LUMINASIA.ID. MAKASSAR – Resepsi Milad ke-109 Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Makassar menjadi momentum penguatan kolaborasi antara organisasi perempuan Muhammadiyah dan Pemerintah Kota Makassar dalam mendukung pembangunan di bidang pendidikan, pemberdayaan masyarakat, hingga pembentukan karakter generasi muda.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Sidang Muktamar Universitas Muhammadiyah Makassar, Sabtu (27/6/2026), dihadiri sekitar 1.000 peserta dari 25 cabang Aisyiyah se-Kota Makassar serta dihadiri Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.
Dalam kesempatan tersebut, Munafri mengapresiasi peran Aisyiyah yang dinilainya telah lama menjadi mitra strategis pemerintah melalui berbagai program yang menyentuh masyarakat hingga tingkat akar rumput.
"Aisyiyah memiliki jaringan organisasi yang sangat besar. Karena itu saya berharap kolaborasi ini jangan pernah berhenti," ujar Munafri.
Menurutnya, kontribusi Aisyiyah tidak hanya terlihat pada sektor pendidikan, tetapi juga dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat serta pembinaan karakter keluarga dan generasi muda.
Karena itu, Pemerintah Kota Makassar membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan Aisyiyah untuk mendukung berbagai program pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Mari kita terus berdiskusi mengenai program apa lagi yang bisa kita kerjakan bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Makassar," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Munafri juga mengajak sekolah-sekolah Muhammadiyah untuk berpartisipasi dalam program sekolah swasta gratis yang disiapkan Pemerintah Kota Makassar bagi siswa yang belum tertampung di sekolah negeri pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026.
Ia mengatakan seluruh biaya pendidikan bagi peserta didik yang dialihkan ke sekolah swasta akan ditanggung oleh pemerintah daerah melalui program tersebut.
"Seluruh biaya pendidikan bagi siswa yang dialihkan ke sekolah swasta akan ditanggung oleh Pemerintah Kota Makassar, melalui program sekolah swasta gratis yang telah kami siapkan," ujarnya.
Menurut Munafri, kebijakan itu diharapkan tidak hanya memperluas akses pendidikan, tetapi juga memperkuat peran sekolah swasta sebagai mitra pemerintah dalam memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat.
Selain membahas pemerataan akses pendidikan, Munafri menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Ia menilai keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari terbentuknya akhlak dan karakter peserta didik.
"Percuma kita memiliki anak-anak yang cerdas kalau tidak memiliki akhlak yang baik. Pendidikan karakter harus dimulai dari rumah, kemudian diperkuat di sekolah," tegasnya.
Munafri juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap meningkatnya ketergantungan anak pada penggunaan gawai yang dinilai mengurangi interaksi sosial di lingkungan keluarga maupun sekolah.
Karena itu, Pemerintah Kota Makassar mulai menerapkan pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah serta berencana menambah porsi pelajaran agama dan pendidikan akhlak pada jenjang pendidikan dasar.
"Kita ingin anak-anak kembali berbicara dengan baik sama lebih dewasa. Gadget memang penting, tetapi yang jauh lebih penting adalah akhlak," tutup Munafri.

