LUMINASIA.ID, MAKASSAR — Warga Makassar dan sekitarnya, mulai mengalami kembali mati lampu atau pemadaman bergilir, Senin (31/8/2026).
Hal ini mengagetkan warga. Salah satunya adalah Sri, warga Kecamatan Tamalate, Makassar. Ia mengalami pemadaman sekitar pukul 10.30 wita, pagi.
"Mendadak listrik padam. Saya lagi mandi mau keluar. Ini pertama kali listrik padam tahun ini. Kaget juga," paparnya.
Bukan cuma di Makassar, warga Gowa, Mimi, juga mengalami pemadaman sejak pagi hari. "Ada apa? Bukannya surplus (PLN)," paparnya.
Pemadaman berlangsung di sejumlah kawasan dengan durasi berbeda, bahkan dirasakan warga sejak siang hingga sore hari dan berdampak pada fasilitas publik seperti lampu lalu lintas.
Warga Jalan Antang, Kecamatan Manggala, Faqih (25), mengaku mengalami pemadaman menjelang waktu Magrib.
"Kemarin mati lampu sore sekitar mau shalat Magrib sampai selesai shalat, kurang lebih satu jam," ujar Faqih.
Keluhan serupa disampaikan Yudi (26), warga Jalan Malengkeri, Kecamatan Tamalate.
"Dari siang sekitar pukul 14.00 Wita, sampai pukul 17.00 Wita," katanya.
Pemadaman juga berdampak pada sejumlah lampu lalu lintas di Kota Makassar.
Baca: Kabar Tarif Listrik PLN Triwulan III 2026, Airlangga Hartanto PAstikan Tidak Naik
Sekitar pukul 15.00 Wita, lampu lalu lintas di pertigaan Jalan AP Pettarani dan Jalan Boulevard, serta perempatan Jalan Sungai Saddang dan Jalan Veteran, terpantau mengalami pemadaman.k padam
Pukul 18.00 wita, tampak listrik padam di area Mall Panakkukang, Jl Pengayoman, Makassaee.
Kondisi tersebut terjadi di tengah pasokan listrik yang mengalami tekanan akibat penurunan debit air pada sejumlah pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, mengatakan berkurangnya pasokan air menjadi salah satu kendala utama yang memengaruhi produksi listrik.
"Faktornya pembangkit listrik tenaga air mulai kekurangan air, seperti PLTA Bakaru dan Waduk Bili-Bili. Tinggi permukaan airnya sudah turun," terang Jufri.
Kondisi tersebut membuat opsi untuk mengalihkan pasokan sepenuhnya ke pembangkit berbahan bakar diesel tidak mudah dilakukan.
Baca: Tarif Listrik PLN per 1 Agustus 2026 Tidak Naik, Berikut Daftar Tarif Seluruh Golongan
Menurut Jufri, penggunaan pembangkit diesel terkendala biaya bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar, yang relatif tinggi.
Karena itu, pemadaman bergilir menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk menjaga efisiensi sekaligus kestabilan sistem kelistrikan.
"Tentu PLN memperhitungkan efisiensi agar tidak merugi, sehingga teknik yang paling lazim digunakan adalah pemadaman bergilir. Masyarakat diimbau menyikapi ini dengan menyiapkan alternatif penunjang," lanjutnya.
Penjelasan PLN
Dilansir kompas.com PLN UID Sulselrabar memberikan penjelasan mengenai kondisi sistem kelistrikan yang menyebabkan pemadaman di sejumlah wilayah.
Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar, Niki Rendra Adisetiawan, mengatakan terdapat dua faktor yang memengaruhi kondisi pasokan listrik saat ini.
Keduanya yakni penurunan debit air pada PLTA dan pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan yang sedang berlangsung.
"Saat ini sedang dilakukan pemeliharaan pada infrastruktur ketenagalistrikan yang berdampak pada pasokan listrik di sejumlah wilayah. Untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan, PLN melakukan pengaturan beban," jelas Niki.
Pengaturan beban tersebut dilakukan dengan pemadaman bergilir sebagai bagian dari upaya menjaga kestabilan sistem kelistrikan.
PLN memperkirakan durasi pemadaman maupun proses penanganan berada di kisaran dua jam, meski waktunya dapat berbeda bergantung pada kondisi teknis di lapangan.
"Tim PLN terus melakukan upaya percepatan agar pasokan listrik dapat segera kembali normal. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan berterima kasih atas pengertian serta kesabaran pelanggan," pungkasnya.
Dengan kondisi tersebut, warga Makassar dan wilayah Sulawesi Selatan diminta bersiap menghadapi kemungkinan pemadaman bergilir selama proses pemeliharaan dan penyesuaian pasokan listrik berlangsung.



