Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Makassar

Unhas Siapkan 50 Titik di Makassar, Sampah Organik Diolah Jadi Maggot untuk Pakan Ayam Alope

Selasa, 29 September 2026 14:40
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
audiensi Fakultas Peternakan Unhas bersama Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Selasa (29/9/2026).

LUMINASIA.ID, MAKASSAR - Universitas Hasanuddin (Unhas) menyiapkan sedikitnya 50 titik percontohan di Kota Makassar untuk mengolah sampah organik menjadi maggot yang selanjutnya dimanfaatkan sebagai bahan pakan ayam Alope Unhas.

Program tersebut menjadi bagian dari kolaborasi Unhas dan Pemerintah Kota Makassar melalui Program Low Carbon Development Initiative-Innovation and Technology Fund (LCDI-ITF) yang mengintegrasikan pengelolaan sampah, budidaya maggot, hingga peternakan ayam Alope Unhas.

Rencana pengembangan 50 titik tersebut dibahas dalam audiensi Fakultas Peternakan Unhas bersama Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Selasa (29/9/2026).

Dekan Fakultas Peternakan Unhas, Prof. Dr. Syahdar Baba, mengatakan pengembangan titik percontohan akan diawali dengan asesmen untuk menentukan lokasi yang dinilai potensial.

"Minimal 50. Nanti kami asesmen. Kalau Pak Wali sudah memberikan titik-titiknya, kami akan asesmen. Dari hasil asesmen itu baru kita coba eksekusi," kata Syahdar.

Menurut Syahdar, pengelolaan sampah organik menjadi perhatian karena persoalan sampah masih menjadi salah satu masalah utama di Kota Makassar.

"Selama ini sampah itu masalah utama di Kota Makassar, apalagi yang organik. Maka kita butuh kolaborasi untuk pemilihan dan pengelolaan dengan baik," ujarnya.

Melalui konsep yang ditawarkan Unhas, sampah organik tidak hanya dikurangi volumenya, tetapi dimanfaatkan sebagai bahan untuk membudidayakan maggot.

Maggot tersebut kemudian diarahkan menjadi salah satu sumber protein untuk memenuhi kebutuhan pakan ayam Alope Unhas yang membutuhkan sumber protein tinggi.

"Jadi, kami punya model ekosistem yang kami coba bangun, bagaimana mengelola sampah ini diintegrasikan dengan faktor-faktor yang lainnya," kata Syahdar.

Dalam skema tersebut, Unhas akan mengambil peran mulai dari sisi hulu hingga hilir pengelolaan maggot.

Pada bagian hulu, Unhas menyiapkan maggot atau bibit maggot yang kemudian dibesarkan oleh kelompok-kelompok masyarakat yang dibina Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Setelah maggot dibesarkan, Unhas akan mengambil dan mengolah hasil budidaya tersebut hingga menjadi bahan pakan.

Unhas juga akan membantu memastikan aspek pemasaran sehingga hasil budidaya maggot dari kelompok masyarakat memiliki jalur pemanfaatan dan pasar yang jelas.

"Kami menawarkan Pak Wali bagaimana kalau ini dibikin ekosistemnya. Unhas menyiapkan pengolahannya, pengelolaan dan pemasaran maggotnya, pengolahannya sampai menjadi pakan, dan juga menyiapkan baby maggot," jelasnya.

Dengan skema tersebut, masyarakat yang terlibat tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai budidaya maggot, tetapi juga memperoleh kepastian pasokan bibit dan pemanfaatan hasil budidayanya.

Syahdar mengatakan pola tersebut diperlukan agar masyarakat tidak mengalami hambatan ketika mengembangkan budidaya maggot, terutama terkait ketersediaan bibit dan pasar.

"Jangan orang bikin maggot semua, ternyata tidak ada yang beli. Pas mau dilanjutkan, tidak ada lagi tersedia bibitnya dan segala macam," ungkapnya.

"Kami karena Unhas punya fungsi pendidikan dan segala macam, maka kami masuk di hulu dan hilirnya," lanjutnya.

Menurut Syahdar, konsep yang dikembangkan bersama Pemkot Makassar memiliki pendekatan berbeda dengan sejumlah model pengembangan maggot yang telah diterapkan di daerah lain.

Dia menyebut sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Jawa Barat, telah mengembangkan pengolahan maggot, tetapi konsep yang ditawarkan Unhas diarahkan untuk terintegrasi dengan sektor peternakan.

"Kalau di Indonesia ada dikembangkan teman-teman di Jawa Barat, tapi tidak seperti model kemitraan ini," terangnya.

"Kalau kita sudah terintegrasi dengan peternakan. Jadi tidak perlu lagi kita berpikir ke mana-mana, yang penting efisien, masuk menjadi pakan," tambah akademisi Unhas itu.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyatakan mendukung penuh kolaborasi tersebut karena pengelolaan sampah dapat dikembangkan menjadi bagian dari ekosistem produktif.

Menurut Appi, program tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi beban sampah organik yang masuk ke sistem pengelolaan sampah kota, tetapi juga membangun rantai ekonomi baru yang menghubungkan pengolahan sampah, budidaya maggot, hingga penyediaan pakan ternak.

"Melalui pola ini, pengelolaan sampah tidak berhenti pada proses pengurangan volume sampah, tetapi dikembangkan menjadi bagian dari ekosistem produktif yang melibatkan masyarakat, pemerintah, perguruan tinggi, dan sektor peternakan," singkat Appi.

Tags: Universitas Hasanuddin Munafri Arifuddin Pemkot Makassar

Baca Juga

DPRD Makassar Dorong Taman Kota Lebih Terawat, Usul UPTD Khusus
DPRD Makassar Dorong Taman Kota Lebih Terawat, Usul UPTD Khusus
Pemkot Makassar Tegaskan Perubahan APBD 2026 Harus Berdampak ke Masyarakat
Pemkot Makassar Tegaskan Perubahan APBD 2026 Harus Berdampak ke Masyarakat
BPKAD Makassar Hadiri Penandatanganan Nota Kesepakatan Perubahan KUA dan PPAS 2026
BPKAD Makassar Hadiri Penandatanganan Nota Kesepakatan Perubahan KUA dan PPAS 2026
BPKAD Makassar Ikuti Pembahasan Perubahan KUA dan PPAS 2026 Bersama Banggar DPRD
BPKAD Makassar Ikuti Pembahasan Perubahan KUA dan PPAS 2026 Bersama Banggar DPRD
Fraksi PKS DPRD Makassar Apresiasi Kinerja Munafri Arifuddin, Ekonomi Tumbuh 7,04 Persen
Fraksi PKS DPRD Makassar Apresiasi Kinerja Munafri Arifuddin, Ekonomi Tumbuh 7,04 Persen
Digitalisasi Layanan Makin Ngebut, Makassar Raih Predikat Kota TP2DD Terbaik 2026
Digitalisasi Layanan Makin Ngebut, Makassar Raih Predikat Kota TP2DD Terbaik 2026

Populer

  • 1
    LENGKAP! Jalannya Pertandingan Zion Vs Rajawali, Antar Zion Jadi Threepeat DBL South Sulawesi
  • 2
    Resmi Jadi Kader PSI, Jokowi Tunjukkan KTA dan Minta Kader Tak Ragu Hadapi Pemilu 2029
  • 3
    Dari Hutan Desa Nuha ke Tangan Gen Z, Anyaman Teduhu Selamat dari Kepunahan
  • 4
    Pelindo Jasa Maritim Evaluasi Layanan Pemanduan dan Penundaan Kapal di Perairan Bontang
  • 5
    OJK Dorong Satu Pintu Pelaporan untuk Perangi Penipuan Digital

Ekonomi

  • Bukit Baruga Pertahankan RTH sebagai Ruang Aktivitas Warga di Kawasan Hunian
    Bukit Baruga Pertahankan RTH sebagai Ruang Aktivitas Warga di Kawasan Hunian
  • VIRAL Haji Isam Bakal Ambil Alih  BCA, Ini Kata Manajemen Bank Central Asia
    VIRAL Haji Isam Bakal Ambil Alih BCA, Ini Kata Manajemen Bank Central Asia
  • Asmo Sulsel Kenalkan Layanan Group Customer hingga Service Kunjung di KIMA
    Asmo Sulsel Kenalkan Layanan Group Customer hingga Service Kunjung di KIMA

Peristiwa

  • Resmi Jadi Kader PSI, Jokowi Tunjukkan KTA dan Minta Kader Tak Ragu Hadapi Pemilu 2029
    Resmi Jadi Kader PSI, Jokowi Tunjukkan KTA dan Minta Kader Tak Ragu Hadapi Pemilu 2029
  • Kortastipidkor Polri Tetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Korupsi Persetujuan Bangunan Gedung
    Kortastipidkor Polri Tetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Korupsi Persetujuan Bangunan Gedung
  • Cuaca Besok di Sulsel 19 September 2026, BMKG Peringatkan Angin Kencang
    Cuaca Besok di Sulsel 19 September 2026, BMKG Peringatkan Angin Kencang
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID