Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Makassar

Pemkot Makassar Gencarkan Tracing TBC di 339 Titik, Munafri Targetkan Penularan Turun Signifikan

Selasa, 11 Agustus 2026 13:13
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
Pemerintah Kota Makassar memperkuat upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) dengan menggelar gerakan tracing secara masif yang terintegrasi dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di 339 titik yang tersebar di seluruh wilayah kota. Program tersebut dilaunching Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Kantor Kelurahan Antang, Jalan Antang Raya, Selasa (11/8/2026),


LUMINASIA.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar memperkuat upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) dengan menggelar gerakan tracing secara masif yang terintegrasi dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di 339 titik yang tersebar di seluruh wilayah kota.

Program yang dilaunching Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Kantor Kelurahan Antang, Jalan Antang Raya, Selasa (11/8/2026), tersebut menjadi bagian dari strategi percepatan penemuan kasus sekaligus memutus rantai penularan TBC hingga ke tingkat keluarga dan lingkungan masyarakat.

Munafri mengatakan gerakan tersebut merupakan tindak lanjut program prioritas pemerintah pusat yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

Ia menegaskan, kegiatan tracing bukan sekadar mengejar angka penemuan kasus, melainkan memastikan warga yang terindikasi TBC dapat segera memperoleh penanganan sehingga penularan dapat dicegah sejak dini.

"Gerakan ini tidak sekadar mengejar temuan kasus, tetapi menjadi strategi untuk mendeteksi TBC, memastikan warga yang terindikasi segera mendapat penanganan, sekaligus mencegah penyakit di lingkungan," ujar Munafri.

Menurutnya, pelaksanaan tracing akan dilakukan secara serentak di 339 titik di Kota Makassar dengan target sekitar 100 warga diperiksa di setiap lokasi.

"Semua ini akan kita lakukan serentak di 339 titik yang ada di Kota Makassar. Di setiap titik itu ada 100 yang akan ditracing," katanya.


Baca: Menteri LH Puji Langkah Appi Benahi TPA Tamangapa, Progres Capai Lebih 90 Persen


Munafri menegaskan, kegiatan tersebut tidak boleh berhenti pada seremoni peluncuran semata.

Ia meminta seluruh jajaran pemerintah, mulai Dinas Kesehatan, puskesmas, kecamatan, kelurahan hingga RT dan RW, memastikan program berjalan secara berkelanjutan.

"TBC di Kota Makassar ini relatif tinggi dibanding di daerah-daerah lainnya. Maka dari itu dibutuhkan penanganan ekstra, penanganan yang sangat serius karena penyakit ini bisa menular dengan sangat cepat," tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak takut ataupun malu menjalani pemeriksaan karena TBC merupakan penyakit yang dapat disembuhkan apabila ditangani secara tepat.

"Jangan takut dan jangan malu, TBC ini bukan aib, ini penyakit yang bisa disembuhkan. Tapi kalau Bapak-Ibu menyembunyikan penyakitnya, tidak akan pernah terselesaikan," ucapnya.

Munafri mengingatkan masyarakat yang mengalami gejala seperti batuk berkepanjangan agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Ia menilai semakin cepat kasus ditemukan, semakin besar peluang mencegah penularan kepada anggota keluarga maupun masyarakat sekitar.

"Kalau ada gejala-gejala itu langsung datang secepatnya ke puskesmas untuk bisa dicek dengan baik," katanya.

Menurut Munafri, perkembangan teknologi kini juga mempermudah proses deteksi TBC sehingga masyarakat tidak perlu khawatir menjalani pemeriksaan.

"Dengan kemajuan teknologi dan kesiapan para petugas medis yang kita miliki, insyaallah ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Dulu kan diambil dahaknya, sekarang bisa dirontgen," ujarnya.

Ia memastikan seluruh rangkaian tracing TBC dan pemeriksaan kesehatan tersebut diberikan secara gratis kepada masyarakat.

"Seluruh kegiatan ini dilaksanakan tanpa dipungut biaya satu peser pun," tegasnya.

Munafri berharap gerakan yang dimulai dari Kelurahan Antang tersebut menjadi tonggak keseriusan Pemkot Makassar dalam menekan angka TBC secara signifikan.

"Ini bukan hanya kegiatan seremonial yang kita kumpul pagi-pagi di sini, tapi ini harus menjadi tonggak dari bagaimana keseriusan pemerintah melalui Dinas Kesehatan dan seluruh elemen yang dimiliki untuk membasmi yang namanya TBC di kota ini," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar dr Nursaidah Sirajuddin mengungkapkan tantangan terbesar penanggulangan TBC saat ini masih berada pada rendahnya cakupan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi kontak serumah pasien.


Baca: TPA Tamangapa Mulai 1 Agustus Hanya Terima Residu!


Hingga evaluasi program tahun 2026, TPT baru diberikan kepada 516 orang dari target 72.240 kontak serumah atau sekitar 0,71 persen.

"Yang menjadi kendala di Kota Makassar yang sangat rendah adalah cakupan pemberian TPT atau terapi pencegahan tuberkulosis kontak serumah," ujar Nursaidah.

Ia menjelaskan, kontak serumah merupakan kelompok dengan risiko tertinggi tertular TBC sehingga pemberian terapi pencegahan menjadi bagian penting dalam memutus rantai penularan.

Dinas Kesehatan juga mencatat target penemuan terduga TBC pada 2026 sebanyak 48.763 orang, sementara hingga saat ini telah ditemukan 27.851 orang atau 57,11 persen.

Untuk kasus TBC terkonfirmasi, realisasi penemuan mencapai 5.556 kasus atau 61,53 persen dari target 9.030 kasus.

Di sisi pengobatan, capaian keberhasilan terapi mencapai 82,40 persen atau 4.578 pasien berhasil menyelesaikan pengobatan, meski masih di bawah target nasional sebesar 90 persen.

Menurut Nursaidah, Pemkot Makassar akan memperkuat investigasi kontak serumah di seluruh puskesmas dengan melibatkan kader kesehatan, komunitas, fasilitas pelayanan kesehatan swasta, klinik, hingga rumah sakit.

Selain itu, skrining aktif akan diperluas ke kawasan padat penduduk, tempat kerja, rumah tahanan, lembaga pemasyarakatan, kelompok lansia, penyandang diabetes melitus, hingga masyarakat dengan HIV.

"Langkah ini kita harapkan dapat memperluas jangkauan penemuan kasus sehingga semakin banyak kasus dapat ditemukan dan ditangani lebih awal," ujarnya.

Dinas Kesehatan juga akan memperkuat retensi pengobatan melalui peningkatan peran Pengawas Menelan Obat (PMO) serta pemanfaatan teknologi komunikasi, termasuk pendampingan berbasis aplikasi WhatsApp, agar keberhasilan pengobatan dapat meningkat hingga mencapai target nasional. ()

Tags: Pemkot Makassar Munafri Arifuddin TBC


Baca Juga

Digitalisasi Layanan Makin Ngebut, Makassar Raih Predikat Kota TP2DD Terbaik 2026
Digitalisasi Layanan Makin Ngebut, Makassar Raih Predikat Kota TP2DD Terbaik 2026
Banggar DPRD Makassar Minta BPKAD Koordinasikan Data Anggaran KUPA-PPAS Perubahan Makassar
Banggar DPRD Makassar Minta BPKAD Koordinasikan Data Anggaran KUPA-PPAS Perubahan Makassar
Makassar Siapkan Dua Greenhouse Berbasis IoT, Munafri Ajak Teknik Elektro Terlibat
Makassar Siapkan Dua Greenhouse Berbasis IoT, Munafri Ajak Teknik Elektro Terlibat
PDAM Makassar Sukses Tangani Keluhan Air Sempat Berwarna Hitam, Masalah Endapan dan Jaringan Pipa
PDAM Makassar Sukses Tangani Keluhan Air Sempat Berwarna Hitam, Masalah Endapan dan Jaringan Pipa
Appi Dorong Sekolah Makassar Adaptif terhadap AI, Karakter Siswa Tetap Jadi Prioritas
Appi Dorong Sekolah Makassar Adaptif terhadap AI, Karakter Siswa Tetap Jadi Prioritas
Wali Kota Munafri Ajak Muslimat NU dan Dewan Lingkungan Kolaborasi Atasi Sampah
Wali Kota Munafri Ajak Muslimat NU dan Dewan Lingkungan Kolaborasi Atasi Sampah

Populer

  • 1
    Lima Tim Dance Terpilih Jadi Best Five di Honda DBL South Sulawesi 2026
  • 2
    Peserta KALLA 10K dari Riau hingga Papua, Ada Aturan Cut Off hingga DNF
  • 3
    Rektor Unismuh Dorong Ketahanan Air Berbasis Masyarakat di Tengah Perubahan Iklim
  • 4
    APBN Salurkan KUR Rp12,96 Triliun ke 181.912 Debitur di Sulsel
  • 5
    PDAM Makassar Sukses Tangani Keluhan Air Sempat Berwarna Hitam, Masalah Endapan dan Jaringan Pipa

Ekonomi

  • Future Ready XLSMART Sudah Antar 850 Talenta Muda ke Dunia Kerja, Target 1.000 Orang
    Future Ready XLSMART Sudah Antar 850 Talenta Muda ke Dunia Kerja, Target 1.000 Orang
  • Pelindo Regional 4 Pastikan Perubahan Peran Korporasi Tak Ganggu Pelayanan
    Pelindo Regional 4 Pastikan Perubahan Peran Korporasi Tak Ganggu Pelayanan
  • LPS Libatkan 100 Guru untuk Bangun Kebiasaan Menabung Pelajar Sulsel
    LPS Libatkan 100 Guru untuk Bangun Kebiasaan Menabung Pelajar Sulsel

Peristiwa

  • Kortastipidkor Polri Tetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Korupsi Persetujuan Bangunan Gedung
    Kortastipidkor Polri Tetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Korupsi Persetujuan Bangunan Gedung
  • Cuaca Besok di Sulsel 19 September 2026, BMKG Peringatkan Angin Kencang
    Cuaca Besok di Sulsel 19 September 2026, BMKG Peringatkan Angin Kencang
  • Ini Kronologi Bule Australia Habisi Anak dan Dirinya di Bali, Jeritan 'I Love You Daddy' Bikin Miris
    Ini Kronologi Bule Australia Habisi Anak dan Dirinya di Bali, Jeritan 'I Love You Daddy' Bikin Miris
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID