LUMINASIA.ID, WASHINGTON – Gelombang kemenangan kandidat Partai Demokrat berhaluan progresif yang mengkritik keras kebijakan Amerika Serikat terhadap Israel diperkirakan belum berakhir. Sejumlah kandidat dengan sikap serupa kini bersiap menghadapi pemilihan pendahuluan (primary) di berbagai negara bagian Amerika Serikat dalam beberapa bulan mendatang.
Fenomena tersebut mencuat setelah sejumlah kandidat progresif berhasil meraih kemenangan dalam pemilihan pendahuluan Demokrat, termasuk di New York dan Colorado. Keberhasilan itu dinilai menunjukkan semakin besarnya dukungan sebagian pemilih Demokrat terhadap kandidat yang menyerukan perubahan kebijakan Washington terhadap Israel.
Banyak dari kandidat tersebut mendapat dukungan organisasi progresif seperti Democratic Socialists of America (DSA), serta mengusung agenda penghentian bantuan militer AS kepada Israel dan embargo penjualan senjata. Sebagian juga menuduh Israel melakukan genosida di Gaza, sementara kelompok-kelompok Yahudi dan sejumlah pihak menilai sebagian retorika kampanye mereka telah melampaui kritik terhadap kebijakan Israel dan mengarah pada antisemitisme.
Sejumlah kontestasi yang menjadi perhatian antara lain pemilihan pendahuluan di Arizona, Missouri, Michigan, Wisconsin, Florida, dan Massachusetts.
Di Arizona, aktivis Kai Newkirk menantang anggota Kongres Greg Stanton yang dikenal pro-Israel. Newkirk mengusung penghentian total bantuan militer kepada Israel dan didukung sejumlah organisasi progresif.
Sementara itu di Missouri, mantan anggota Kongres Cori Bush kembali mencalonkan diri setelah kalah pada pemilu sebelumnya. Bush dikenal sebagai pendukung gerakan boikot terhadap Israel dan akan kembali menghadapi Wesley Bell yang memperoleh dukungan dari sejumlah organisasi pro-Israel.
Michigan juga menjadi salah satu medan pertarungan penting. Dalam pemilihan pendahuluan Senat, Abdul El-Sayed tampil sebagai kandidat progresif yang vokal mendukung Palestina dan menentang pengaruh kelompok lobi pro-Israel AIPAC. Ia bersaing dengan Haley Stevens yang mengusung posisi pro-Israel.
Selain itu, sejumlah kandidat lain seperti Donavan McKinney, William Lawrence, Francesca Hong, Oliver Larkin, hingga Jason Poulos juga mengusung platform yang menyerukan pembatasan atau penghentian bantuan militer AS kepada Israel serta mengkritik pengaruh AIPAC dalam politik Amerika.
Di sisi lain, sebagian besar lawan mereka memperoleh dukungan dari organisasi-organisasi pro-Israel seperti AIPAC, Democratic Majority for Israel (DMFI), maupun Jewish Democratic Council of America. Persaingan tersebut menjadikan isu hubungan Amerika Serikat-Israel sebagai salah satu tema utama dalam sejumlah pemilihan pendahuluan Partai Demokrat tahun ini.
Hasil dari berbagai pemilihan tersebut diperkirakan akan menjadi indikator penting mengenai arah politik Partai Demokrat menjelang pemilu sela berikutnya, terutama terkait kebijakan luar negeri Amerika Serikat terhadap Israel dan Timur Tengah.

