LUMINASIA.ID, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada Sabtu (18/7), meskipun musim kemarau terus meluas di berbagai daerah.
Dalam prakiraan cuaca terbarunya, BMKG menyebutkan bahwa selama sepekan ke depan kondisi cuaca di Indonesia secara umum masih didominasi curah hujan rendah. Pada Dasarian III Juli 2026, sekitar 76,54 persen wilayah diprediksi mengalami curah hujan rendah, 23,36 persen curah hujan menengah, dan hanya 0,09 persen yang berpotensi mengalami curah hujan tinggi.
"Curah hujan rendah diprakirakan meliputi sebagian besar Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, serta sebagian Papua," tulis BMKG dalam keterangan resminya.
Meski demikian, BMKG menjelaskan sejumlah fenomena atmosfer masih dapat memicu pembentukan awan hujan di beberapa wilayah. Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) diperkirakan terjadi di Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara sehingga meningkatkan peluang hujan.
Selain itu, Gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial diprediksi aktif di Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku Utara, hingga wilayah Samudra Pasifik di utara Papua.
"Didukung dengan potensi pembentukan belokan angin dan konvergensi, serta suhu muka laut yang relatif hangat, potensi pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia masih ada," ujar BMKG.
Daftar wilayah berpotensi hujan sedang hingga lebat:
- Aceh
- Sumatra Utara
- Sumatra Barat
- Riau
- Kepulauan Riau
- Sumatra Selatan
- Bengkulu
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Timur
- Kalimantan Utara
- Sulawesi Barat
- Sulawesi Selatan
- Maluku
- Papua Pegunungan
Daftar wilayah berpotensi angin kencang:
- Banten
- Maluku
- Maluku Utara
- Nusa Tenggara Timur
- Papua Barat
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Tenggara
- Sulawesi Utara
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak hujan lebat maupun angin kencang agar tetap waspada terhadap kemungkinan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta gangguan aktivitas akibat cuaca ekstrem.

