Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Edukasi

Wamendiktisaintek di Unismuh Makassar: Kampus Harus Relevan dengan Dunia Kerja dan Kebutuhan Masyarakat

Minggu, 21 Juni 2026 17:33
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof Dr Fauzan MPd


LUMINASIA.ID, MAKASSAR — Perguruan tinggi didorong untuk terus menyesuaikan diri dengan perkembangan masyarakat, kebutuhan industri, serta perubahan sosial yang berlangsung semakin cepat agar tetap relevan dan mampu menghasilkan lulusan yang dibutuhkan di masa depan.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Prof Dr Fauzan MPd, saat menjadi pembicara dalam Studium Generale yang digelar Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar di Ruang Teater I-GIFt, Gedung Iqra, Sabtu, 20 Juni 2026.

Di hadapan pimpinan perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah, dekan, dosen, kepala lembaga, ketua program studi, serta sivitas akademika Unismuh, Fauzan menegaskan bahwa pengelolaan pendidikan tinggi tidak lagi dapat dilakukan dengan pendekatan yang sama seperti sebelumnya.


Baca: Unismuh Makassar dan KIT Jepang Perkuat Kerja Sama, Mahasiswa Berpeluang Ikuti Program Sakura Science


Menurutnya, kampus harus mampu memahami berbagai perubahan yang terjadi di tengah masyarakat, mulai dari kebutuhan mahasiswa, ekspektasi orang tua, hingga tuntutan dunia kerja yang terus berkembang.

“Mengembangkan pendidikan tinggi saat ini memang tidak mudah. Artinya dituntut untuk memahami betul tentang kondisi dinamika sosial yang berkembang,” ujar Fauzan.

Ia menjelaskan, terdapat tiga isu utama yang hingga kini menjadi tantangan pendidikan tinggi, yakni mutu, akses, dan relevansi.

Dari ketiga aspek tersebut, relevansi dinilai menjadi faktor yang sangat menentukan karena berkaitan langsung dengan kemampuan perguruan tinggi menjawab kebutuhan zaman.

Fauzan menilai mahasiswa saat ini memiliki ekspektasi yang berbeda dibanding generasi sebelumnya.

Mereka menginginkan kompetensi yang lebih spesifik dan aplikatif, peluang kerja yang jelas setelah lulus, koneksi dengan dunia industri, jejaring profesional yang luas, kurikulum yang sesuai kebutuhan pasar, serta kepastian menyelesaikan studi tepat waktu.

Harapan yang sama, kata dia, juga datang dari para orang tua yang menginginkan investasi pendidikan anak-anak mereka memberikan hasil yang nyata.

“Kalau kemudian ini menjadi keinginan dari orang tua dan keinginan mahasiswa, maka pertanyaannya adalah apakah proses pembelajaran atau tata kelola pendidikan tinggi yang kita kelola ini telah mampu menjawab persoalan-persoalan ini?” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Fauzan juga menyoroti pentingnya kepastian layanan akademik yang diberikan perguruan tinggi kepada mahasiswa.

Salah satu yang disinggung adalah kepastian masa studi.

Menurutnya, kampus perlu memiliki sistem yang mampu memastikan mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikan sesuai target tanpa mengorbankan kualitas pembelajaran.

Ia menilai alasan bahwa lama studi sepenuhnya bergantung pada mahasiswa tidak cukup untuk menjawab tuntutan tata kelola pendidikan tinggi yang baik.

Selain membahas tata kelola, Fauzan turut berbagi pengalaman ketika memimpin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Ia mencontohkan pengembangan konsep Center of Excellence berbasis program studi yang dirancang untuk memperkuat kekhasan sekaligus meningkatkan daya saing lulusan.

Melalui pendekatan tersebut, program studi tidak hanya fokus pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun kompetensi profesional yang dekat dengan kebutuhan masyarakat dan industri.

Beberapa contoh yang disebutkan antara lain kelas profesional bidang udang, koi, rumput laut, unggas, ruminansia, welding inspector, bisnis perbukuan, hingga budidaya anggrek.

Menurut Fauzan, diferensiasi semacam itu penting agar perguruan tinggi memiliki identitas yang kuat di tengah persaingan pendidikan tinggi yang semakin ketat.

“Perguruan tinggi harus memahami apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Supaya perjalanan perguruan tinggi ini tidak asing,” ujarnya.

Baca: Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kecamatan Wajo Jadi Pusat Gerakan Pilah Sampah dari Sumber di Makassar

Ia juga mengajak perguruan tinggi membangun budaya unggul dan kompetitif melalui berbagai inovasi yang mampu menciptakan nilai tambah.

Menurutnya, kampus tidak harus selalu mengikuti jalur yang telah ditempuh perguruan tinggi lain.

Sebaliknya, institusi pendidikan dapat mencari pendekatan baru yang lebih sesuai dengan potensi dan kebutuhan masing-masing.

Khusus untuk perguruan tinggi swasta, termasuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA), Fauzan menilai ruang inovasi masih sangat terbuka selama tetap berada dalam koridor tata kelola yang baik.

“Inovasi itu potensi nabrak aturannya ada. Kalau sudah nabrak aturan, saya yang turun. Saya akan mengatakan keserempet, bukan nabrak,” katanya yang disambut tawa peserta.

Dalam paparannya, Fauzan juga mengingatkan pentingnya membangun budaya apresiasi di lingkungan kampus.

Menurutnya, banyak prestasi mahasiswa maupun dosen yang sering luput mendapat perhatian, padahal penghargaan terhadap capaian tersebut dapat meningkatkan rasa bangga dan memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan.

Ia menegaskan bahwa kampus tidak hanya bertugas memberikan layanan akademik, tetapi juga menghadirkan perlindungan keilmuan, sosial, dan kemanusiaan bagi seluruh sivitas akademika.

Lebih jauh, Fauzan menilai perguruan tinggi harus mampu berperan sebagai penyelesai masalah atau problem solver bagi berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.

Karena itu, kegiatan riset, pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama kelembagaan perlu diintegrasikan agar memberikan dampak yang lebih luas.

Sementara itu, Rektor Unismuh Makassar, Dr Ir Abd Rakhim Nanda ST MT IPU, menyampaikan bahwa kehadiran Wamendiktisaintek menjadi momentum penting bagi kampus untuk memperoleh penguatan sekaligus masukan dalam proses transformasi kelembagaan.

Menurut Rakhim, Unismuh saat ini telah mencatat sejumlah capaian strategis, mulai dari Akreditasi Institusi Unggul, opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam pengelolaan keuangan, penguatan sertifikasi ISO, hingga masuk dalam berbagai pemeringkatan internasional seperti Times Higher Education Impact Rankings, QS World University Rankings Asia, dan UI GreenMetric.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa berbagai pencapaian tersebut belum menjadi titik akhir perjalanan Unismuh.

“Kita sudah merambah untuk World University Ranking. Tetapi kita rasakan sendiri di dalam bahwa masih berdarah-darah dan belum menjadi sebuah habituasi yang alami, sehingga memang masih butuh proses banyak,” ujar Rakhim.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr Irwan Akib, yang hadir dalam kegiatan itu, menilai kunjungan Wamendiktisaintek menjadi kesempatan berharga bagi PTMA untuk memperoleh perspektif baru dalam pengembangan perguruan tinggi.

Ia berharap pengalaman Prof Fauzan, baik saat memimpin UMM maupun setelah berada di pemerintahan, dapat menjadi inspirasi bagi kampus-kampus Muhammadiyah lainnya.

Menurut Irwan, sinergi antarkampus Muhammadiyah juga perlu terus diperkuat agar perguruan tinggi yang telah berkembang dapat membantu kampus lain yang sedang bertumbuh.

Studium Generale tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda Prof Fauzan selama berada di Unismuh Makassar.

Sebelumnya, ia juga menghadiri Wisuda ke-88 Unismuh Makassar serta menyampaikan orasi ilmiah di hadapan 1.411 wisudawan.

Melalui kegiatan tersebut, Unismuh kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat mutu pendidikan, memperluas jejaring global, dan membangun kampus bereputasi internasional yang tetap berakar pada kebutuhan masyarakat serta nilai-nilai Islam Berkemajuan.

Tags: Unismuh Makassar Wamendiktisaintek


Baca Juga

Unismuh Makassar Naik 122 Peringkat di UI GreenMetric 2026, Kini Posisi 502 Dunia
Unismuh Makassar Naik 122 Peringkat di UI GreenMetric 2026, Kini Posisi 502 Dunia
Rektor Unismuh Dorong Ketahanan Air Berbasis Masyarakat di Tengah Perubahan Iklim
Rektor Unismuh Dorong Ketahanan Air Berbasis Masyarakat di Tengah Perubahan Iklim
 BUMM 2026 Buka Jalur Difabel, Unismuh Siapkan Beasiswa Rp5,9 Miliar
BUMM 2026 Buka Jalur Difabel, Unismuh Siapkan Beasiswa Rp5,9 Miliar
Menteri UMKM Beri Motivasi ke Mahasiswa FAI Unismuh Makassar, Tantang Jadi Wirausahawan Serta Generasi Pendobrak Hadapi Ketidakpastian
Menteri UMKM Beri Motivasi ke Mahasiswa FAI Unismuh Makassar, Tantang Jadi Wirausahawan Serta Generasi Pendobrak Hadapi Ketidakpastian
Dilirik Calon Mahasiswa Delapan Negara, Reputasi Internasional Unismuh Makassar Makin Menguat
Dilirik Calon Mahasiswa Delapan Negara, Reputasi Internasional Unismuh Makassar Makin Menguat
Bukan Sekadar Orientasi, LSIT FKIK Unismuh Ajarkan 644 Mahasiswa Baru Learning How to Learn
Bukan Sekadar Orientasi, LSIT FKIK Unismuh Ajarkan 644 Mahasiswa Baru Learning How to Learn

Populer

  • 1
    LPS Libatkan 100 Guru untuk Bangun Kebiasaan Menabung Pelajar Sulsel
  • 2
    Lima Tim Dance Terpilih Jadi Best Five di Honda DBL South Sulawesi 2026
  • 3
    Peserta KALLA 10K dari Riau hingga Papua, Ada Aturan Cut Off hingga DNF
  • 4
    Rektor Unismuh Dorong Ketahanan Air Berbasis Masyarakat di Tengah Perubahan Iklim
  • 5
    APBN Salurkan KUR Rp12,96 Triliun ke 181.912 Debitur di Sulsel

Ekonomi

  • Dirut dan Manajemen Semen Tonasa Turun Langsung ke Toko, Serap Masukan Pelanggan dan Pantau Pasar
    Dirut dan Manajemen Semen Tonasa Turun Langsung ke Toko, Serap Masukan Pelanggan dan Pantau Pasar
  • Future Ready XLSMART Sudah Antar 850 Talenta Muda ke Dunia Kerja, Target 1.000 Orang
    Future Ready XLSMART Sudah Antar 850 Talenta Muda ke Dunia Kerja, Target 1.000 Orang
  • Pelindo Regional 4 Pastikan Perubahan Peran Korporasi Tak Ganggu Pelayanan
    Pelindo Regional 4 Pastikan Perubahan Peran Korporasi Tak Ganggu Pelayanan

Peristiwa

  • Kortastipidkor Polri Tetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Korupsi Persetujuan Bangunan Gedung
    Kortastipidkor Polri Tetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Korupsi Persetujuan Bangunan Gedung
  • Cuaca Besok di Sulsel 19 September 2026, BMKG Peringatkan Angin Kencang
    Cuaca Besok di Sulsel 19 September 2026, BMKG Peringatkan Angin Kencang
  • Ini Kronologi Bule Australia Habisi Anak dan Dirinya di Bali, Jeritan 'I Love You Daddy' Bikin Miris
    Ini Kronologi Bule Australia Habisi Anak dan Dirinya di Bali, Jeritan 'I Love You Daddy' Bikin Miris
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID