LUMINASIA.ID, Washington, D.C. — Pemimpin oposisi Venezuela dan pemenang Nobel Perdamaian 2025, María Corina Machado, membuat langkah langka saat bertemu Presiden Donald Trump di Gedung Putih. Machado menyerahkan medali Nobel yang baru diterimanya sebagai simbol apresiasi atas peran Trump dalam krisis Venezuela.
Medali Nobel yang dibingkai emas itu dilengkapi dengan pesan: “Diberikan sebagai simbol pribadi rasa terima kasih atas nama rakyat Venezuela.” Gestur ini dianggap sebagai gestur politik yang kuat, bukan sekadar simbol, di tengah ketegangan politik Venezuela.
Namun, Norwegian Nobel Committee menegaskan bahwa status pemenang tetap melekat pada Machado. Dalam pernyataan resmi, mereka menyebut: “Meski medali atau diploma nanti jatuh ke tangan orang lain, hal ini tidak mengubah siapa yang dianugerahi Nobel Perdamaian.” Pernyataan ini dianggap banyak pihak sebagai sindiran halus terhadap Trump, yang sejak lama ingin menerima penghargaan serupa.
Trump menyambut medali itu dengan antusias. Di media sosial Truth Social, ia menulis bahwa penyerahan medali adalah “sebuah gestur saling menghormati yang luar biasa” antara dirinya dan Machado. Di hadapan wartawan, Trump menambahkan, “Nah, dia yang menawarkannya kepada saya… Saya jadi mengenalnya, saya belum pernah bertemu sebelumnya, dan saya sangat, sangat terkesan. Dia benar-benar—ini wanita yang hebat.”
Meski begitu, hubungan mereka tetap kompleks. Trump sebelumnya menyatakan bahwa Machado akan menghadapi kesulitan memimpin Venezuela, bahkan setelah mendukung penangkapan mantan presiden Nicolás Maduro oleh pasukan AS pada awal Januari.
Pertemuan ini juga menjadi panggung bagi diskusi lebih besar mengenai masa depan Venezuela setelah penangkapan Maduro. Seorang analis menyebut penyerahan medali itu sebagai “sangat emosional dan penuh simbolisme,” namun tidak mengubah realitas politik yang lebih rumit di kawasan tersebut.
Langkah Machado menyerahkan medali Nobel kepada Trump menarik perhatian internasional karena menempatkan simbol perdamaian global di tengah dinamika realpolitik Amerika Latin dan kebijakan luar negeri Washington.

