevard

LUMINASIA.ID, Makassar – Semangat persatuan dan kebersamaan mewarnai kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Boulevard, Makassar, Minggu (19/7/2026). Ribuan masyarakat yang berolahraga disambut pemandangan berbeda ketika sebelas organisasi lintas agama dan lembaga kerukunan bersatu menggelar Kampanye Publik Anti Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET).

Mengusung tema "Merawat Harmoni, Memperkuat Persatuan: Bersama Menolak Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme", kegiatan ini menjadi simbol nyata bahwa keberagaman merupakan kekuatan bangsa yang harus terus dirawat. Melalui tagline "CFD Harmoni: Jalan Sehat, Pikiran Sehat, Indonesia Kuat", masyarakat diajak tidak hanya menjaga kesehatan jasmani, tetapi juga membangun pola pikir yang terbuka, inklusif, dan menjunjung tinggi nilai toleransi.

Kampanye publik ini merupakan hasil kolaborasi Dewan Pengurus Pusat Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (DPP ICATT) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah (PGIW) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, Keuskupan Agung Makassar, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sulawesi Selatan, DPD WALUBI Sulawesi Selatan, Permabudhi Sulawesi Selatan, Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Sulawesi Selatan, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Selatan, Forum Kemanusiaan Lintas Agama (FKLA) Sulawesi Selatan, dan Pemuda Lintas Agama (PELITA) FKUB Sulawesi Selatan.

Kolaborasi sebelas organisasi lintas agama dan lembaga kerukunan tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga persatuan bangsa, memperkuat toleransi, serta membangun ketahanan nasional melalui sinergi antarumat beragama. Kebersamaan ini menjadi bukti bahwa perbedaan keyakinan bukan penghalang untuk bersatu menghadapi berbagai tantangan kebangsaan sekaligus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ketua MUI Sulawesi Selatan, Prof. Dr. KH. Nadjamuddin Abduh Shafa, Lc., M.A., menegaskan bahwa seluruh agama mengajarkan nilai-nilai perdamaian dan persaudaraan.

"Hari ini kita berkumpul untuk menegaskan komitmen bersama dalam menjaga persatuan, kebersamaan, serta membangun kehidupan yang damai dan harmonis. Apa pun latar belakang agama kita, seluruh agama mengajarkan umatnya hidup berdampingan dalam kedamaian. Karena itu, mari terus menjaga persatuan dan bersama-sama mewujudkan Sulawesi Selatan yang damai, rukun, dan harmonis," ujarnya.

Ketua FKUB Sulawesi Selatan, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., M.Ag., mengapresiasi sinergi yang dibangun seluruh organisasi lintas agama. Menurutnya, kebersamaan tersebut menjadi bukti bahwa keberagaman merupakan kekuatan untuk memperkokoh persatuan.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh majelis agama yang hadir dan bersama-sama menyelenggarakan kampanye melawan intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa Makassar adalah rumah bagi perdamaian dan harmoni. Semoga semangat ini menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia bahkan bagi masyarakat dunia," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP ICATT, H. Mallingkai Ilyas, menegaskan bahwa kampanye publik tersebut merupakan bagian dari gerakan bersama untuk memperkuat ketahanan nasional melalui penguatan moderasi beragama dan kolaborasi lintas agama.

"Kolaborasi ini mempertemukan umat beragama dalam satu gerakan bersama untuk memperkuat ketahanan nasional dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan dewasa ini, sekaligus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berangkat dari kesadaran bahwa perdamaian dan persatuan adalah tanggung jawab bersama, seluruh organisasi lintas agama yang terlibat menegaskan komitmennya untuk merawat harmoni, memperkuat moderasi beragama, memperkokoh persaudaraan kebangsaan, serta mencegah berkembangnya paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme yang dapat mengancam persatuan bangsa," ujarnya.

Mallingkai menambahkan bahwa ancaman terhadap persatuan bangsa saat ini tidak hanya hadir dalam bentuk aksi kekerasan, tetapi juga melalui penyebaran ujaran kebencian, provokasi, hoaks, serta narasi intoleransi di ruang digital.

"Karena itu, kampanye ini tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ini adalah awal dari gerakan bersama yang harus hidup di tengah masyarakat. Kita ingin menghadirkan ruang-ruang publik sebagai ruang edukasi, ruang dialog, dan ruang kolaborasi untuk memperkuat toleransi, memperkokoh persaudaraan, serta membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga Indonesia adalah tanggung jawab kita bersama," katanya.

Ia juga mengajak generasi muda menjadi pelopor perdamaian dengan memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan narasi positif, memperkuat literasi digital, dan menangkal penyebaran paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Majelis Pertimbangan PGIW Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara Pdt. Adrie O. Massie, Ketua Komisi Kerasulan Awam dan Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Makassar Pastor Albert Arina, Ketua PHDI Sulawesi Selatan Gede Durahman, Ketua Permabudhi Sulawesi Selatan Yongris Lao, perwakilan DPD WALUBI Sulawesi Selatan Vicky Relwani, Ketua MATAKIN Sulawesi Selatan dr. Ferdy Sutono, Ketua FKLA Sulawesi Selatan Prof. Mustari Bosra, Sekretaris PELITA FKUB Sulawesi Selatan Sultriana, Pembimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan I Gusti Ayu Uik Astutik, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar H. Muhammad, Sekretaris PW Muslimat NU Sulawesi Selatan Hj. Mardiwaty Yunus, serta sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, organisasi kepemudaan, dan pegiat kerukunan dari berbagai agama.

Kampanye tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang memadati kawasan Car Free Day. Banyak pengunjung berhenti mendengarkan orasi kebangsaan, berdialog dengan para tokoh agama, menandatangani deklarasi dukungan, hingga mengabadikan momen bersama sebagai simbol komitmen menjaga kerukunan.

Selain memberikan edukasi mengenai bahaya intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme, para peserta juga membagikan stiker serta pesan-pesan perdamaian sebagai ajakan memperkuat sikap saling menghormati di tengah keberagaman. Suasana Car Free Day yang biasanya identik dengan olahraga dan rekreasi pun berubah menjadi ruang edukasi publik yang hangat, inklusif, dan penuh semangat kebangsaan.

Melalui gerakan bersama ini, seluruh organisasi penyelenggara berharap semangat "Merawat Harmoni, Memperkuat Persatuan" tidak berhenti pada deklarasi semata, tetapi terus berkembang menjadi gerakan sosial yang berkelanjutan melalui edukasi, dialog lintas agama, pemberdayaan generasi muda, serta kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga Indonesia dari ancaman intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.

Dari ruang publik Car Free Day Makassar, sebelas organisasi lintas agama menunjukkan bahwa keberagaman bukan sekadar identitas yang harus dihormati, melainkan kekuatan yang harus dirawat bersama. Ketika tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, pemerintah, dan masyarakat bergandengan tangan, harmoni akan semakin kokoh, persatuan semakin kuat, dan ketahanan nasional akan terus terjaga demi Indonesia yang damai, rukun, dan berkeadaban.

Tags: Kampanye Anti Intoleransi CFD Boulevard

Baca Juga

Camat Panakkukang Bakal Tertibkan UMKM CFD Boulevard, Jumlahnya Capai 800
Camat Panakkukang Bakal Tertibkan UMKM CFD Boulevard, Jumlahnya Capai 800

Populer

  • 1
    Serunya Lomba Balance Bike di Pekan Olahraga NIPAH, DIikuti 95 Atlet Cilik
  • 2
    DPP ICATT Bersama 10 Organisasi Lintas Agama Gelar Kampanye Publik Anti-IRET, Teguhkan Harmoni dan Perkuat Ketahanan Nasional
  • 3
    Pencinta Bollywood di Makassar Gelar Event Akbar Semarak Bollywood, Jadi Ruang Ekspresi Seni dan Budaya
  • 4
    Harga BBM Pertamina Hari Ini, Pertalite hingga Biosolar
  • 5
    Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 20 Juli 2026

Ekonomi

  • AHM Tegaskan Perlindungan Merek Oli Resmi, Asmo Sulsel Dukung Upaya Lindungi Konsumen
    AHM Tegaskan Perlindungan Merek Oli Resmi, Asmo Sulsel Dukung Upaya Lindungi Konsumen
  • Asmo Sulsel Perkuat UMKM Binaan KT Cokonuri yang Ubah Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai
    Asmo Sulsel Perkuat UMKM Binaan KT Cokonuri yang Ubah Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai
  • Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Dijual Rp2,61 Juta per Gram
    Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Dijual Rp2,61 Juta per Gram

Peristiwa

  • Polisi Bantah Kriminalisasi Eks Wakapolri Oegroseno, Penyelidikan Kasus Lahan Ciputat dan Lembang Masih Berjalan
    Polisi Bantah Kriminalisasi Eks Wakapolri Oegroseno, Penyelidikan Kasus Lahan Ciputat dan Lembang Masih Berjalan
  • Baharuddin Lopa Pilih Naik Angkot demi Jaga Integritas, Tolak Gunakan Mobil Dinas untuk Urusan Pribadi
    Baharuddin Lopa Pilih Naik Angkot demi Jaga Integritas, Tolak Gunakan Mobil Dinas untuk Urusan Pribadi
  • Demokrasi Armenia Hadapi Ancaman Internal di Tengah Perebutan Pengaruh Rusia dan Uni Eropa
    Demokrasi Armenia Hadapi Ancaman Internal di Tengah Perebutan Pengaruh Rusia dan Uni Eropa
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID