LUMINASIA.ID, MAKASSAR – Di tengah menjamurnya pusat kebugaran premium dengan bangunan modern, pendingin ruangan, hingga alat-alat canggih di Makassar, Yayat Gym di Jalan Maccini Tengah Nomor 30 A, Makassar, justru tetap memiliki tempat tersendiri di hati para pecinta kebugaran.
Gym sederhana yang mulai beroperasi sejak 2024 itu menjadi bukti bahwa tidak semua orang memilih tempat latihan karena kemewahan fasilitas.
Bagi banyak member, suasana kekeluargaan, biaya yang terjangkau, hingga budaya saling berbagi ilmu menjadi alasan utama tetap datang berlatih.
Owner Yayat Gym, Muhammad Raid DG Lili, mengatakan tempat latihan yang dikelolanya sempat memiliki sekitar 120 anggota aktif. M
eski pernah menghentikan operasional selama dua bulan, Yayat Gym kini kembali berjalan dengan sekitar 25 member aktif yang rutin berlatih dan jumlahnya mulai bertambah.
Menurut Raid, kekuatan utama gym sederhana bukan terletak pada fasilitas yang mewah, melainkan hubungan yang terjalin antarsesama member.
"Harga kami terjangkau. Yang paling penting di sini persaudaraan kuat, silaturahmi antar-member juga bagus," ujarnya.
Baginya, hasil latihan tidak ditentukan oleh mahalnya tempat atau banyaknya alat yang dimiliki sebuah pusat kebugaran.
"Hasil itu tergantung orangnya dan cara latihannya. Kalau cara latihannya salah, hasilnya juga tidak maksimal," katanya.
Raid mengatakan Yayat Gym terbuka untuk semua kalangan. Anggotanya berasal dari berbagai profesi, mulai dari pelajar, mahasiswa, pedagang, karyawan swasta, hingga anggota TNI dan Polri.
"Semua kalangan ada. Pelajar, pedagang, anggota TNI-Polri, mahasiswa, karyawan, semuanya latihan di sini," tuturnya.
Owner Yayat Gym Muhammad Raid DG Lili, memberikan tips tetap eksisDi tengah persaingan dengan gym-gym premium, Yayat Gym memilih mempertahankan pendekatan yang lebih personal kepada setiap anggota.
"Intinya kita harus membangun silaturahmi yang baik dengan member dan memberikan pelayanan yang baik," ucapnya.
Ke depan, Yayat Gym juga berencana menambah berbagai peralatan latihan agar kebutuhan para member semakin terpenuhi.
"Ada rencana tambah alat. Makin banyak alat, makin banyak juga peminatnya," kata Raid.
Menurutnya, semakin banyaknya pusat kebugaran yang bermunculan di Makassar justru menjadi pertanda positif bahwa kesadaran masyarakat untuk hidup sehat terus meningkat.
"Semakin meningkat. Banyak yang buka gym, jadi semakin banyak juga masyarakat yang tertarik untuk nge-gym," ujarnya.
Alasan itu pula yang dirasakan Noya (34), seorang karyawan swasta yang hampir dua tahun terakhir rutin berlatih di Yayat Gym.
Menurutnya, biaya keanggotaan yang terjangkau memang menjadi nilai tambah. Namun yang membuatnya bertahan justru suasana kekeluargaan yang sulit ditemukan di tempat lain.
"Tidak hanya murah. Untuk belajar juga bagus sekali karena banyak abang-abang di sini yang tidak pelit ilmu. Suasananya friendly sehingga memudahkan kami yang masih belajar latihan," katanya.
Ia mengaku tidak pernah sungkan bertanya mengenai teknik menggunakan alat maupun menyusun program latihan karena para member senior selalu bersedia membantu.
Selain menjaga kebugaran, Noya menganggap latihan beban sebagai investasi kesehatan, terutama setelah memasuki usia 30 tahun.
"Usia di atas 30 tahun otot mulai menurun. Nge-gym membantu menguatkan kembali otot dan tulang, bonusnya badan jadi lebih atletis," ujarnya.
Hal serupa diungkapkan Bintang (22), seorang mahasiswa yang juga memilih berlatih di Yayat Gym.
Menurutnya, suasana latihan yang santai membuat para pemula lebih mudah beradaptasi.
"Di sini suasananya lebih santai dan tidak membuat orang baru merasa minder. Kalau ada yang belum paham cara latihan, biasanya langsung diajari sama teman-teman yang lebih berpengalaman," katanya.
Bintang menilai budaya saling membantu menjadi ciri khas yang membuat gym sederhana seperti Yayat Gym tetap mampu bersaing dengan pusat kebugaran modern.
"Yang penting itu konsisten latihan, bukan harus di tempat yang mahal. Alat di sini juga sudah cukup untuk membangun otot dan menjaga kebugaran," ujarnya.
Di tengah berkembangnya industri kebugaran di Makassar, Yayat Gym menunjukkan bahwa sebuah pusat latihan tidak selalu harus tampil mewah untuk mendapatkan tempat di hati masyarakat. Bagi sebagian orang, rasa kekeluargaan, biaya yang bersahabat, dan semangat saling mendukung justru menjadi nilai yang paling dicari saat memilih tempat berolahraga.

