LUMINASIA.ID, HIBURAN - Film live-action Moana mendapat sambutan yang kurang menggembirakan dari kritikus. Dalam ulasannya yang terbit pada Rabu (8/7), The Guardian menilai adaptasi terbaru Disney tersebut sebagai remake yang kompeten, tetapi terasa tidak perlu dan minim kejutan.
Kritikus Peter Bradshaw menyebut film ini gagal menawarkan pengalaman baru dibanding versi animasi 2016. Meski naskah kembali ditulis oleh Jared Bush, disutradarai Thomas Kail, dan menghadirkan lagi lagu-lagu karya Lin-Manuel Miranda, keseluruhan proyek dinilai terlalu aman dan terasa seperti upaya komersial semata.
Aktris Australia keturunan Samoa, Catherine Laga'aia, memerankan Moana, remaja pemberani yang harus mengembalikan jantung dewi Te Fiti demi menyelamatkan pulau Motunui dari krisis lingkungan. Sementara itu, Dwayne Johnson kembali memerankan Maui, sang manusia setengah dewa yang membantunya dalam petualangan tersebut.
Menurut Bradshaw, Johnson masih mampu menghadirkan humor dan memiliki chemistry yang baik dengan Laga'aia. Namun, penampilannya dianggap berlangsung dengan sangat mudah hingga terkesan seperti bekerja secara otomatis.
Selain itu, penggunaan efek CGI yang sangat dominan juga menjadi sorotan. Meski dipasarkan sebagai film live-action, visualnya dinilai begitu bergantung pada komputer sehingga terasa seperti film animasi dalam kemasan berbeda. Kritikus bahkan berpendapat bahwa versi musikal panggung kemungkinan akan memberikan ruang yang lebih menarik bagi lagu-lagu ikoniknya dibanding remake ini.
Film ini dijadwalkan tayang di Australia pada 9 Juli 2026, sementara penonton di Inggris dan Amerika Serikat dapat menyaksikannya mulai 10 Juli 2026.

