Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Ekonomi

Bikin Air Danau Matano Tetap Jernih dan Aman, Begini Cara PT Vale Andalkan Teknologi LGS Jaga Kualitas Air Limpasan Tambang Sebelum Mengalir

Kamis, 30 Juli 2026 23:05
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
Supervisor Mine Infrastructure PT Vale Indonesia Tbk, Aris Kallolangi bersama Supervisor Hydrology Planning and Compliance PT Vale Indonesia Andi Burhanuddin meninjau fasilitas Lamella Gravity Settler (LGS) di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur.


LUMINASIA.ID, SOROWAKO – PT Vale Indonesia terus memperkuat komitmennya terhadap praktik pertambangan berkelanjutan dengan memastikan kualitas air limpasan tambang tetap memenuhi baku mutu lingkungan sebelum dialirkan ke badan air.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengoperasikan Lamella Gravity Settler (LGS), fasilitas pengolahan air limpasan tambang yang diklaim menjadi salah satu teknologi modern di industri pertambangan nikel Indonesia.

Demikian dalam kunjungan media dalam rangka Upskilling & Site Visit Media di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Selasa (28/7/2026).

Fasilitas yang berada di area LGS, Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, itu menjadi bagian penting dari sistem pengelolaan lingkungan PT Vale karena air hasil pengolahan akan bermuara langsung ke Danau Matano. Oleh sebab itu, perusahaan menerapkan sistem pengolahan yang terintegrasi untuk menjaga kualitas air tetap sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah.

Supervisor Mine Infrastructure PT Vale Indonesia, Aris Kallolangi, menjelaskan air limpasan tambang merupakan air permukaan yang mengalir dari area penambangan menuju badan air sehingga kualitasnya harus dijaga agar tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan.

"Komitmen PT Vale adalah menjaga kualitas air. Kalau air kita jaga, berarti kegiatan penambangan juga akan tetap berkelanjutan. Karena itu, kami memastikan air limpasan tambang yang keluar tetap memenuhi baku mutu yang telah ditetapkan pemerintah," kata Aris saat pemaparan kepada media di Sorowako.

Menurutnya, Lamella Gravity Settler merupakan hasil penerapan teknologi modern yang dikembangkan melalui kerja sama PT Vale dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam pengelolaan air limpasan tambang.

LGS dibangun di atas area seluas sekitar 100 x 80 meter dengan kedalaman sekitar 25 meter dan memiliki kapasitas tampung sekitar 4.000 meter kubik air.

Dalam proses pengolahannya, PT Vale menggunakan bahan ferrosulfat untuk membantu menurunkan tingkat padatan tersuspensi atau Total Suspended Solid (TSS) serta kandungan kromium heksavalen (Chromium VI) agar berada di bawah ambang batas yang dipersyaratkan.

"Yang kami kontrol di sini terutama adalah TSS atau tingkat kekeruhan air dan Chromium VI. Kami ingin memastikan air yang keluar tetap jernih dan memenuhi baku mutu sehingga aman saat kembali dialirkan ke lingkungan," ujarnya.

Aris menambahkan, lokasi LGS dipilih karena berada di kawasan yang paling dekat dengan permukiman masyarakat dan menjadi jalur aliran menuju Danau Matano.

"Area operasional PT Vale memang sangat luas, mencapai sekitar 10 ribu hektare. Tetapi fasilitas LGS dibangun di sini karena merupakan kawasan yang paling dekat dengan masyarakat dan airnya langsung bermuara ke Danau Matano," jelasnya.

Sementara itu, Supervisor Hydrology Planning and Compliance PT Vale Indonesia, Andi Burhanuddin, mengatakan perusahaan memiliki 11 titik pemantauan kualitas air atau compliance point yang tersebar di area operasional sebagai bagian dari sistem pengawasan lingkungan.

Salah satu titik terpenting berada di kawasan LCA karena menerima limpasan air dari area tambang yang paling luas dan bermuara ke Sungai Capra sebelum akhirnya menuju Danau Matano.

"Di area ini air limpasan tambang sangat terekspos dengan masyarakat. Karena itu kami menempatkan LGS di lokasi ini agar kualitas air benar-benar terjaga sebelum masuk ke badan air," ujarnya.

Menurut Burhanuddin, konsep utama pengelolaan air limpasan tambang bukan hanya menjaga kualitas air, tetapi juga mengendalikan debit air agar tidak memicu erosi maupun longsor saat musim hujan.

Baca: Menteri Investasi Apresiasi Praktik ESG PT Vale di Proyek Morowali

LGS sendiri menjadi bagian dari sistem pengelolaan air yang terintegrasi dengan sejumlah Pond (PON) atau kolam pengendapan sehingga mampu mengatur aliran air secara bertahap.

Ia menjelaskan, secara regulasi baku mutu TSS untuk air limpasan tambang ditetapkan sebesar 200 mg/l, sedangkan air hasil pengolahan memiliki standar yang lebih ketat, yakni 100 mg/l.

"Karena air limpasan bergabung dengan air hasil pengolahan, maka seluruh air yang keluar kami targetkan memenuhi standar 100 mg/l. Jadi lebih ketat dibandingkan ketentuan untuk air limpasan biasa," katanya.

Menurut Burhanuddin, LGS PT Vale merupakan salah satu fasilitas pengolahan air limpasan dengan teknologi lamella pertama di tambang nikel Indonesia.

Fasilitas tersebut dibangun pada 2015 dan mulai beroperasi pada 2016 dengan tingkat efektivitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan kolam pengendapan konvensional.

Baca: Gelar Upskilling Media, PT Vale Paparkan Strategi Perkuat Hilirisasi Nikel dan Pemberdayaan Masyarakat

"Kalau dibandingkan dengan kolam pengendapan biasa, kebutuhan lahannya bisa mencapai sepuluh kali lebih besar. Dengan LGS, lahan yang dibutuhkan jauh lebih kecil, meskipun investasi awal dan biaya perawatannya memang lebih tinggi," jelasnya.

Untuk menghadapi curah hujan tinggi, PT Vale juga membangun kolam retensi di bagian hulu guna menahan debit banjir sebelum dialirkan secara bertahap ke fasilitas pengolahan.

LGS memiliki kapasitas mengolah sekitar 4.000 meter kubik air per jam. Apabila debit air meningkat akibat hujan lebat, kelebihan aliran akan dialihkan ke beberapa kolam pengendapan lain yang juga dilengkapi sistem pengolahan menggunakan ferrosulfat.

"Kami sudah mengantisipasi berbagai risiko ketika hujan deras. Sampai saat ini kualitas air yang keluar dari LGS menuju LCA tetap memenuhi baku mutu," ungkap Burhanuddin.

Baca: PT Vale Indonesia Bukukan Laba Bersih 61 Juta Dolar AS pada Kuartal II 2026, Produksi Nikel Naik 19 Persen

Ia juga mengungkapkan bahwa pada akhir 2025, konsultan internasional yang melakukan verifikasi dokumen Initiative for Responsible Mining Assurance (IRMA) mengambil sampel air di muara LCA.

"Hasil pengujian menunjukkan kualitas air memenuhi baku mutu, baik berdasarkan standar nasional maupun penilaian internasional. Ini menjadi bukti bahwa sistem pengelolaan air yang kami terapkan berjalan dengan baik," tutupnya.

Tags: Lamella Gravity Settler PT Vale Indonesia Tbk PT Vale

Baca Juga

Deru Mesin Poliwako Bangun Talenta Muda di Tengah Gerak Hilirisasi
Deru Mesin Poliwako Bangun Talenta Muda di Tengah Gerak Hilirisasi
PT Vale Bawa 37 Produk UMKM Binaan dari Tiga Wilayah ke Kriyanusa 2026
PT Vale Bawa 37 Produk UMKM Binaan dari Tiga Wilayah ke Kriyanusa 2026
PT Vale Bangun Tempat Berlindung Kebakaran Pertama di Bungku Timur, Percepat Respons Kebakaran
PT Vale Bangun Tempat Berlindung Kebakaran Pertama di Bungku Timur, Percepat Respons Kebakaran
Dari Hutan Desa Nuha ke Tangan Gen Z, Anyaman Teduhu Selamat dari Kepunahan
Dari Hutan Desa Nuha ke Tangan Gen Z, Anyaman Teduhu Selamat dari Kepunahan
PT Vale Jaga Ketahanan Energi dari PLTA hingga Pengelolaan Air Tambang
PT Vale Jaga Ketahanan Energi dari PLTA hingga Pengelolaan Air Tambang
Menopang Pendidikan Vokasi di Tanah Sorowako
Menopang Pendidikan Vokasi di Tanah Sorowako

Populer

  • 1
    VIRAL Haji Isam Bakal Ambil Alih BCA, Ini Kata Manajemen Bank Central Asia
  • 2
    Pelindo Jasa Maritim Evaluasi Layanan Pemanduan dan Penundaan Kapal di Perairan Bontang
  • 3
    Dari Keluhan Konsumen, Mekanik AHASS Terus Asah Kemampuan
  • 4
    Deru Mesin Poliwako Bangun Talenta Muda di Tengah Gerak Hilirisasi
  • 5
    PT Vale Bawa 37 Produk UMKM Binaan dari Tiga Wilayah ke Kriyanusa 2026

Ekonomi

  • Kerugian Akibat Penipuan Online Capai Rp9,1 Triliun, OJK Dorong Penanganan Lintas Sektor
    Kerugian Akibat Penipuan Online Capai Rp9,1 Triliun, OJK Dorong Penanganan Lintas Sektor
  • Bukit Baruga Pertahankan RTH sebagai Ruang Aktivitas Warga di Kawasan Hunian
    Bukit Baruga Pertahankan RTH sebagai Ruang Aktivitas Warga di Kawasan Hunian
  • VIRAL Haji Isam Bakal Ambil Alih  BCA, Ini Kata Manajemen Bank Central Asia
    VIRAL Haji Isam Bakal Ambil Alih BCA, Ini Kata Manajemen Bank Central Asia

Peristiwa

  • Ada Pintu Tak Berpagar di Belakang Lapas Cibinong, Terparkir 2 MObil Mewah Misterius
    Ada Pintu Tak Berpagar di Belakang Lapas Cibinong, Terparkir 2 MObil Mewah Misterius
  • Resmi Jadi Kader PSI, Jokowi Tunjukkan KTA dan Minta Kader Tak Ragu Hadapi Pemilu 2029
    Resmi Jadi Kader PSI, Jokowi Tunjukkan KTA dan Minta Kader Tak Ragu Hadapi Pemilu 2029
  • Kortastipidkor Polri Tetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Korupsi Persetujuan Bangunan Gedung
    Kortastipidkor Polri Tetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Korupsi Persetujuan Bangunan Gedung
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID