LUMINASIA.ID, Jakarta, 25 Juli 2026 — Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Yuliot Tanjung, menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mewujudkan ketahanan energi sebagai fondasi kemandirian bangsa. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Pelatihan Kader Nasional GEMABUDHI melalui sesi bertajuk Membangun Kemandirian Bangsa melalui Ketahanan Energi.
Di hadapan kader muda Buddhis dari berbagai daerah di Indonesia, Yuliot menjelaskan bahwa ketahanan energi tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan listrik atau bahan bakar masyarakat. Lebih dari itu, energi merupakan penopang utama pertumbuhan ekonomi, keberlangsungan industri, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan pertahanan nasional.
Menurutnya, Indonesia memiliki modal besar berupa kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Namun, potensi tersebut harus dioptimalkan melalui peningkatan produksi energi dalam negeri, pengembangan energi baru terbarukan, efisiensi pemanfaatan energi, serta penguatan industri nasional.
Ia juga menyoroti pentingnya hilirisasi sebagai langkah strategis agar Indonesia tidak lagi bergantung pada ekspor bahan mentah. Dengan mengembangkan industri pengolahan di dalam negeri, nilai tambah sumber daya alam dapat dinikmati secara maksimal dan memberikan dampak lebih besar bagi perekonomian nasional.
Selain pengelolaan sumber daya, Yuliot menilai penguasaan teknologi, riset, inovasi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor yang tidak kalah penting dalam membangun kemandirian bangsa. Sinergi antara dunia pendidikan, lembaga penelitian, dan sektor industri perlu terus diperkuat agar kompetensi tenaga kerja mampu mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mendorong generasi muda untuk mengembangkan semangat kewirausahaan. Menurutnya, Indonesia membutuhkan lebih banyak inovator dan pencipta lapangan kerja yang mampu membangun ekosistem usaha berbasis teknologi dan inovasi, bukan sekadar menghasilkan tenaga kerja.
Bagi peserta Pelatihan Kader Nasional GEMABUDHI, materi mengenai ketahanan energi menjadi bekal untuk memahami tantangan strategis yang dihadapi Indonesia. Para kader diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan kepemimpinan dan pemahaman nilai-nilai keagamaan, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan yang luas serta mampu berkontribusi dalam pembangunan nasional.
Melalui pembahasan tersebut, peserta diajak memahami bahwa kemandirian bangsa tidak hanya ditentukan oleh besarnya sumber daya alam yang dimiliki, tetapi juga oleh kemampuan mengembangkan teknologi, memperkuat industri, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta membangun kebijakan yang berkelanjutan.
Pemahaman terhadap isu-isu strategis seperti ketahanan energi diharapkan dapat mendorong lahirnya generasi muda yang siap mengambil peran aktif dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.


