LUMINASIA.ID, Jakarta – Kapten Timnas Spanyol, Rodri, menegaskan timnya harus meningkatkan performa jika ingin mengalahkan Argentina pada partai final Piala Dunia 2026. Gelandang berusia 30 tahun itu menyebut La Roja telah berkembang selama beberapa tahun terakhir, tetapi masih perlu menaikkan level permainan menghadapi sang juara bertahan.
Spanyol akan menghadapi Argentina pada laga puncak Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Minggu (19/7) waktu setempat. Final ini menjadi kesempatan kedua bagi Spanyol untuk merebut gelar juara dunia setelah pertama kali mengangkat trofi pada 2010.
Rodri mengatakan keberhasilan Spanyol menembus final merupakan hasil dari proses panjang yang dimulai sejak menjuarai UEFA Nations League 2023 dan Piala Eropa 2024.
"Kami terus berkembang secara bertahap. Kami harus terus melakukan hal yang sama karena ini adalah proses yang sudah berlangsung selama lima tahun," kata Rodri.
Ia menegaskan target Spanyol sejak awal turnamen memang menjadi juara dunia.
"Tujuan kami ketika datang ke Piala Dunia adalah memenangkan trofi, dan kami yakin bisa mencapainya. Kami telah menunjukkan bahwa tim nasional ini mampu mengalahkan lawan-lawan hebat," ujarnya.
Sepanjang turnamen, Spanyol tampil impresif. Setelah ditahan imbang Cape Verde pada laga pembuka, mereka bangkit dengan mencatat enam kemenangan beruntun, mencetak 13 gol dan hanya kebobolan satu kali. Pada semifinal, La Roja mengalahkan Prancis 2-0.
Meski demikian, Rodri menilai tantangan melawan Argentina akan berbeda.
"Saya rasa pertandingan hari Minggu akan jauh lebih fisik dan kami harus siap. Kami dikenal sebagai tim yang mampu memainkan berbagai gaya permainan sesuai situasi," katanya.
Menurut peraih Ballon d'Or 2024 itu, Spanyol tidak hanya mengandalkan penguasaan bola, tetapi juga mampu bertahan, melakukan serangan balik, hingga mengubah pendekatan permainan sesuai kebutuhan.
"Kami adalah tim yang sangat komplet, dan itulah alasan kami berada di final," ucap Rodri.
Rodri bahkan menyebut penampilan melawan Prancis merupakan salah satu yang terbaik dalam sejarah tim ini. Namun, ia menegaskan performa tersebut masih belum cukup untuk menghadapi Argentina.
"Kami bahkan bisa bermain lebih baik. Melawan Prancis kami tampil luar biasa sebagai sebuah tim. Namun saat menghadapi Argentina, kami harus naik satu level lagi karena mereka adalah juara bertahan. Saya sangat yakin kami bisa melakukannya," katanya.
Sementara itu, pelatih Spanyol Luis de la Fuente memastikan kondisi Lamine Yamal tidak perlu dikhawatirkan meski sempat terlihat mengenakan balutan pada paha kirinya saat latihan.
"Hari ini dia berlatih bersama rekan-rekannya dan kondisinya baik. Dia berada dalam kondisi optimal," ujar De la Fuente.
Pelatih Spanyol itu juga menolak anggapan bahwa final melawan Lionel Messi akan menjadi momen estafet generasi bagi Yamal.
"Lamine harus menjadi dirinya sendiri. Messi adalah pemain yang hanya muncul sekali dalam sejarah dan menjadi teladan bagi para pemain muda. Tugas kami adalah membantu Lamine berkembang menjadi dirinya sendiri karena dia memiliki potensi dan masa depan yang luar biasa," kata De la Fuente.

