LUMINASIA.ID, MAKASSAR – Program Studi Pendidikan Profesi Bidan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar berhasil meraih predikat Akreditasi Unggul.
Capaian tersebut menjadi tonggak penting bagi FKIK karena diraih oleh program studi yang tergolong baru, namun mampu memenuhi standar mutu pendidikan tertinggi dalam proses akreditasi.
Keberhasilan itu memperkuat komitmen Unismuh Makassar dalam menghadirkan pendidikan tenaga kesehatan yang berkualitas.
Sejak awal berdiri, Program Studi Pendidikan Profesi Bidan telah menyiapkan sistem akademik, tata kelola, serta penjaminan mutu secara terstruktur agar seluruh proses pendidikan berjalan sesuai standar nasional dan kebutuhan dunia kerja.
Kepala Program Studi Pendidikan Profesi Bidan FKIK Unismuh Makassar, Bd. Daswati, S.SiT., M.Keb., mengatakan bahwa predikat Akreditasi Unggul merupakan hasil dari proses panjang yang dipersiapkan sejak program studi mulai dibentuk.
"Sejak awal program studi ini diarahkan untuk mencapai predikat Akreditasi Unggul. Target tersebut menjadi pijakan dalam menyusun perencanaan, membangun sistem mutu, meningkatkan kualitas sumber daya, dan memastikan seluruh proses akademik berjalan sesuai standar," ujar Daswati, Selasa (7/7/2026).
Menurutnya, langkah awal yang dilakukan adalah menyusun visi, misi, tujuan, dan strategi program studi sebagai fondasi dalam penyelenggaraan pendidikan profesi bidan. Dokumen tersebut tidak hanya disiapkan untuk memenuhi persyaratan administrasi, tetapi menjadi acuan dalam seluruh proses akademik.
Penguatan kualitas kemudian dilakukan melalui penerapan sistem penjaminan mutu internal secara berkelanjutan, pemenuhan seluruh indikator akreditasi, peningkatan kapasitas dosen, serta penyusunan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Pendekatan tersebut menitikberatkan pada pencapaian kompetensi lulusan sehingga selaras dengan kebutuhan pelayanan kesehatan dan dunia kerja.
Selain itu, program studi juga terus memperkuat kualitas pembelajaran, prestasi mahasiswa dan lulusan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, kerja sama dengan berbagai mitra, hingga penyediaan sarana dan prasarana pendukung. Evaluasi diri dilakukan secara berkala agar setiap aspek yang masih perlu ditingkatkan dapat segera diperbaiki.
"Faktor utama yang mendukung capaian Akreditasi Unggul ini adalah komitmen bersama, kepemimpinan yang kuat, sistem mutu yang berjalan konsisten, serta kesiapan data dan dokumen," kata Daswati.
Ia mengakui proses menuju akreditasi tidak lepas dari berbagai tantangan, mulai dari konsistensi pengelolaan data, kelengkapan bukti kinerja, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga koordinasi antarunit. Namun, seluruh kendala tersebut dapat diatasi melalui perencanaan yang matang, komunikasi yang intensif, evaluasi berkala, dan kerja sama seluruh tim.
Keberhasilan tersebut, lanjut Daswati, juga tidak terlepas dari dukungan pimpinan universitas dan fakultas. Rektorat memberikan arahan strategis, kebijakan, serta fasilitasi sumber daya untuk memperkuat budaya mutu di lingkungan kampus. Sementara dekanat FKIK melakukan pendampingan, koordinasi, dan penguatan teknis selama proses pemenuhan standar akreditasi.
Dekan FKIK Unismuh Makassar, Prof. Suryani As'ad, menilai raihan Akreditasi Unggul menjadi bukti bahwa budaya mutu di lingkungan fakultas terus berkembang. Menurutnya, pendidikan profesi bidan memiliki tanggung jawab besar dalam menyiapkan tenaga kesehatan yang akan terlibat langsung dalam pelayanan ibu dan anak.
Baca: Masuk Ranking Global hingga Punya Ratusan Mahasiswa Asing, Ini 10 Capaian Internasional Unismuh
"Akreditasi unggul ini menunjukkan bahwa Program Studi Pendidikan Profesi Bidan memiliki fondasi akademik dan tata kelola yang kuat. Namun, capaian ini harus terus dijaga melalui peningkatan mutu pembelajaran, preceptor yang mumpuni, lahan pembelajaran yang memadai untuk penguatan praktik profesi, serta perluasan jejaring kerja sama dengan fasilitas pelayanan kesehatan," ujar Prof. Suryani.
Ia menambahkan, FKIK akan terus memperkuat sumber daya manusia, laboratorium, sarana pembelajaran, serta lahan praktik agar mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang komprehensif. Menurutnya, pendidikan tenaga kesehatan harus mampu mengintegrasikan penguasaan ilmu, keterampilan klinik, etika profesi, empati, dan keselamatan pasien.
Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Prof. Andi Sukri Syamsuri, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa sistem penjaminan mutu di lingkungan Unismuh berjalan secara sinergis mulai dari tingkat universitas, fakultas, hingga program studi.
"Capaian unggul ini memperlihatkan bahwa sistem penjaminan mutu di tingkat universitas, fakultas, dan program studi berjalan secara sinergis. Unismuh terus mendorong setiap program studi agar tidak hanya memenuhi standar, tetapi melampaui standar melalui inovasi akademik dan perbaikan berkelanjutan," kata Prof. Andi Sukri.
Sementara itu, Rektor Unismuh Makassar, Dr. Abd. Rakhim Nanda, mengapresiasi seluruh sivitas akademika, mulai dari pimpinan fakultas, pengelola program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, hingga mitra yang telah berkontribusi dalam pencapaian tersebut.
"Akreditasi unggul ini adalah amanah. Yang paling penting bukan hanya predikatnya, tetapi bagaimana mutu itu hadir dalam layanan akademik, kualitas lulusan, dan kontribusi nyata Unismuh bagi masyarakat," ujar Rakhim.
Ia menegaskan, capaian tersebut harus menjadi energi untuk terus memperkuat tata kelola perguruan tinggi, meningkatkan kapasitas dosen, memperluas jejaring kerja sama, serta menghasilkan lulusan yang kompeten dan mampu menjawab kebutuhan sektor kesehatan.

