Laporan: reporter luminasia.id Ina MaharaniLUMINASIA.ID - Apakah Anda pengguna motor? Satu hal yang perlu diingat adalah mengganti coolant. Alasannya? Agar suhu mesin tetap stabil.
Menjaga suhu mesin tetap stabil menjadi salah satu bagian penting dalam perawatan sepeda motor, terutama untuk menghindari risiko overheat saat kendaraan digunakan.
Salah satu komponen yang perlu diperhatikan adalah coolant atau cairan pendingin radiator.
Honda melalui akun Instagram Honda Jagoanku membagikan sejumlah tips bagi pengendara untuk mengenali kondisi coolant dan mengetahui kapan cairan tersebut perlu diganti.
Berikut beberapa tanda yang perlu diperhatikan:
1. Warna coolant mulai keruh
Perubahan warna menjadi keruh dapat menjadi tanda kondisi coolant sudah tidak optimal sehingga perlu diperiksa dan dipertimbangkan untuk diganti.
2. Volume coolant berkurang
Pengendara perlu mengecek volume coolant secara berkala.
Jika volumenya terus berkurang, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena dapat berkaitan dengan kebocoran pada sistem pendinginan.
3. Suhu mesin lebih cepat naik
Mesin yang lebih cepat panas dari biasanya dapat menjadi salah satu tanda sistem pendinginan tidak bekerja secara optimal.
Jangan menunggu hingga mesin mengalami overheat untuk melakukan pemeriksaan.
4. Radiator bermasalah
Kondisi radiator juga perlu diperhatikan karena radiator merupakan bagian penting dalam sistem pendinginan mesin.
Masalah pada radiator dapat mengganggu proses pelepasan panas dari mesin.
5. Jalur pendinginan bocor
Kebocoran pada jalur pendinginan dapat menyebabkan coolant berkurang dan membuat kemampuan sistem menjaga temperatur mesin ikut menurun.
Honda juga mengingatkan pengendara untuk melakukan penggantian coolant secara berkala.
Dalam materi edukasinya, Honda menyebut coolant sebaiknya diganti setelah sepeda motor menempuh jarak 36.000 kilometer.
Untuk menjaga perlindungan sistem pendinginan, Honda menyarankan penggunaan Coolant Original Honda.



