Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Opini

Seni Mendengarkan: Pilar Kepemimpinan yang Arif dan Bijaksana

Senin, 29 Juni 2026 14:21
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
Direktur Sekolah Islam Athirah – Syamril S.T. M.Pd


Oleh: Direktur Sekolah Islam Athirah – Syamril S.T. M.Pd

LUMINASIA.ID, MAKASSAR - Keterampilan mendengarkan merupakan salah satu keterampilan yang penting dimiliki oleh seorang pemimpin. Namun, ternyata tidak semua pemimpin memilikinya. Mengapa? Biasanya seseorang diangkat menjadi pemimpin karena prestasi atau punya kelebihan dan kehebatan tertentu.

Akibatnya, kadang muncul dalam diri merasa lebih hebat, lebih berpengalaman, lebih pintar, dan lain sebagainya. Hal itu membuatnya tidak mau atau sulit menerima masukan dan pendapat dari orang lain, apalagi dari bawahan. Hati-hati jika timbul kondisi seperti itu. Mengapa? Itu adalah ciri orang yang sombong, yaitu merendahkan orang lain dan menolak kebenaran (H.R. Muslim).

Terkait kemampuan mendengarkan, modifikasi dari Steven R. Covey, terdapat empat level dari paling buruk hingga paling baik.

Level pertama, yaitu tidak mau mendengarkan masukan (ignoring), seperti tulisan pengantar di atas. Gambaran dalam Al-Qur'an: "Mereka tuli, bisu dan buta, sehingga mereka tidak dapat kembali" (Q.S. Al-Baqarah: 18). Bukan telinga, mulut, dan matanya yang rusak, tapi mata hatinya yang rusak sehingga tidak dapat menerima masukan.

Lebih parah lagi jika orang yang memberi masukan direndahkan, diejek, dan dihina. Difitnah dan dituduh hal-hal yang tidak benar. Dikatakan orang yang kecewa, iri hati, dengki, dan punya niat jahat untuk menjatuhkannya. Atau bersekongkol dengan pihak lain untuk membuat kekacauan di organisasi. Padahal tidak demikian. Pemberi masukan punya niat baik untuk mengingatkan.

Level kedua, yaitu mau mendengarkan tapi masukannya diabaikan (pretend listening). Sekadar lip service, pencitraan, dan ingin dianggap sebagai pemimpin yang terbuka. Bisa disebut sebagai pemberi harapan palsu.

Awalnya ada respek dan harapan dari pemberi masukan. Tapi setelah sekian lama tidak ada yang diperhatikan secara serius. Kadang-kadang juga mendengarkan. Tapi selektif (selective listening), sesuai keinginan. Juga tujuannya untuk mendebat dan mencari-cari kelemahan dan pembenaran.

Level ketiga, yaitu mendengarkan dengan perhatian (attentive listening) untuk mencari solusi, kompromi, atau jalan tengah. Kategori ini lebih baik. Kondisi lapangan biasanya tidak hitam putih, perlu penyesuaian dan kompromi.

Ada hal yang ditimbang pro dan kontra. Dampak positif dan negatif, juga kekuatan politik yang ada. Hal itu bisa dimaklumi dan juga disyukuri. Prinsipnya, "jika tidak bisa menerima semuanya, jangan tinggalkan seluruhnya."

Level keempat, yaitu mau mendengarkan secara empatik (empathetic listening) untuk mencari yang terbaik dan menangkap suasana hati orang lain.

Ada kerendahan hati dan ketulusan untuk musyawarah. Inilah prinsip dalam Pancasila sila keempat. Juga ajaran agama: "mendengarkan perkataan dan mengikuti yang terbaik" (Q.S. Az-Zumar: 18). Lawan berpendapat adalah teman berpikir. Terjadi dialektika dan adu argumentasi dengan kepala dingin. Saling uji pemikiran untuk menemukan yang terbaik.

Jika pendapat pemimpin lemah, maka dengan rendah hati menerima pendapat yang lebih kuat. Jika keputusan pemimpin salah, maka dengan rendah hati meminta maaf dan mengubahnya.

Lebih baik diperbaiki selama untuk kebaikan bersama. Ego dikesampingkan. Mengalah untuk menang bersama. Inilah pemimpin yang bijaksana.

Mari periksa diri selama ini ada di level berapa. Jika masih di level satu dan dua, segera sadar sebelum terlambat. Dahulukan dan pikirkan kepentingan bersama.

Bukan kepentingan pribadi dan kelompok. Segera buka hati dan pikiran untuk naik ke level tiga dan empat. Milikilah kejujuran dan rendah hati. Berpikirlah jangka panjang, bukan jangka pendek. Yakinlah, pemimpin yang berada di level empat akan dikenang sebagai pemimpin yang arif dan bijaksana.

Tags: Syamril Sekolah Islam Athirah

Baca Juga

Makassar dan Gowa Jadi Pusat Kolaborasi Bangun Ekosistem Pendidikan Indonesia
Makassar dan Gowa Jadi Pusat Kolaborasi Bangun Ekosistem Pendidikan Indonesia
Kapolda Sulawesi Tengah Dukung Program Kurban SMA Islam Athirah Makassar, Tebar Kepedulian dari Panti hingga Vihara
Kapolda Sulawesi Tengah Dukung Program Kurban SMA Islam Athirah Makassar, Tebar Kepedulian dari Panti hingga Vihara
81 Siswa SD Islam Athirah 2 Bukit Baruga Ikuti Penamatan Angkatan XXII
81 Siswa SD Islam Athirah 2 Bukit Baruga Ikuti Penamatan Angkatan XXII
Alumni hingga Kapolda Sulteng Turut Berbagi di Kurban Bersama SMAS Islam Athirah Makassar
Alumni hingga Kapolda Sulteng Turut Berbagi di Kurban Bersama SMAS Islam Athirah Makassar
OSIS/MPK ARTHAVA Gelar Rapat Caturwulan, Perkuat Akuntabilitas Kepemimpinan Siswa di SMA Islam Athirah 1 Makassar
OSIS/MPK ARTHAVA Gelar Rapat Caturwulan, Perkuat Akuntabilitas Kepemimpinan Siswa di SMA Islam Athirah 1 Makassar
Milad ke-42, Athirah Bakal Libatkan 1.000 Peserta pada Puncak Perayaan
Milad ke-42, Athirah Bakal Libatkan 1.000 Peserta pada Puncak Perayaan

Populer

  • 1
    BMKG: Siaga Tsunami di Selayar, Jeneponto, dan Bantaeng! Bone hingga Palopo Waspada
  • 2
    Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Flores, Getarannya Terasa hingga Makassar
  • 3
    CEO Kalla Toyota Robby Wijaya Raih Sulsel Industry Marketing Champion 2026 Kategori Otomotif
  • 4
    XLSMART Hadirkan Promo Kemerdekaan, Paket Data Mulai Rp29 Ribu hingga Diskon Internet Rumah 40 Persen
  • 5
    Kemkomdigi, Indosat, NVIDIA, dan UGM Resmikan Pusat AI Berbasis Kampus Pertama di Indonesia

Ekonomi

  • KIMA Menang di MA, Aset 11.903 Meter Persegi Kembali Diamankan demi Kepastian Investasi
    KIMA Menang di MA, Aset 11.903 Meter Persegi Kembali Diamankan demi Kepastian Investasi
  • Kemkomdigi, Indosat, NVIDIA, dan UGM Resmikan Pusat AI Berbasis Kampus Pertama di Indonesia
    Kemkomdigi, Indosat, NVIDIA, dan UGM Resmikan Pusat AI Berbasis Kampus Pertama di Indonesia
  • Pakai Smartfren Bisa Internetan 5G Sepuasnya di Seluruh Makassar, Tanpa Batas Kuota dan Kecepatan Harga Mulai Rp40 Ribuan
    Pakai Smartfren Bisa Internetan 5G Sepuasnya di Seluruh Makassar, Tanpa Batas Kuota dan Kecepatan Harga Mulai Rp40 Ribuan

Peristiwa

  • Gus Kikin Nyatakan Siap Maju Ketua Umum PBNU, Disambut Ratusan Kader NU di Makassar
    Gus Kikin Nyatakan Siap Maju Ketua Umum PBNU, Disambut Ratusan Kader NU di Makassar
  • Kebuntuan Diplomatik AS-Iran Perihal Selat Hormuz Membuat Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak
    Kebuntuan Diplomatik AS-Iran Perihal Selat Hormuz Membuat Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak
  • Cek Desil Kemensos Agustus 2026, Ini Link Resmi dan Cara Melihatnya
    Cek Desil Kemensos Agustus 2026, Ini Link Resmi dan Cara Melihatnya
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID