Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Edukasi

Didukung PT Vale Politeknik Sorowako Cetak Lulusan Siap Kerja, 85 Persen Terserap Industri Kurang dari Enam Bulan

Selasa, 28 Juli 2026 17:57
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
Politeknik Sorowako terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan industri. Hal itu disampaikan dalam kunjungan media ke kampus Politeknik Sorowako, Selasa (28/7/2026).


LUMINASIA.ID, SOROWAKO — Politeknik Sorowako terus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi vokasi yang berorientasi pada kebutuhan dunia industri dengan mengedepankan pembelajaran berbasis praktik, kemitraan strategis, serta penguatan kompetensi mahasiswa.

Komitmen tersebut tercermin dari capaian lulusannya, di mana sekitar 85 persen alumni berhasil memperoleh pekerjaan dalam waktu kurang dari enam bulan setelah menyelesaikan pendidikan.

Tingginya tingkat penyerapan lulusan itu menjadi salah satu indikator keberhasilan kampus dalam mencetak sumber daya manusia yang siap bersaing di dunia kerja.

Gambaran mengenai pengembangan pendidikan vokasi tersebut disampaikan dalam kunjungan media Upskilling & Site Visit Media di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Selasa (28/7/2026).

Kunjungan diawali dengan pemaparan Ketua Yayasan Pendidikan Sorowako, Firman Fauzi, yang menjelaskan bahwa Yayasan Pendidikan Sorowako berdiri pada 1985 sebagai lembaga yang menaungi berbagai jenjang pendidikan di Sorowako.

Di bawah yayasan tersebut terdapat Politeknik Sorowako sebagai lembaga pendidikan vokasi, serta satuan pendidikan mulai dari pendidikan anak usia dini, taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas.

Firman mengatakan yayasan terus berkomitmen menghadirkan pendidikan berkualitas untuk mendukung peningkatan sumber daya manusia, khususnya di wilayah sekitar operasional PT Vale Indonesia.

Direktur Politeknik Sorowako, Harjuma SST MT, menjelaskan bahwa institusi yang dipimpinnya merupakan lembaga pendidikan formal yang berdiri pada 1991.

Pada awal berdirinya, lembaga tersebut bernama Inco Sumitomo Technical Training Center yang berfokus pada pengembangan kompetensi dan keterampilan masyarakat di wilayah pemberdayaan PT Vale.

Perjalanan institusi kemudian berlanjut dengan perubahan menjadi Akademi Teknik Sorowako pada 1993 yang membuka Program Studi Diploma III Perawatan dan Perbaikan Mesin.

Selanjutnya, pada 20 Mei 2025, institusi tersebut resmi bertransformasi menjadi Politeknik Sorowako.

Saat ini Politeknik Sorowako mengelola tiga program studi, yakni Diploma III Perawatan dan Perbaikan Mesin, Diploma IV Rekayasa Perancangan Mekanik, serta Diploma IV Teknologi Rekayasa Pengolahan dan Pabrikasi.

"Jumlah mahasiswa aktif kami saat ini sebanyak 408 orang. Memang sengaja kami batasi agar sebanding dengan kapasitas fasilitas praktik yang dimiliki, sehingga setiap mahasiswa memperoleh pengalaman praktik yang optimal," ujar Harjuma.

Ia menjelaskan pembatasan jumlah mahasiswa dilakukan agar rasio antara peserta didik dengan fasilitas praktikum tetap ideal.

Menurutnya, sebagai perguruan tinggi vokasi, Politeknik Sorowako menempatkan penguasaan keterampilan sebagai prioritas utama sehingga kualitas praktik menjadi aspek yang tidak bisa dikompromikan.

Harjuma menegaskan Politeknik Sorowako merupakan kampus nasional yang terbuka bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Calon mahasiswa dari berbagai daerah dapat mendaftar selama memenuhi seluruh persyaratan dan tahapan seleksi yang telah ditetapkan.

Berbeda dengan sebagian besar perguruan tinggi lainnya, proses penerimaan mahasiswa baru di Politeknik Sorowako dilakukan melalui empat tahapan.

Tahapan tersebut meliputi seleksi administrasi dan tes teori, tes ketahanan fisik, wawancara, serta pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.

Menurut Harjuma, tes fisik dan kesehatan menjadi bagian penting karena mahasiswa akan menjalani kegiatan praktik di bengkel dengan durasi yang cukup panjang sehingga membutuhkan kondisi fisik yang prima.

"Melalui wawancara kami juga memastikan calon mahasiswa memahami karakter pendidikan vokasi sehingga tidak salah memilih program studi," katanya.

Setelah dinyatakan lulus, mahasiswa baru masih mengikuti pengenalan kehidupan kampus, pembinaan karakter, hingga program matrikulasi selama dua pekan.

Program tersebut bertujuan menyamakan kemampuan dasar mahasiswa sebelum memasuki proses perkuliahan.

Harjuma mengungkapkan tingkat keberhasilan lulusan memasuki dunia kerja terus menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Pada tahun lalu, sekitar 85 persen lulusan telah memperoleh pekerjaan dalam waktu kurang dari enam bulan setelah menyelesaikan pendidikan.

Capaian tersebut didukung melalui program campus hiring yang secara rutin menghadirkan berbagai perusahaan tambang maupun industri ke kampus untuk melakukan proses rekrutmen secara langsung.

Meski seluruh aset kampus merupakan milik PT Vale Indonesia, Harjuma menegaskan lulusan Politeknik Sorowako tidak memperoleh perlakuan khusus untuk bekerja di perusahaan tersebut.

"Kalau PT Vale membuka lowongan, alumni kami tetap mengikuti proses seleksi dan kompetisi yang sama dengan pelamar lainnya," ujarnya.

Saat ini sekitar 67 persen mahasiswa Politeknik Sorowako berasal dari Kabupaten Luwu Timur.

Sementara sisanya berasal dari Kabupaten Luwu Utara, Kota Palopo, Tana Toraja, Makassar, hingga beberapa daerah di luar Pulau Sulawesi.

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, Politeknik Sorowako menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan sebagai lokasi praktik kerja mahasiswa.

Selain itu, kampus juga bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi vokasi, antara lain Politeknik Manufaktur Bandung dan Politeknik Negeri Jakarta dalam pengembangan kurikulum maupun peningkatan kompetensi dosen.

Mayoritas tenaga pengajar merupakan alumni Politeknik Sorowako yang telah melanjutkan pendidikan di sejumlah perguruan tinggi terkemuka, seperti Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Hasanuddin.

Di bidang pembiayaan, biaya kuliah yang diterapkan sebesar Rp6 juta per semester.

Biaya tersebut telah mencakup seluruh kebutuhan akademik serta berbagai kegiatan kemahasiswaan, termasuk kunjungan industri ke Pulau Jawa dan dukungan mengikuti kompetisi tingkat nasional.

Mahasiswa baru juga dikenakan uang pembangunan sebesar Rp5 juta serta biaya pendaftaran sebesar Rp350 ribu untuk jalur umum dan Rp500 ribu untuk jalur mandiri.

Untuk memperluas akses pendidikan, Politeknik Sorowako menyediakan berbagai program beasiswa.

Beasiswa tersebut meliputi pembebasan uang kuliah tunggal bagi tiga mahasiswa terbaik di setiap program studi serta beasiswa KIP Kuliah dari pemerintah.

Saat ini sekitar 100 mahasiswa atau hampir 30 persen dari total mahasiswa aktif menerima bantuan KIP Kuliah.

Harjuma mengatakan dukungan PT Vale Indonesia masih menjadi penopang utama operasional kampus.

Sekitar 95 persen biaya operasional Politeknik Sorowako berasal dari dukungan PT Vale Indonesia, sedangkan kontribusi dari uang kuliah mahasiswa hanya sekitar lima persen karena sebagian besar dana tersebut kembali dialokasikan untuk mendukung kegiatan pembelajaran dan pengembangan mahasiswa.

Menurutnya, dukungan tersebut memungkinkan Politeknik Sorowako terus meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, memperkuat fasilitas praktik, serta menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.

"Kami ingin memastikan lulusan Politeknik Sorowako tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja sehingga mampu bersaing di tingkat nasional," tutup Harjuma.

Tags: Politeknik Sorowako

Populer

  • 1
    Gelar Upskilling Media, PT Vale Paparkan Strategi Perkuat Hilirisasi Nikel dan Pemberdayaan Masyarakat
  • 2
    Pelatihan Kader Nasional GEMABUDHI Bahas Ketahanan Energi, Wamen ESDM Tekankan Peran Strategis Pemuda
  • 3
    SMAnSA Run 2026 Siap Digelar, Diikuti 2500 Pelari dan Hadirkan Momo Mariska
  • 4
    Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel London, Koroner: Bukan Bunuh Diri
  • 5
    Kejutan Marvel Studios di Comic-Con 2026, Ghost Rider hingga Black Panther 3 Resmi Diumumkan

Ekonomi

  • Resmi! Daftar Harga BBM di Seluruh SPBU Indonesia Berlaku 27 Juli 2026
    Resmi! Daftar Harga BBM di Seluruh SPBU Indonesia Berlaku 27 Juli 2026
  • Honda Tutup Rangkaian Peluncuran New Vario Evo 160 Lewat Regional Public Exhibition di Latihan Pestapora Makassar
    Honda Tutup Rangkaian Peluncuran New Vario Evo 160 Lewat Regional Public Exhibition di Latihan Pestapora Makassar
  • KALLA Kembali Raih Penghargaan Wajib Pajak Korporasi Terbaik Sulselbartra 2025
    KALLA Kembali Raih Penghargaan Wajib Pajak Korporasi Terbaik Sulselbartra 2025

Peristiwa

  • Daftar Tanggal Merah Agustus 2026, Ada Dua Libur Nasional dan Satu Long Weekend
    Daftar Tanggal Merah Agustus 2026, Ada Dua Libur Nasional dan Satu Long Weekend
  • Cara Cek Desil Kemensos Juli 2026, Ketahui Peluang Menjadi Penerima Bansos
    Cara Cek Desil Kemensos Juli 2026, Ketahui Peluang Menjadi Penerima Bansos
  • Cara Mendapat Keringanan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)
    Cara Mendapat Keringanan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID