Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Edukasi

Menopang Pendidikan Vokasi di Tanah Sorowako

Rabu, 16 September 2026 23:03
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
Tim pengajar memperlihatkan aneka mesin yang digunakan mahasiswa Politeknik Sorowako saat praktik. PT Vale menjadi salah satu penopang terbesar kampus vokasi ini, utamanya dalam menyediakan peralatan praktik.

 

LUMINASIA.ID - Di sudut Jalan Soemantri Brojonegoro, Sorowako, deru mesin bubut dan dengung alat presisi bersahutan setiap hari.

Dari balik jendela kaca ruang praktik Politeknik Sorowako (Poliwako), deretan alat berat berdiri kokoh. Ada mesin Computer Numerical Control (CNC) produksi, bilik otomasi pneumatik, ruang las yang kerap berpijar terang, hingga laboratorium gambar CAD.

Tempat ini bukan ruang kuliah biasa yang mahasiswanya hanya akrab dengan tebalnya halaman buku teks.

Di sinilah tangan-tangan muda dipertemukan langsung dengan besi, baja, dan realitas mesin.

Ide-ide liar di kepala mereka diterjemahkan menjadi wujud nyata: mulai dari peniris minyak goreng, pencacah jerami kompos, alat penyiang padi, prototipe mesin CNC 5-axis, pintu geser otomatis, hingga purwarupa mobil listrik.

Bagi para mahasiswa, perangkat berat itu bukan sekadar fasilitas kampus.

Politeknik Sorowako terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan industri. Hal itu disampaikan dalam kunjungan media ke kampus Politeknik Sorowako, Selasa (28/7/2026).

Di hadapan benda-benda keras itulah mereka belajar merasakan jatuh-bangun proses belajar yang sebenarnya

Mulai dari salah merakit, bingung membaca presisi, lalu mengulangnya sampai paham betul bagaimana dunia industri bekerja.

Ada mesin CNC produksi yang digunakan untuk mengenal proses pemesinan.

Ada juga perangkat otomasi pneumatik untuk mempelajari sistem otomasi, ruang praktik pengelasan, kerja bangku, laboratorium gambar CAD dan CNC simulator, hingga fasilitas kalibrasi alat ukur.

Di titik lain area praktik ini, gagasan mahasiswa dan dosen diterjemahkan menjadi berbagai karya.

Mulai dari peniris minyak goreng, pencacah jerami kompos, penyiang padi, prototipe mesin CNC 5-axis, pintu geser otomatis, pembangkit listrik tenaga mikrohidro dan tenaga angin, hingga mobil listrik.

Bagi mahasiswa Poliwako, mesin dan peralatan tersebut bukan sekadar pelengkap sebuah kampus teknik.

Alat-alat itu adalah tempat mereka belajar bekerja dengan benda nyata, menguji ketelitian, memahami teknologi, melakukan kesalahan, memperbaikinya, dan secara bertahap membangun keterampilan yang kelak dibutuhkan ketika memasuki dunia industri.

Kelengkapan fasilitas praktik itu juga menjadi bagian penting dari bagaimana pendidikan vokasi di Sorowako dikembangkan.

Tak berdiri sendiri. Di balik megah dan lengkapnya fasilitas di Politeknik Sorowako, terdapat dukungan yang telah berlangsung sejak lama melalui Yayasan Pendidikan Sorowako.

Yakni dukungan dari PT Vale Indonesia Tbk, bagian dari MIND ID, yang menjadi bagian besar dari keberlangsungan pendidikan tersebut.

Tak tanggung-tanggung, Ketua Yayasan Pendidikan Sorowako, Firman Fauzi, mengatakan sekitar 95 persen pendanaan pendidikan ditopang oleh PT Vale.

“Support dari Vale sendiri melalui yayasan. Yang pertama, tentu saja, dari pendanaan, sekitar 95 persen,” ujar Firman saat ditemui Luminasia.id dalam kunjungan media, akhir Juli 2026 lalu.

Angka 95 persen itu bukan hanya berbicara tentang biaya yang dibayarkan untuk menjalankan kegiatan pendidikan sehari-hari.

Ada dukungan dalam bentuk aset, fasilitas dan kebutuhan operasional yang membuat kegiatan pendidikan dapat berlangsung.

Lahan yang digunakan kampus merupakan aset PT Vale.

Bangunan yang digunakan untuk kegiatan pendidikan juga merupakan aset PT Vale.

Bahkan kebutuhan listrik dan air ikut mendapat dukungan.

“Kemudian juga mungkin yang tidak terhitung, itu adalah misalnya lahan ini, gedung ini, ini milik dari Vale, silakan dipakai, digunakan, termasuk juga listrik dan air, itu juga disupport dari Vale. Jadi kita memang istilahnya Vale tidak menghitung bahkan untuk listrik,” kata Firman.

Dengan demikian, ketika mahasiswa masuk ke ruang praktik dan menggunakan fasilitas yang tersedia, ada ekosistem pendukung yang jauh lebih besar daripada sekadar keberadaan sebuah mesin.

Salah satu contohnya adalah peralatan pengelasan.

Firman menyebut pengadaan peralatan praktik pengelasan hampir seluruhnya menggunakan dana dukungan tersebut.

“Anak praktek ngelas itu hampir, saya katakan hampir seratus persen itu dibelinya pakai dana sana,” katanya.

Peralatan itu bukan berhenti sebagai fasilitas yang tersimpan di ruang praktik.

Mahasiswa menggunakannya untuk belajar dan mengasah kemampuan teknis.

Ditemui di tempat yang sama, Direktur Poliwako, Harjuma, S.S.T., M.T., mengakui besarnya dukungan tersebut sangat membantu jalannya proses belajar mengajar.

Kelengkapan fasilitas tersebut menjadi penting karena Poliwako memang dirancang sebagai pendidikan vokasi.

"Pendidikan vokasi tidak cukup hanya mengajarkan bagaimana sebuah mesin bekerja secara teoritis. Mahasiswa perlu merasakan sendiri bagaimana mengoperasikan alat, memahami prosedur, mengukur hasil, mengenali kesalahan dan menyelesaikan pekerjaan secara langsung,” lanjutnya.

Karena itu, jumlah mahasiswa pun tidak dibiarkan terlalu besar. Saat ini terdapat 408 mahasiswa aktif.

Mereka belajar dalam tiga program studi, yakni Perawatan dan Perbaikan Mesin jenjang D3, Rekayasa Perancangan Mekanik jenjang D4, serta Teknologi Rekayasa Pengolahan dan Pabrikasi jenjang D4.

Jumlah mahasiswa sengaja dibatasi agar fasilitas praktik yang tersedia dapat digunakan secara optimal.

“Itu yang menjadi alasan mengapa jumlah mahasiswa kami batasi. Kami ingin memastikan setiap mahasiswa mendapatkan pengalaman praktik yang optimal sesuai dengan fasilitas yang tersedia,” ujar Harjuma.

Pembatasan jumlah tersebut membuat keberadaan mesin dan fasilitas praktik memiliki hubungan langsung dengan kualitas pengalaman belajar.

Mahasiswa tidak hanya datang, duduk di kelas, kemudian menerima materi.

Mereka mendapat ruang untuk berhadapan langsung dengan alat yang menjadi bagian dari bidang yang dipelajari.

Dari sinilah proses pendidikan vokasi menemukan bentuknya.

Perjalanan Panjang

Apa yang berlangsung di Politeknik Sorowako hari ini merupakan hasil dari perjalanan panjang.

Lembaga pendidikan tersebut berdiri pada 1991 dengan nama Inco Sumitomo Technical Training Center.

Pada awalnya, lembaga itu merupakan pendidikan dua tahun dan ditujukan untuk masyarakat yang berada di sekitar wilayah pemberdayaan PT Vale.

Bentuk awalnya sebagai training center bukan kebetulan.

Tujuan pendiriannya sejak awal memang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat lokal.

Firman menjelaskan, pada masa awal penerimaan peserta didik masih dibatasi untuk anak-anak dari Sorowako dan daerah sekitarnya.

“Memang ini, Bu, ya, dari semenjak didirikannya institusi ini, itu memang ditujukan itu lebih untuk pemberdayaan masyarakat lokal tadinya,” ujar Firman.

“Makanya disebut di situ hanya training center, awalnya hanya training center,” lanjutnya.

Pada masa itu, pendidikan tidak diarahkan untuk menjadi institusi yang terbuka secara nasional seperti sekarang.

“Waktu itu memang dibatasi hanya anak-anak dari Sorowako dan sekitarnya. Jadi partnya pemberdayaan,” kata Firman.

Perjalanan kelembagaan kemudian membawa perubahan.

Pada 1993, Inco Sumitomo Technical Training Center berkembang menjadi Akademi Teknik Sorowako.

Program yang dibuka saat itu hanya satu, yakni Perawatan dan Perbaikan Mesin jenjang D3.

Puluhan tahun kemudian, perubahan kembali terjadi.

Pada 20 Mei 2025, Akademi Teknik Sorowako bertransformasi menjadi Politeknik Sorowako.

Perubahan itu membawa tiga program studi yang saat ini dijalankan, yakni Perawatan dan Perbaikan Mesin, Rekayasa Perancangan Mekanik, serta Teknologi Rekayasa Pengolahan dan Pabrikasi.

Cakupan mahasiswa pun berkembang.

Jika dahulu hanya anak-anak Sorowako dan sekitarnya yang menjadi sasaran utama, kini Polwako terbuka bagi calon mahasiswa dari berbagai daerah.

Sekitar 67 persen mahasiswa saat ini berasal dari Luwu Timur.

Sisanya berasal dari Luwu Utara, Palopo, Toraja, Makassar dan sejumlah daerah lainnya, termasuk dari luar pulau meski dalam jumlah lebih kecil.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan yang bermula dari kebutuhan masyarakat sekitar kemudian berkembang menjadi institusi yang memiliki cakupan lebih luas.

Namun, hubungan dengan masyarakat lokal tetap terlihat dari komposisi mahasiswa yang mayoritas berasal dari Luwu Timur.

Mahasiswa dan Dunia Kerja

Dijelaskan Harjuma, kelengkapan mesin-mesin fasilitas praktik juga memengaruhi bagaimana calon mahasiswa diseleksi.

Masuk ke Poliwako bukan hanya soal mampu mengerjakan soal teori.

"Setelah proses registrasi dan verifikasi, calon mahasiswa mengikuti tes teori, tes fisik, wawancara dan tes kesehatan.. Tes fisik diberikan karena aktivitas belajar di kampus memang membutuhkan daya tahan Perkuliahan berlangsung Senin hingga Jumat, mulai pukul 07.00 hingga 15.00. Ketika memasuki pekan praktik, mahasiswa dapat berada di depan mesin hingga delapan jam sehari," paparnya.

Ada waktu istirahat 15 menit dan jeda makan siang, tetapi sebagian besar waktu tetap dihabiskan untuk kegiatan yang berhubungan dengan proses pembelajaran praktik.

Karena itu, calon mahasiswa perlu mengetahui sejak awal bahwa pendidikan yang akan dijalani bukan hanya duduk di dalam kelas.

Wawancara digunakan untuk menjelaskan karakter pendidikan tersebut.

Kampus ingin calon mahasiswa memahami pilihan mereka sehingga tidak masuk hanya karena menganggap pendidikan vokasi sama dengan pendidikan lainnya.

Tes kesehatan juga dilakukan secara menyeluruh.

Pertimbangannya berkaitan dengan aktivitas mahasiswa yang cukup banyak berlangsung di lingkungan bengkel dan ruang praktik.

Setelah dinyatakan diterima, mahasiswa belum langsung dilepas menghadapi mesin.

Mereka terlebih dahulu mengikuti PKMB, pengembangan karakter dan LDK.

Kemudian ada matrikulasi selama dua minggu.

Tahapan tersebut menjadi ruang untuk mengurangi kesenjangan kemampuan mahasiswa yang berasal dari latar belakang pendidikan berbeda.

Setelah itu, barulah mereka masuk lebih jauh ke pola pembelajaran yang menggabungkan teori dan praktik.

Harjuma memaparkan, tujuan akhir dari pendidikan vokasi tentu bukan sekadar membuat mahasiswa mahir mengoperasikan mesin di kampus.

Mereka harus mampu membawa kemampuan tersebut ke dunia kerja.

"Karena itu, hubungan dengan industri menjadi bagian penting dari pendidikan di Politeknik Sorowako. Untuk mahasiswa program D3, terdapat satu semester kerja industri. Dalam satu angkatan yang jumlahnya lebih dari 100 mahasiswa, mereka dibagi ke berbagai industri mitra,” paparnya.

Pengalaman tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat secara langsung bagaimana standar pekerjaan diterapkan di lapangan.

Di sisi tenaga pengajar, mayoritas dosen merupakan alumni Politeknik Sorowako.

Sebagian dari mereka kemudian melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi seperti ITB, UI, UGM dan Unhas.

Dengan cara itu, pengalaman pendidikan di Sorowako tidak berhenti ketika seorang mahasiswa lulus.

Sebagian alumni kembali ke kampus dan mengambil peran sebagai pengajar.

Pengetahuan yang mereka peroleh dari pendidikan lanjutan kemudian dibawa kembali ke ruang belajar dan praktik.

Bentuk Dukungan

Dilansir dari web resminya, selain pendanaan dan penyediaan mesin, sebagai bagian dari kontribusi jangka panjang terhadap SDM Indonesia, PT Vale menjalankan beberapa dukungan strategis untuk Poliwako, antara lain Peningkatan Kurikulum & Pelatihan Berbasis Industri

Yakni pengembangan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan operasi pertambangan, hilirisasi nikel, teknologi, keselamatan, dan green mining.

Kemudian ada Vocational Short-Term Training (VST).PT Vale bersama Pemerintah Luwu Timur dan Poliwako menandatangani MoU VST untuk memperkuat pelatihan vokasi jangka pendek bagi pemuda daerah agar siap kerja dan kompetitif.

Lalu Fasilitasi Magang dan Link-and-Match. Di mana Akses praktek industri di unit operasi PT Vale, membuka kesempatan lulusan untuk memahami teknologi, maintenance, dan operasi kelas dunia.

Juga Ekosistem Riset untuk Energi & Reklamasi. Kolaborasi penelitian terkait energi baru terbarukan, metalurgi, reklamasi, dan konservasi lingkungan agar mahasiswa dapat berkontribusi pada teknologi masa depan.

Dukungan PT Vale terhadap Politeknik Sorowako juga dirasakan langsung oleh mahasiswa melalui berbagai fasilitas yang tersedia di kampus.

Salah satu mahasiswi Politeknik Sorowako, Fitri Oktaviani, menyebut laboratorium CNC produksi sebagai fasilitas yang menunjang kompetensi mahasiswa dalam bidang teknik dan manufaktur.

Menurut Fitri, dukungan PT Vale tidak hanya terlihat dari keberadaan fasilitas praktik, tetapi juga dalam berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik mahasiswa.

“Ada dukungan daripada PT Vale untuk kampus ini di mana PT Vale juga betul-betul menyokong dan juga betul-betul mendukung fasilitas-fasilitas yang ada,” tutur Fitri.

Meski ada kedekatan sejarah dan dukungan PT Vale terhadap pendidikan di Sorowako, tidak berarti lulusan Politeknik Sorowako otomatis menjadi pekerja PT Vale.

Ada batas yang tetap dijaga dalam proses rekrutmen.

“Kalau dari sisi peraturan, tidak, tidak ada keistimewaan,” ujar Firman.

Lulusan tetap harus mengikuti proses rekrutmen sesuai aturan perusahaan.

Ketika PT Vale membuka lowongan, lulusan Politeknik Sorowako mengikuti mekanisme yang berlaku dan bersaing dengan pelamar lainnya.

Namun, pendidikan yang mereka jalani memang berusaha membuat mereka lebih mengenal karakter lingkungan industri.

Keselamatan kerja, karakter dan SOP menjadi bagian dari pembelajaran yang dipersiapkan sejak mahasiswa berada di kampus.

Hubungan dengan industri juga terlihat melalui kegiatan campus hiring yang telah berlangsung selama beberapa tahun.

Harjuma menyebut capaian pada tahun sebelumnya mencapai 85 persen dalam konteks campus hiring.

Sementara secara keseluruhan, sebanyak 80,5 persen lulusan tercatat bekerja dalam waktu kurang dari enam bulan setelah menyelesaikan pendidikan.

Dua angka tersebut memiliki konteks berbeda, tetapi sama-sama menggambarkan adanya hubungan antara pendidikan yang dijalankan dan kebutuhan dunia kerja.

Berkembang Bersama Pemerintah

Kebutuhan terhadap pendidikan tinggi juga menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.

Dalam kegiatan peletakan batu pertama gedung perkuliahan dan peresmian papan nama Politeknik Sorowako, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menyampaikan dukungan terhadap perkembangan institusi pendidikan tersebut, bersama PT Vale, anggota dari MIND ID.

Menurut Irwan, pendidikan tinggi merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat Luwu Timur.

Lebih dari 10.000 putra-putri Luwu Timur disebut masih harus menempuh pendidikan di luar daerah.

Kehadiran Politeknik Sorowako menjadi salah satu bagian dari upaya memperluas akses terhadap pendidikan tinggi berkualitas di daerah sendiri.

Irwan juga menyampaikan perkembangan rencana kawasan pendidikan terpadu.

“Kami telah mendapatkan respons positif dari Kementerian Kehutanan untuk menjadikan sekitar 200 hektare kawasan sebagai area pendidikan terpadu. Di lokasi ini akan dibangun kampus, boarding school, sentra UMKM, hingga fasilitas rehabilitasi. Ini komitmen kami membangun SDM Luwu Timur secara berkelanjutan,” ujar Irwan.

Rencana tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan terhadap sumber daya manusia tidak berdiri sendiri.

Pendidikan tinggi, pengembangan keterampilan, UMKM dan berbagai fasilitas pendukung ditempatkan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia di daerah.

Dalam konteks tersebut, keberadaan Politeknik Sorowako menjadi salah satu titik penting karena pendidikan yang diberikan memiliki karakter vokasi dan berhubungan langsung dengan kebutuhan keterampilan.

Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, mengatakan transformasi tersebut perlu membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, tidak hanya dengan PT Vale, tetapi juga dengan industri yang berkembang di Luwu Timur.

“Transformasi menjadi Politeknik Sorowako harus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas. Bukan hanya dengan PT Vale, tetapi juga dengan berbagai industri yang akan bertumbuh di Luwu Timur. Kita membutuhkan talenta yang mampu bersaing melalui keterampilan, teknologi, dan pola pikir inovatif,” ujar Bernardus.

Dengan demikian, dukungan PT Vale tidak hanya hadir dalam bentuk fasilitas yang digunakan mahasiswa di ruang praktik, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan Politeknik Sorowako membangun pendidikan vokasi yang terhubung dengan kebutuhan industri.

Pilar Pendidikan

Dukungan kepada Politeknik Sorowako ini merupakan bagian dari pilar pendidikan PT Vale Indonesia Tbk.

PT Vale menjalankan berbagai program untuk meningkatkan kualitas dan akses pendidikan, mulai dari pembangunan fasilitas PAUD dan penyediaan transportasi sekolah di wilayah pemberdayaan hingga peluncuran Program Sekolah Unggulan YPS Naungan PT Vale bertaraf internasional.

Kemudian, bersama Yayasan Pendidikan Sorowako (YPS), PT Vale juga meningkatkan kapasitas guru melalui pelatihan, menerapkan pembelajaran berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS), serta mengembangkan kurikulum lokal di wilayah seperti Loeha Raya.

Dukungan pendidikan turut diberikan melalui beasiswa afirmasi dan komunitas, termasuk bagi mahasiswa jenjang S2 dan S3 asal Luwu Timur serta program anak asuh.

Selain itu, PT Vale memperkuat koneksi antara dunia pendidikan dan industri melalui pelatihan vokasi, program magang, kerja praktik, serta Program Co-Ops yang memberikan pengalaman dan kesiapan bagi generasi muda untuk memasuki dunia industri.

Komitmen MIND ID

Dukungan terhadap pendidikan juga menjadi bagian dari komitmen MIND ID bersama seluruh anggota grupnya dalam mendorong terwujudnya Generasi Emas Indonesia melalui investasi sosial di bidang pendidikan di wilayah operasional perusahaan.

Sepanjang 2025, Grup MIND ID merealisasikan 5.322 beasiswa, pendampingan belajar bagi 13.388 siswa, pelatihan kepada 408 guru, pelatihan vokasi dan keterampilan bagi 1.944 orang, serta peningkatan 389 unit sarana dan prasarana pendidikan.

Berbagai program tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membangun sumber daya manusia unggul yang dipersiapkan untuk mendukung pembangunan peradaban masa depan Indonesia.

Tags: PT Vale Indonesia Tbk mind id Politeknik Sorowako


Baca Juga

PT Vale Jaga Ketahanan Energi dari PLTA hingga Pengelolaan Air Tambang
PT Vale Jaga Ketahanan Energi dari PLTA hingga Pengelolaan Air Tambang
Ketika Gen Z Ikut Menganyam, Warisan Teduhu Selamat dari Ancaman Kepunahan
Ketika Gen Z Ikut Menganyam, Warisan Teduhu Selamat dari Ancaman Kepunahan
PT Vale Perkuat Transformasi, Padukan Pertumbuhan Bisnis, Inovasi Hijau dan Pemberdayaan Masyarakat
PT Vale Perkuat Transformasi, Padukan Pertumbuhan Bisnis, Inovasi Hijau dan Pemberdayaan Masyarakat
Lomba Karya Jurnalistik MediaMIND 2026 Digelar, PT Vale Ajak Jurnalis Gali Kisah Pertambangan dari Timur Indonesia
Lomba Karya Jurnalistik MediaMIND 2026 Digelar, PT Vale Ajak Jurnalis Gali Kisah Pertambangan dari Timur Indonesia
PT Vale Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di NTT
PT Vale Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di NTT
PT Vale Perkuat Hilirisasi di Pomalaa, MIND ID Tegaskan Dukungan Penuh
PT Vale Perkuat Hilirisasi di Pomalaa, MIND ID Tegaskan Dukungan Penuh

Populer

  • 1
    Profil Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa
  • 2
    LENGKAP! Ini Daftar Pemenang HMC 2026 Region Makassar
  • 3
    Tindak Tegas Pelanggaran Etika di Maros, Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM Tetap Aman
  • 4
    Pelindo Regional 4 Perkuat Keamanan Pelabuhan melalui Sertifikasi PFSO
  • 5
    Turnamen Mini Soccer IKA SMANSA Seri 2 Berlangsung Seru! Danny Pomanto Ikut Bertanding, Peserta dari Angkatan 80-an hingga 2000-an

Ekonomi

  • Pemkot Parepare Tegaskan Komitmen Jaga Persaingan Usaha Sehat
    Pemkot Parepare Tegaskan Komitmen Jaga Persaingan Usaha Sehat
  • Spesifikasi Lengkap Honda CUV e:,  Motor Listrik dengan Jarak Tempuh 80,7 Km dan Kecepatan 83 Km/Jam
    Spesifikasi Lengkap Honda CUV e:, Motor Listrik dengan Jarak Tempuh 80,7 Km dan Kecepatan 83 Km/Jam
  • PT Vale Jaga Ketahanan Energi dari PLTA hingga Pengelolaan Air Tambang
    PT Vale Jaga Ketahanan Energi dari PLTA hingga Pengelolaan Air Tambang

Peristiwa

  • KPK Telusuri Alur Perintah dan Aliran Uang dalam Kasus Suap HGB Bogor
    KPK Telusuri Alur Perintah dan Aliran Uang dalam Kasus Suap HGB Bogor
  • Kasus Kekerasan Jurnalis Darwin Fatir Mandek 7 Tahun, Putusan PN Makassar Belum Dijalankan
    Kasus Kekerasan Jurnalis Darwin Fatir Mandek 7 Tahun, Putusan PN Makassar Belum Dijalankan
  • Ikan Nila Invasif Picu Krisis Lingkungan, Thailand Tetapkan Zona Darurat
    Ikan Nila Invasif Picu Krisis Lingkungan, Thailand Tetapkan Zona Darurat
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID