LUMINASIA.ID, MAKASSAR — Balai Penegakan Hukum Lingkungan Hidup (Gakkum LH) Wilayah Sulawesi turut menghadiri puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia 2026 yang digelar di Kota Makassar, Sabtu (6/6/2026).
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini mengusung tema "Act Now for Climate, Saatnya Bekerja untuk Iklim" sebagai ajakan memperkuat aksi nyata menghadapi krisis lingkungan global yang meliputi perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Muhammad Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi triple planetary crisis yang membutuhkan keterlibatan seluruh pihak untuk mengatasinya.
"Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 menjadi momentum bagi kita semua untuk merenung, menyadari kesalahan, dan bergerak memperbaiki hubungan kita dengan alam," ujar Muhammad Jumhur Hidayat dalam rangkaian peringatan HLH 2026.
Menurutnya, salah satu persoalan lingkungan yang paling nyata saat ini adalah masalah sampah. Indonesia menghasilkan sekitar 51 juta ton sampah setiap tahun, dengan sebagian besar belum dikelola secara optimal.
"Kita harus mengubah paradigma tata kelola sampah secara menyeluruh. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat melakukan Gerakan Pemilahan Sampah dari Rumah Tangga untuk Indonesia ASRI," katanya.
Muhammad Jumhur Hidayat juga menegaskan komitmen Indonesia dalam mendukung Paris Agreement melalui target penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 31,89 persen secara mandiri hingga 2030, serta pembangunan rendah karbon menuju 2050.
Sejalan dengan agenda nasional tersebut, Pemerintah Kota Makassar menggelar aksi "Indonesia Bersih" dan kerja bakti serentak sebagai bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di Balai Kota Makassar dan Makassar Creative Hub (MCH) itu dihadiri langsung oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama jajaran Pemerintah Kota Makassar.
Turut hadir Kepala Balai Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Wilayah Sulawesi Muhammad Ihsan beserta jajaran, serta ratusan masyarakat Kota Makassar.
Rangkaian kegiatan diawali dengan aksi plogging atau olahraga sambil memungut sampah yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Selain kerja bakti, Pemerintah Kota Makassar juga memperkenalkan Reverse Vending Machine (RVM) sebagai inovasi pengelolaan sampah berbasis teknologi serta memberikan edukasi mengenai prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R).
Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemerintah Kota Makassar bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Balai Gakkum LH Wilayah Sulawesi berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan terus meningkat.
Dengan semangat "Saatnya Bekerja untuk Iklim", masyarakat diharapkan dapat memulai perubahan dari lingkungan terkecil, termasuk melalui kebiasaan memilah sampah dari rumah dan menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.

