LUMINASIA.ID, MAKASSAR — Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun ditemukan sendirian di Gunung Fuji, Jepang, setelah ditinggalkan ayahnya yang memilih melanjutkan pendakian bersama kakaknya menuju puncak.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (20/8/2026) di jalur Fujinomiya Trail dan berakhir setelah seorang pekerja pondok pendakian menemukan anak tersebut sendirian di sekitar pos keenam.
Dilansir Japan Today, Jumat (21/8/2026), anak tersebut berasal dari Nagoya dan mendaki Gunung Fuji bersama ayahnya yang berusia 48 tahun serta kakaknya yang masih duduk di kelas satu sekolah menengah pertama atau berusia sekitar 12-13 tahun.
Ketiganya memulai pendakian melalui Fujinomiya Trail pada Kamis pagi.
Namun, ketika berada di sekitar pos keenam dari 10 pos menuju puncak, anak berusia 7 tahun tersebut mulai kelelahan dan mengeluh tidak sanggup melanjutkan perjalanan.
Alih-alih beristirahat atau menghentikan pendakian, sang ayah justru meminta anaknya menunggu di tempat tersebut.
Ia kemudian melanjutkan perjalanan menuju puncak bersama anak laki-lakinya yang lebih tua.
Padahal, jarak dari pos keenam menuju puncak Gunung Fuji masih membutuhkan waktu pendakian sekitar lima jam berdasarkan informasi resmi situs pendakian Gunung Fuji.
Sementara perjalanan turun dari puncak menuju pos keenam membutuhkan waktu sekitar dua setengah jam.
Artinya, anak berusia 7 tahun tersebut berpotensi harus menunggu sendirian selama sedikitnya tujuh setengah jam hingga ayah dan kakaknya kembali.
Beruntung, anak tersebut tidak benar-benar dibiarkan selama itu.
Sekitar pukul 07.40 waktu setempat, seorang pekerja di sebuah pondok pendakian dekat pos keenam melihat anak tersebut duduk sendirian di sebuah bangku.
Pekerja tersebut kemudian membawa sang anak masuk ke pondok untuk berlindung dan menghubungi polisi.
Petugas yang tiba di lokasi kemudian berhasil mengetahui identitas ayah anak tersebut dan menghubunginya.
Saat itu, sang ayah diketahui telah berada di sekitar pos kedelapan.
Polisi kemudian meminta sang ayah kembali menjemput anaknya.
Berdasarkan perkiraan waktu perjalanan di jalur tersebut, perjalanan dari pos keenam menuju pos kedelapan membutuhkan waktu sekitar tiga jam.
Dengan demikian, anak tersebut diduga ditinggalkan sejak sekitar pukul 04.30 pagi.
Kondisi anak tersebut kemudian dipastikan baik dan ia akhirnya kembali bersama ayahnya.
Meski demikian, situasi di Gunung Fuji dapat berubah dengan cepat dan membahayakan pendaki.
Saat anak tersebut ditemukan, hujan sedang turun dan kabut mulai muncul di sekitar kawasan pendakian.
Perubahan cuaca di Gunung Fuji dapat menyebabkan jarak pandang menurun serta membuat kondisi jalur dan pijakan menjadi lebih berbahaya.
Kepada polisi, sang ayah mengakui keputusannya tersebut merupakan tindakan yang terburu-buru dan menyatakan penyesalannya.
"Saya membuat keputusan yang terburu-buru dan sangat menyesalinya," ujarnya.
Polisi mengingatkan para pendaki agar tidak meninggalkan anggota kelompoknya, terutama anak-anak, sendirian di jalur pendakian.
Petugas juga mengimbau pendaki menyesuaikan kecepatan dan target perjalanan dengan kemampuan anggota kelompok yang memiliki stamina paling rendah.
Dengan demikian, rencana pendakian seharusnya mempertimbangkan kemampuan seluruh anggota rombongan, bukan hanya mereka yang mampu mencapai tujuan lebih cepat.



