LUMINASIA.ID, MAKASSAR — Kesempatan mendapatkan pengalaman kerja di industri kini tidak lagi harus bergantung pada keberadaan mahasiswa di lokasi perusahaan. Telkomsel menghadirkan Virtual Internship (Virtuship) yang memungkinkan mahasiswa mengikuti program magang secara virtual dari kampus mana pun.
Program tersebut kini diperluas ke Indonesia Timur melalui kerja sama Telkomsel dengan Universitas Hasanuddin (Unhas). Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan dalam acara THRIVE Goes to Universitas Hasanuddin di Arsjad Rasjid Lecture Theater, Selasa (22/9/2026).
Virtuship dihadirkan sebagai salah satu solusi atas kebutuhan mahasiswa terhadap pengalaman profesional yang relevan, di tengah keterbatasan kesempatan magang di industri.
Baca: Telkomsel Gandeng SMAN 8 Makassar, Dukung Lahirnya Talenta Futsal Berprestasi Lewat by.U
Program ini merupakan kolaborasi Telkomsel dengan Kuncie dan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kerja yang lebih dekat dengan dunia profesional melalui pembelajaran secara virtual.
General Manager Healthcare and Education Account Management Telkomsel, S. Handoyo Hadi, mengatakan Virtuship dirancang agar akses mahasiswa terhadap pengalaman industri tidak bergantung pada kondisi maupun lokasi fisik.
“Virtuship berangkat dari kebutuhan mahasiswa untuk mendapatkan akses magang yang lebih terbuka, tidak bergantung pada kondisi maupun lokasi fisik mereka,” kata Handoyo.
Melalui program tersebut, mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar berbasis proyek dan use case nyata dari industri secara virtual.
Materi yang diberikan mencakup studi kasus, penugasan, dan proyek yang mengangkat beragam peran serta tantangan kerja dari berbagai fungsi di Telkomsel.
Menurut Handoyo, proses dalam Virtuship juga dirancang dengan standar yang sama seperti magang konvensional, mulai dari pembelajaran, evaluasi, hingga sertifikasi dari perusahaan mitra.
“Mahasiswa mendapat pengalaman belajar berbasis proyek dan use case nyata dari industri secara virtual, dengan standar proses yang sama seperti magang konvensional, mulai dari pembelajaran, evaluasi, hingga sertifikasi dari perusahaan mitra,” ujarnya.
Program magang tersebut dapat dipilih mahasiswa dalam periode waktu yang sesuai dengan kebutuhan. Beban pembelajarannya juga dirancang agar dapat dikonversikan dengan kredit semester sesuai ketentuan masing-masing universitas.
Setelah memenuhi persyaratan kelulusan magang, peserta akan memperoleh sertifikat. Peserta juga berkesempatan masuk ke dalam talent pool untuk peluang pengembangan karier berikutnya.
Handoyo menilai model tersebut menjadi salah satu cara baru untuk memperluas akses mahasiswa terhadap pengalaman industri.
“Kami melihat Virtuship sebagai breakthrough dalam menghadirkan cara baru bagi mahasiswa mendapatkan pengalaman industri, dan ingin terus memperluas model ini ke lebih banyak perguruan tinggi,” katanya.
Bagi Universitas Hasanuddin, kehadiran Virtuship memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengenal dunia industri sekaligus memahami perubahan pola kerja yang dipengaruhi perkembangan teknologi.
Direktur Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Suhasman, S.Hut., M.Si., mengatakan Virtuship memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berinteraksi dengan dunia industri secara lebih dekat.
“Virtuship memberi kesempatan mahasiswa untuk mengenal dunia industri lebih dekat, sekaligus melihat langsung bagaimana teknologi mengubah cara kerja,” ungkap Suhasman.
Melalui pengalaman belajar dan berinteraksi dengan Telkomsel, mahasiswa diharapkan dapat membangun kompetensi yang relevan dan lebih siap menghadapi dinamika dunia kerja.
Bergabungnya Universitas Hasanuddin dalam program tersebut sekaligus memperluas jangkauan Virtuship ke Indonesia Timur.
Telkomsel menyatakan akan terus memperluas program tersebut ke lebih banyak perguruan tinggi di Indonesia sebagai bagian dari komitmennya mendampingi generasi muda menemukan potensi dan mempersiapkan masa depan.
Informasi mengenai Virtuship tersedia melalui situs www.virtuship.id.



