LUMINASIA.ID, Jakarta – Kepergian bassist PAS Band, Bambang Sutrisno atau yang akrab disapa Trisnoize, menyisakan duka mendalam bagi rekan-rekannya. Drummer PAS Band, Sandy, mengaku menyimpan penyesalan karena batal menjenguk sahabatnya untuk kedua kalinya sebelum Trisno meninggal dunia.
Trisno meninggal pada Sabtu (1/8) pukul 14.30 WIB setelah menjalani perawatan intensif di RS Hermina Bandung. Jenazahnya disemayamkan di rumah duka dan dijadwalkan dimakamkan di TPU Cikutra, Bandung, pada Minggu (2/8).
Sandy mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya telah berencana berangkat ke Bandung pada pagi hari untuk menjenguk Trisno. Namun, rencana tersebut dibatalkan karena ia memilih beristirahat akibat kelelahan.
"Saya sudah mau ke Bandung tadi pagi. Tapi capek, butuh istirahat dulu. Itu yang saya sesali banget, cuma sempat nengok sekali di rumah sakit. Dia ingin ngomong sesuatu sama saya, tapi tidak bisa," ujar Sandy.
Selama menjalani perawatan, Sandy juga menyarankan keluarga agar membatasi jumlah pembesuk. Menurutnya, Trisno membutuhkan waktu istirahat yang cukup untuk memulihkan kondisinya.
Meski demikian, Sandy mengakui Trisno selalu tampak senang saat didatangi teman-temannya. Namun, kondisi tersebut kerap membuatnya khawatir karena Trisno sering mengalami kejang ketika terlalu banyak berbicara.
Dilansir Detik, Sandy terus memantau perkembangan kondisi sahabatnya selama dirawat. Ia sempat menerima kabar bahwa saturasi oksigen Trisno mengalami peningkatan, sehingga menumbuhkan harapan akan kesembuhannya.
"Alhamdulillah saturasinya naik dari 80. Saya berharap terus membaik. Tapi akhirnya sehari kemudian Allah memanggilnya," tuturnya.
Kepergian Trisno menjadi kehilangan besar bagi PAS Band dan para penggemarnya, sementara penyesalan Sandy karena tak sempat bertemu lagi menjadi salah satu kisah yang menyentuh di balik berpulangnya sang bassist.



