Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Ekonomi

BYD Perkuat Ekosistem Industri Kendaraan Energi Baru, Pabrik Subang Target Serap 20.000 Tenaga Kerja

Jumat, 4 September 2026 13:39
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
BYD M6 DM menjadi simbol dimulainya babak baru produksi kendaraan energi baru secara lokal di Indonesia dalam peresmian fasilitas manufaktur BYD di Subang, Jawa Barat.

 

LUMINASIA.ID, SUBANG -  BYD memperkuat keterlibatannya dalam industri kendaraan energi baru di Indonesia melalui fasilitas manufaktur di Kawasan Industri Subang Smartpolitan, Jawa Barat, yang ditargetkan menciptakan lebih dari 20.000 lapangan kerja lokal ketika mencapai kapasitas produksi penuh.

Penguatan industri tersebut tidak hanya ditandai dengan berdirinya fasilitas produksi, tetapi juga keterlibatan lebih dari 200 mitra rantai pasok serta persiapan peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) menuju 60 persen pada Januari 2027.

Fasilitas manufaktur kendaraan energi baru pertama BYD di Indonesia tersebut diresmikan pada 3 September 2026 oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia Agus Gumiwang Kartasasmita dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Republik Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan.

Peresmian turut dihadiri Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi beserta jajaran Forkopimda Provinsi Jawa Barat, sejumlah Anggota DPR RI termasuk Anggota Komisi VII DPR RI, pejabat pimpinan tinggi madya kementerian dan lembaga, Bupati Subang Reynaldi Putra Andita Budi Raemi beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Subang.

Baca: BYD Jual 5.264 Mobil di Indonesia pada Juni 2026, Haka Auto Sebut Permintaan Kendaraan Listrik Terus Meningkat

Rangkaian peresmian diawali dengan sambutan Vice President of BYD Co., Ltd. and General Manager of BYD Asia-Pacific Auto Sales Division, Liu Xueliang, yang menyampaikan pandangan BYD mengenai perjalanan dan komitmennya dalam mendukung pengembangan industri kendaraan energi baru di Indonesia.

“Peresmian fasilitas manufaktur ini merupakan tonggak penting sekaligus babak baru dalam perjalanan BYD di Indonesia. Selama lebih dari 30 tahun, kami telah membangun pengalaman dan kapabilitas dalam mendorong transformasi industri kendaraan energi baru di berbagai pasar di seluruh dunia,” ujar Liu.

Menurut dia, Indonesia tidak hanya dipandang sebagai pasar penting, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam perjalanan menuju transisi energi melalui pengembangan dan penerapan teknologi kendaraan energi baru.

Dengan membawa pengalaman, teknologi, dan kapabilitas manufaktur global ke Indonesia, BYD berkomitmen untuk tumbuh bersama Indonesia.

“Melalui semangat in Indonesia-for Indonesia BYD membangun industri kendaraan energi baru yang berkelanjutan yang dapat menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia,” lanjutnya.

Sambutan tersebut dilanjutkan dengan penyampaian pandangan mengenai perkembangan industri kendaraan energi baru oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita serta pemaparan dari Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan.

Momentum peresmian kemudian ditandai dengan penandatanganan plakat oleh Menteri Agus Gumiwang Kartasasmita sebagai simbol dimulainya perjalanan baru BYD dalam memperkuat kapasitas produksi dan pengembangan industri kendaraan energi baru di Indonesia.

“Peresmian fasilitas produksi BYD Motor Indonesia hari ini bukan hanya pembukaan pabrik baru, melainkan simbol lahirnya harapan dan peluang bagi kemajuan industrialisasi nasional melalui penciptaan ekosistem industri,” ujar Agus Gumiwang Kartasasmita.

Dia mengatakan transformasi pasar menuju green mobility, khususnya kendaraan berbasis listrik, perlu dibangun dan didorong lebih cepat.

Menurut Agus, perkembangan pasar kendaraan listrik di Indonesia menunjukkan tren positif, sedangkan kehadiran fasilitas produksi BYD menjadi bagian penting dalam momentum tersebut.

Pemerintah, kata dia, tidak hanya ingin membangun pasar kendaraan listrik, tetapi juga memastikan perkembangan tersebut mampu memperkuat struktur industri dan kapasitas produksi di dalam negeri, termasuk melalui peningkatan penggunaan komponen dalam negeri.

“Kami melihat BYD telah menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan di pasar Indonesia, dan kami berharap fasilitas produksi ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya, tidak hanya bagi BYD, tetapi juga bagi kemajuan industri nasional dan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” katanya.

Produksi Lokal Capai 100.000 Unit

Prosesi peresmian dilanjutkan dengan roll-off BYD M6 DM sebagai unit ke-100.000 BYD yang diproduksi secara lokal di Indonesia.

Menteri Agus Gumiwang Kartasasmita dan Luhut Binsar Pandjaitan turut membubuhkan tanda tangan secara simbolis pada kap BYD M6 DM.

Momen tersebut menjadi simbol harapan agar langkah awal produksi lokal yang dimulai melalui BYD M6 DM dan BYD M6 EV sebagai kendaraan keluarga dapat menjadi awal perjalanan panjang dalam menghadirkan lebih banyak kendaraan energi baru produksi Indonesia untuk masyarakat Indonesia.

Secara keseluruhan, lebih dari 500 tamu hadir dalam momentum tersebut yang merepresentasikan kolaborasi lintas pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah hingga berbagai elemen ekosistem BYD, termasuk jaringan diler, pemasok, mitra pembiayaan dan pelaku usaha lainnya.

Komunitas pengguna melalui BEYOND Community serta rekan-rekan media juga turut hadir dalam peresmian tersebut.

Dorong Industri Baru di Sekitar Pabrik

Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pembangunan pabrik BYD bukan hanya investasi di sektor otomotif, tetapi bagian dari pembangunan ekosistem industri baru di Indonesia.

“Kita melihat pembangunan pabrik BYD ini bukan hanya sebagai investasi di sektor otomotif, tetapi sebagai bagian dari pembangunan ekosistem industri baru di Indonesia. Satu investasi besar harus melahirkan industri-industri baru di sekelilingnya,” ujar Luhut.

Menurut dia, Indonesia telah memiliki industri baterai dan battery pack, sementara pembangunan kendaraan serta berbagai bagian ekosistemnya terus dikembangkan.

Karena itu, Indonesia perlu membangun talenta, menjaga kualitas, meningkatkan produktivitas dan menguasai teknologi.

“Saya berharap pembangunan ini dapat semakin memperkuat ekosistem industri di Indonesia dan membuka ruang bagi semakin banyak keterlibatan industri serta sumber daya manusia Indonesia,” katanya.

Dengan demikian, dari Subang tidak hanya diproduksi kendaraan untuk Indonesia, tetapi juga terbuka peluang membawa produk buatan Indonesia ke dunia.

Selama lebih dari 30 tahun, BYD telah membangun pengalaman dan kapabilitas di berbagai bidang teknologi energi baru, mencakup kendaraan penumpang dan komersial, transportasi berbasis rel, energi terbarukan serta elektronik.

Pengalaman lintas sektor tersebut menjadi fondasi BYD dalam mengembangkan teknologi elektrifikasi sekaligus membangun kapabilitas manufaktur di berbagai pasar dunia.

Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, BYD membukukan penjualan global sebesar 2,6 juta unit, dengan total penjualan kendaraan energi baru secara kumulatif mencapai 17,8 juta unit.

Fasilitas manufaktur di Indonesia menjadi fasilitas produksi BYD yang ke-13 secara global dan menjadi tonggak strategis dalam perjalanan lokalisasi global perusahaan.

Melalui fasilitas tersebut, BYD membawa pengalaman, teknologi dan kapabilitas manufaktur global ke Indonesia sekaligus membuka peluang semakin kuatnya keterlibatan industri nasional dalam perkembangan kendaraan energi baru.

Baca: BYD Luncurkan Supercar Listrik DENZA Z, Hadir dalam Varian Coupe dan Racing

Pemerintah Siapkan Dukungan Berbasis TKDN

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan pemerintah terus memperkuat dukungan terhadap pengembangan industri kendaraan energi baru nasional, termasuk melalui kajian skema insentif yang berbasis pada peningkatan TKDN.

Pemerintah akan memberikan perhatian lebih besar terhadap pelaku industri yang mampu meningkatkan kontribusi komponen dalam negeri sejalan dengan upaya memperkuat rantai pasok dan kapasitas manufaktur nasional.

Kementerian Perindustrian selanjutnya akan menyusun desain program insentif dan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk menciptakan dukungan yang semakin optimal.

Insentif tersebut nantinya diharapkan semakin mendorong peningkatan TKDN dan penguatan industri dalam negeri.

Kehadiran fasilitas manufaktur Subang menjadi bagian penting dari langkah BYD membangun ekosistem kendaraan energi baru yang semakin lengkap di Indonesia.

BYD kini menjadi bagian langsung dari rantai industri dan manufaktur nasional yang telah melibatkan lebih dari 200 mitra rantai pasok dan menciptakan lebih dari 5.000 lapangan kerja lokal.

Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi lebih dari 20.000 lapangan kerja ketika pabrik mencapai kapasitas produksi penuh.

Dengan skala penyerapan tenaga kerja lokal tersebut serta persiapan menuju TKDN 60 persen pada Januari 2027, pengembangan manufaktur BYD di Indonesia tidak hanya memperkuat kapasitas produksi kendaraan, tetapi juga membuka ruang semakin luas bagi keterlibatan industri dan sumber daya manusia Indonesia dalam rantai nilai kendaraan energi baru.

Namun, perkembangan ekosistem kendaraan energi baru tidak berhenti pada kemampuan memproduksi kendaraan.

Pertumbuhan industri membutuhkan rantai nilai yang terintegrasi, mencakup manufaktur, teknologi baterai, bisnis penunjang seperti logistik, yard dan pusat suku cadang, serta pengembangan tenaga kerja.

Berbagai elemen tersebut telah terintegrasi dalam investasi dan pengembangan BYD di Indonesia saat ini, khususnya melalui fasilitas produksi BYD di Subang.

Ke depan, BYD berkomitmen memperkuat ekosistem industri tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga melalui berbagai rantai penunjang termasuk infrastruktur yang menjadi fondasi penguatan pasar kendaraan energi baru secara lebih luas.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen BYD memperdalam lokalisasi sekaligus menciptakan nilai yang melampaui produksi kendaraan.

Dengan menggabungkan pengalaman dan teknologi global dengan kemampuan industri lokal yang terus berkembang, BYD melihat peluang memperluas keterlibatan perusahaan dan pelaku industri Indonesia dalam membangun ekosistem kendaraan energi baru dari hulu hingga hilir.

Bagi Indonesia, pengembangan tersebut membuka peluang memperkuat keterlibatan perusahaan lokal, mengembangkan talenta, meningkatkan penguasaan teknologi serta mendorong lahirnya industri-industri baru di sekitar manufaktur kendaraan energi baru.

Pasar Kendaraan Energi Baru Indonesia Terus Tumbuh

Keputusan BYD membangun fasilitas manufaktur di Indonesia merupakan bagian dari pandangan jangka panjang perusahaan terhadap potensi Indonesia dalam perkembangan industri kendaraan energi baru di Asia Tenggara.

Perkembangan tersebut berjalan seiring dengan arah Pemerintah Indonesia untuk mempercepat transisi energi dan implementasi mobilitas hijau dan berkelanjutan.

Sejalan dengan arah tersebut, pangsa kendaraan energi baru di Indonesia meningkat dari sekitar 1 persen pada 2022 menjadi 23 persen pada Juli 2026.

Pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin cepatnya adopsi teknologi elektrifikasi di Indonesia sekaligus memperkuat landasan pengembangan kapasitas produksi dan industri pendukung kendaraan energi baru di dalam negeri.

Bagi BYD, penerimaan pasar yang positif tersebut menjadi bagian dari perjalanan menuju produksi lokal.

BYD secara bertahap membangun fondasi bisnis dan ekosistemnya di Indonesia.

Sejak memasuki pasar pada Januari 2024, BYD memperluas basis konsumen sekaligus membangun jaringan penjualan dan layanan di berbagai wilayah.

Pada Januari hingga Juli 2026, BYD Indonesia mencatat penjualan sebanyak 32.800 unit dengan pangsa pasar sekitar 35 persen.

Hingga saat ini, BYD telah mengirimkan lebih dari 100.000 kendaraan energi baru kepada konsumen Indonesia dengan ekspansi jaringan penjualan serta layanan di lebih dari 100 lokasi di berbagai wilayah Indonesia.

Selain kendaraan listrik berbasis baterai atau EV, BYD juga memperluas pilihan teknologi elektrifikasi melalui pengenalan Dual Mode atau DM pada Mei 2026.

Kehadiran teknologi DM melengkapi strategi EV + DM BYD di Indonesia dan memberikan pilihan mobilitas elektrifikasi yang lebih beragam sesuai kebutuhan dan karakteristik konsumen.

Dengan pilihan teknologi elektrifikasi yang semakin lengkap, BYD memimpin penjualan kendaraan energi baru di Indonesia, dengan BYD M6 DM mencatatkan kontribusi terbesar di segmen DM selama tiga bulan berturut-turut.

Penerimaan terhadap teknologi baru tersebut menjadi fondasi penting bagi BYD untuk membawa perjalanan di Indonesia ke babak baru.

Seiring pertumbuhan basis pelanggan dan pasar kendaraan energi baru, pengembangan manufaktur lokal menjadi langkah strategis untuk memperkuat keterlibatan BYD dalam industri nasional serta membangun kemampuan manufaktur yang semakin dekat dengan pasar dan ekosistem Indonesia.

Pabrik 126 Hektare Berkapasitas 150.000 Unit

Fasilitas manufaktur BYD di Subang berdiri di atas lahan sekitar 126 hektare dengan kapasitas produksi hingga 150.000 unit kendaraan per tahun.

Fasilitas tersebut dibangun dalam waktu sekitar 20 bulan sejak dimulainya pembangunan.

Pengembangan fasilitas memanfaatkan pengalaman BYD dalam membangun fasilitas produksi di berbagai pasar dunia, sekaligus membawa pengalaman dan teknologi manufaktur global ke Indonesia.

BYD menyebut fasilitas tersebut mendukung visi “The Most Advanced Factory in Indonesia”.

Fasilitas dirancang dengan tingkat otomatisasi tinggi dan didukung sistem produksi cerdas yang terintegrasi.

BYD juga terus menghadirkan teknologi manufaktur dan standar proses produksi yang diyakini sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia.

Fasilitas tersebut sekaligus menjadi investasi terbesar di Kabupaten Subang.

Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao mengatakan kehadiran fasilitas manufaktur di Subang memiliki arti lebih besar daripada sekadar memproduksi kendaraan di Indonesia.

“Ini merupakan langkah untuk membangun kapabilitas bersama, membuka peluang bagi tenaga kerja lokal, mengembangkan talenta dan keterampilan, serta memperkuat keterlibatan industri Indonesia dalam ekosistem kendaraan energi baru,” ujar Eagle.

Menurut dia, dengan menjadikan Indonesia sebagai bagian dari jaringan manufaktur BYD, pertumbuhan perusahaan diharapkan menciptakan nilai semakin besar bagi Indonesia.

BYD juga terus mempersiapkan pengembangan kapabilitas manufaktur di Indonesia, termasuk pengembangan fasilitas baterai dan berbagai elemen pendukung ekosistem kendaraan energi baru untuk menghadirkan nilai tambah dalam jangka panjang.

“Melalui kesempatan ini, kami dengan bangga menyampaikan, BYD Made in Indonesia and for Indonesia,” katanya.

Melihat Langsung Proses Produksi

Selain mengikuti rangkaian peresmian, para partisipan mendapatkan kesempatan memperdalam informasi mengenai BYD melalui area yang menampilkan berbagai produk BYD yang telah hadir di Indonesia, informasi mengenai teknologi serta perjalanan perusahaan dalam mengembangkan kendaraan energi baru.

Para tamu dan media juga mengikuti factory tour untuk melihat secara langsung proses manufaktur kendaraan energi baru BYD di Subang.

Kunjungan tersebut memperlihatkan perjalanan kendaraan mulai dari struktur dasar hingga menjadi kendaraan yang siap digunakan pelanggan.

Tiga rangkaian utama manufaktur yang diperkenalkan adalah Welding, Painting, dan Final Assembly yang saling terhubung dalam satu proses produksi.

Di area Welding, para tamu melihat bagaimana struktur dasar kendaraan dibentuk secara bertahap hingga menjadi kerangka bodi yang utuh.

Area tersebut menerapkan sistem produksi fleksibel multi-model yang memungkinkan berbagai model kendaraan diproduksi pada lini yang sama.

Proses tersebut didukung kombinasi teknologi otomatisasi dan robotik untuk membantu menjaga presisi dan konsistensi selama pembentukan bodi kendaraan.

Beranjak ke area Painting, proses manufaktur berfokus memberikan perlindungan terhadap bodi kendaraan sekaligus memastikan kualitas permukaan dan tampilan eksterior.

Sistem produksi dan quality control terintegrasi digunakan untuk memantau proses secara menyeluruh, termasuk pemeriksaan permukaan dan kualitas pengecatan.

Area tersebut juga menunjukkan bagaimana teknologi dan keterampilan karyawan berjalan berdampingan dalam menjaga standar produksi.

Sementara itu, Final Assembly memperlihatkan tahap ketika berbagai komponen kendaraan disatukan hingga menjadi kendaraan yang siap digunakan pelanggan.

Prosesnya mencakup perakitan, pemeriksaan, penyetelan hingga pemeriksaan akhir sebelum kendaraan meninggalkan fasilitas.

Setiap kendaraan melalui pemeriksaan secara menyeluruh untuk memastikan memenuhi persyaratan sebelum dikirim kepada pelanggan.

Ketiga rangkaian tersebut memberikan gambaran mengenai bagaimana otomatisasi, digitalisasi, fleksibilitas produksi, pengendalian kualitas dan pengembangan keterampilan karyawan diterapkan secara terintegrasi dalam fasilitas manufaktur BYD Indonesia. 

Tags: BYD Motor Indonesia BYD Atto 1

Baca Juga

BYD M6 Tembus 26 Ribu Keluarga, M6 DM Perkuat Pilihan Mobilitas Elektrifikasi di Jawa Timur
BYD M6 Tembus 26 Ribu Keluarga, M6 DM Perkuat Pilihan Mobilitas Elektrifikasi di Jawa Timur
BYD Indonesia Tambah Varian Baru ATTO 1 STD, Harga Mulai Rp199 Juta
BYD Indonesia Tambah Varian Baru ATTO 1 STD, Harga Mulai Rp199 Juta

Populer

  • 1
    Kalla Toyota Tawarkan Promo Bunga Mulai 0 Persen, Hanya Berlaku 19 Hari
  • 2
    Direksi XLSMART Turun Langsung Dengarkan Keluhan Pelanggan, Ditindaklanjuti di Hari yang Sama
  • 3
    Satgas PASTI Hentikan YWWSDC dan RTHAE, Tawarkan Investasi Kripto Tanpa Izin OJK
  • 4
    Tunjangan Reses Kena Potongan Pajak PPh 21, Pimpinan hingga Anggota DPRD Jeneponto Datangi Kantor DJP Sulselbartra
  • 5
    Ari Lasso Ungkap Pengalaman Naik Garuda yang Pecah Ban Saat Mendarat di Makassar

Ekonomi

  • BYD Perkuat Ekosistem Industri Kendaraan Energi Baru, Pabrik Subang Target Serap 20.000 Tenaga Kerja
    BYD Perkuat Ekosistem Industri Kendaraan Energi Baru, Pabrik Subang Target Serap 20.000 Tenaga Kerja
  • Tunjangan Reses Kena Potongan Pajak PPh 21, Pimpinan hingga Anggota DPRD Jeneponto Datangi Kantor DJP Sulselbartra
    Tunjangan Reses Kena Potongan Pajak PPh 21, Pimpinan hingga Anggota DPRD Jeneponto Datangi Kantor DJP Sulselbartra
  • Pelindo Buka Peluang Konektivitas Pelabuhan Timur Indonesia ke Australia
    Pelindo Buka Peluang Konektivitas Pelabuhan Timur Indonesia ke Australia

Peristiwa

  • Gunung Sinabung di Karo Sumatera Utara Erupsi, Kolom Abu Capai 3.500 Meter
    Gunung Sinabung di Karo Sumatera Utara Erupsi, Kolom Abu Capai 3.500 Meter
  • Pertamina Dorong Pengelolaan Sampah Kolakaasi Lebih Efektif lewat Sarana Operasional
    Pertamina Dorong Pengelolaan Sampah Kolakaasi Lebih Efektif lewat Sarana Operasional
  • Pelabuhan Kendari Diproyeksikan Jadi Simpul Logistik Nikel dari Hulu hingga Hilir
    Pelabuhan Kendari Diproyeksikan Jadi Simpul Logistik Nikel dari Hulu hingga Hilir
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID