Laporan: Ina Maharani
LUMINASIA.ID, MAROS — Rammang-Rammang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menjadi salah satu tujuan perjalanan The Dudas Minus One saat menjelajahi berbagai sudut Indonesia.
Kawasan wisata karst tersebut disambangi kelompok yang dikenal beranggotakan Raffi Ahmad, Ariel Noah, Gading Marten, dan Desta, dalam perjalanan yang tidak hanya mengandalkan aktivitas berkendara, tetapi juga mengeksplorasi kekayaan alam dan cerita lokal di berbagai daerah.
Momen perjalanan tersebut dibagikan Raffi Ahmad melalui akun Instagram @raffinagita1717, yang memperlihatkan kebersamaan mereka saat berada di Rammang-Rammang.
Dalam unggahannya, Raffi mengatakan perjalanan bersama The Dudas Minus One tidak sekadar dilakukan untuk mencari tempat indah di Indonesia.
“Kita nggak cuma keliling Indonesia buat cari tempat indah, tapi juga buat menemukan cerita di balik setiap sudutnya,” tulis Raffi.
Kali ini, perjalanan mereka membawa rombongan ke Rammang-Rammang, Sulawesi Selatan.
“Kali ini, langkah kita sampai di Rammang-Rammang, Sulawesi Selatan ❤️? tempat yang ngingetin kita bahwa Indonesia nggak pernah kehabisan alasan untuk dikagumi,” lanjutnya.
Rammang-Rammang merupakan kawasan wisata yang berada di Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros.
Kawasan ini menjadi bagian dari bentang alam karst Maros-Pangkep yang memiliki karakter khas berupa gugusan pegunungan batu kapur, sungai, persawahan, serta perkampungan yang berada di tengah kawasan karst.
Panorama tersebut menjadi salah satu daya tarik utama Rammang-Rammang, sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata alam Sulawesi Selatan.
Perjalanan menuju kawasan tersebut juga menjadi bagian dari pengalaman wisata karena pengunjung dapat menikmati suasana alam dan kehidupan masyarakat di sekitar kawasan karst.
Sejumlah kawasan dan aktivitas dapat dinikmati wisatawan di Rammang-Rammang, antara lain menyusuri sungai serta mengunjungi kawasan Kampung Berua dan Hutan Batu.
Kawasan ini juga memiliki nilai penting dari sisi alam dan geologi karena merupakan bagian dari kawasan karst Maros-Pangkep yang membentang luas di wilayah Maros dan Pangkep.
Keunikan tersebut membuat Rammang-Rammang tidak hanya menawarkan panorama alam, tetapi juga pengalaman untuk mengenal kehidupan masyarakat serta lingkungan yang berada di kawasan karst.
Hal inilah yang sejalan dengan pesan Raffi dalam unggahannya mengenai pentingnya mengenalkan destinasi yang belum banyak diketahui masyarakat.
“Ada banyak hidden gems yang belum banyak orang tahu,” tulisnya.
Menurut Raffi, kekayaan Indonesia tidak hanya terletak pada keindahan alam.
Budaya yang masih hidup, tradisi yang terus dijaga, alam yang luar biasa, serta cerita masyarakat lokal juga menjadi bagian yang layak dikenal lebih luas.
“Ada budaya yang masih hidup, tradisi yang masih dijaga, alam yang luar biasa, dan cerita-cerita lokal yang layak untuk didengar dan dikenal lebih luas,” tulisnya.
Bagi Raffi dan The Dudas Minus One, perjalanan tersebut juga memiliki makna lebih luas daripada sekadar mengunjungi sebuah destinasi.
“Karena buat kami, perjalanan bukan sekadar tentang ‘sudah sampai mana’, tapi tentang apa yang bisa kita kenalkan, apa yang bisa kita jaga, dan apa yang bisa kita tinggalkan untuk generasi berikutnya,” ungkapnya.
Kehadiran The Dudas Minus One di Rammang-Rammang pun menjadi momentum untuk memperkenalkan destinasi wisata Maros kepada khalayak yang lebih luas.
Apalagi, aktivitas perjalanan tersebut dibagikan melalui media sosial Raffi yang memiliki jangkauan pengikut besar.
Rammang-Rammang sendiri selama ini menjadi salah satu destinasi wisata alam yang menawarkan perpaduan antara lanskap karst, sungai, hamparan hijau dan kehidupan masyarakat.
Pengunjung dapat menikmati perjalanan dengan menyusuri sungai menggunakan perahu sebelum memasuki sejumlah kawasan wisata di dalam bentang alam karst tersebut.
Keberadaan Kampung Berua juga menjadi salah satu daya tarik karena berada di antara gugusan karst dan menghadirkan suasana perkampungan yang masih berpadu dengan lingkungan alam.
Selain menikmati panorama, wisatawan dapat menjadikan perjalanan ke Rammang-Rammang sebagai kesempatan mengenal lebih dekat kekayaan alam dan budaya masyarakat setempat.
Melalui perjalanan tersebut, Raffi mengajak masyarakat untuk tidak hanya melihat destinasi dari sisi keindahannya, tetapi juga memahami cerita dan potensi yang ada di baliknya.
“Mari terus jalan, terus belajar, dan terus ceritakan indahnya Indonesia dari sudut-sudut yang mungkin belum pernah kamu lihat,” tulis Raffi.
Ia menilai Indonesia memiliki wilayah yang luas dengan kekayaan cerita yang tidak akan pernah habis untuk dieksplorasi.
“Indonesia itu luas. Ceritanya nggak akan pernah habis ??,” tulisnya.
Kunjungan The Dudas Minus One sekaligus menunjukkan bagaimana destinasi wisata daerah seperti Rammang-Rammang dapat memperoleh perhatian lebih luas ketika dikunjungi dan diperkenalkan oleh figur publik.
Baca: KRONOLOGI: Gegara Interupsi Ariel Noah, Ahmad Dhani Hampir Diusir saat DPR Rapat Royalti Musik
Bagi Sulawesi Selatan, momentum tersebut menjadi bagian dari promosi destinasi yang memiliki kekuatan pada wisata alam, budaya dan pengalaman perjalanan.
Rammang-Rammang pun tidak hanya hadir sebagai latar perjalanan The Dudas Minus One, tetapi menjadi salah satu contoh hidden gems Indonesia yang memiliki kekayaan alam dan cerita lokal untuk terus diperkenalkan kepada generasi berikutnya.
Foto dalam berita ini merupakan unggahan akun Instagram Raffi Ahmad, @raffinagita1717.



