LUMINASIA.ID, Jakarta – Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto kepada para siswa Sekolah Rakyat agar mereka memiliki masa depan yang lebih baik setelah menyelesaikan pendidikan. Pemerintah, kata dia, berkomitmen mengantarkan lulusan Sekolah Rakyat yang ingin melanjutkan kuliah maupun memasuki dunia kerja.
Pesan tersebut disampaikan Agus Jabo saat berdialog dengan 262 siswa Sekolah Rakyat Kota Semarang yang tengah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Jumat (17/7/2026).
Menurut Agus Jabo, Presiden Prabowo menginginkan lulusan Sekolah Rakyat memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi maupun bekerja secara layak, baik di dalam maupun luar negeri.
"Pak Presiden ingin nanti setelah kalian lulus SMA, nanti yang mau kuliah akan kita antarkan untuk bisa kuliah, yang mau bekerja akan kita antarkan untuk bisa bekerja, baik di dalam maupun di luar negeri," ujar Agus Jabo.
Selain menjamin akses pendidikan dan pekerjaan, Presiden juga berpesan agar para siswa memiliki rasa percaya diri yang tinggi serta semangat untuk terus belajar. Agus Jabo menegaskan anak-anak Indonesia tidak boleh merasa kalah dibandingkan generasi dari negara lain.
"Pak Presiden ingin kalian, satu, punya kepercayaan diri yang kuat. Anak-anak Indonesia tidak boleh kalah dengan anak-anak negara lain. Kedua, kalian harus jadi anak yang pintar," katanya.
Ia menjelaskan bahwa kepercayaan diri dan kecerdasan merupakan modal penting untuk mengembangkan potensi sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Namun, menurutnya, dua hal tersebut harus dilengkapi dengan karakter yang kuat, jiwa nasionalisme, toleransi, kepedulian sosial, serta kedisiplinan agar para siswa mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Agus Jabo juga menekankan pentingnya keterampilan sebagai bekal memasuki dunia kerja. Karena itu, Kementerian Sosial akan terus mendukung lulusan Sekolah Rakyat untuk meningkatkan kompetensi melalui jalur akademik maupun nonakademik setelah menamatkan pendidikan tingkat SMA.
Ia menambahkan, Sekolah Rakyat tidak hanya berfungsi sebagai sarana pendidikan untuk memutus transmisi kemiskinan, tetapi juga menjadi rumah kedua bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Melalui sekolah tersebut, para siswa diharapkan memperoleh pendidikan yang layak, lingkungan yang hangat, serta peluang membangun kehidupan yang lebih baik.
Salah seorang siswa Sekolah Rakyat Kota Semarang, Abi Alfian (16), mengaku bersyukur dapat melanjutkan pendidikan tanpa membebani kondisi ekonomi keluarganya. Putra dari seorang buruh pabrik kopi itu menyampaikan apresiasinya kepada Presiden atas kesempatan yang diberikan.
"Terima kasih, Pak Presiden. Berkat Bapak, saya bisa bersekolah di sini," ucap Abi.
MPLS Sekolah Rakyat Kota Semarang telah berlangsung sejak 13 Juli 2026 dan diikuti 262 siswa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 87 siswa berada di jenjang sekolah dasar (SD), 88 siswa di jenjang sekolah menengah pertama (SMP), dan 87 siswa di jenjang sekolah menengah atas (SMA).


