Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Galih Bayu Raditya mengatakan personel telah disiagakan di sejumlah titik strategis untuk mengatur arus kendaraan sekaligus mengantisipasi kepadatan selama aksi berlangsung.
Dilansir CNN, berdasarkan rencana, massa akan berkumpul di kawasan Jalan Basuki Rahmat setelah Salat Jumat sebelum bergerak menuju Jalan Teuku Umar dan Polrestabes Surabaya. Adapun rute yang dilalui meliputi Bundaran Waru, Jalan Ahmad Yani, Jalan Wonokromo, Jalan Raya Darmo, Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Embong Gayam, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Pandegiling, hingga Jalan Teuku Umar.
Untuk mengurangi kemacetan, Satlantas Polrestabes Surabaya menerapkan sejumlah rekayasa lalu lintas di beberapa ruas jalan.
"Arus lalin dari Jalan Raya Darmo menuju Jalan Basuki Rahmat di alihkan ke Jalan Pandegiling Sisi Barat. Arus lalin dari Jalan Pangsud menuju Jalan Basra diluruskan ke Jalan Urip Sumoharjo," kata Galih saat dikonfirmasi, Jumat (31/7).
Selain itu, arus kendaraan dari Jalan Pandegiling menuju Jalan Teuku Umar akan diarahkan lurus ke Jalan Imam Bonjol. Kendaraan dari Jalan RA Kartini menuju Jalan Teuku Umar juga akan dialihkan ke Jalan Imam Bonjol. Sementara itu, kendaraan dari Jalan Cokroaminoto dan Jalan Sam Ratulangi menuju Jalan Teuku Umar akan dialihkan melalui Jalan Pandegiling dan Jalan RA Kartini.
Galih mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas dan mengikuti arahan petugas selama rekayasa arus diberlakukan.
"Kami meminta kerja sama dari seluruh masyarakat pengendara untuk tetap tertib dan sabar di jalan. Demi kelancaran bersama, mohon ikuti petunjuk serta pengalihan arus yang diarahkan oleh petugas kami di lapangan," tuturnya.
KAI Minta Penumpang Berangkat Lebih Awal
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya juga mengingatkan pelanggan kereta api agar mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas dengan berangkat lebih awal menuju stasiun.
Kepadatan diperkirakan terjadi di sejumlah ruas jalan yang menjadi jalur aksi, seperti Bundaran Waru, Jalan Ahmad Yani, Jalan Wonokromo, Jalan Raya Darmo, Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Embong Gayam, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Pandegiling, hingga Jalan Teuku Umar. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi akses menuju Stasiun Surabaya Gubeng dan Stasiun Surabaya Pasarturi.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengimbau pelanggan memberikan waktu tempuh yang lebih longgar agar proses keberangkatan tidak terganggu.
"Kami mengimbau seluruh pelanggan kereta api yang akan berangkat dari stasiun di wilayah Surabaya agar mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas dengan berangkat lebih awal dari lokasi masing-masing. Dengan perencanaan perjalanan yang baik, pelanggan memiliki waktu yang cukup untuk melakukan proses check-in, boarding, serta persiapan sebelum keberangkatan kereta api, sehingga perjalanan dapat berlangsung dengan aman dan nyaman," ujar Mahendro.
KAI menyarankan penumpang tiba di stasiun paling lambat 30 hingga 60 menit sebelum jadwal keberangkatan, terutama bagi mereka yang melintasi ruas jalan terdampak pengalihan arus.
Mahendro memastikan seluruh perjalanan kereta api tetap beroperasi sesuai jadwal. Karena itu, masyarakat diminta menyesuaikan waktu keberangkatan dari rumah dan memanfaatkan kanal informasi resmi untuk memantau kondisi lalu lintas maupun memilih rute alternatif.
"Seluruh perjalanan kereta api tetap beroperasi sesuai jadwal. Karena itu, kami mengajak pelanggan untuk menyesuaikan waktu keberangkatan dari rumah atau lokasi asal agar memiliki waktu yang cukup menuju stasiun dan tidak tertinggal kereta akibat kepadatan lalu lintas," tambah Mahendro.
Selain itu, KAI Daop 8 Surabaya juga mengimbau masyarakat pengguna jalan agar mematuhi arahan petugas di lapangan dan mengikuti rekayasa lalu lintas demi menjaga kelancaran mobilitas, ketertiban, dan keselamatan bersama.



