LUMINASIA.ID, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai sektor jasa keuangan nasional tetap berada dalam kondisi stabil dan tangguh pada Oktober 2026, meskipun perekonomian global masih dibayangi ketidakpastian akibat konflik geopolitik, tekanan inflasi, serta ekspektasi suku bunga tinggi yang diproyeksikan bertahan hingga 2027.
Penilaian tersebut disampaikan OJK dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan Oktober 2026 yang digelar Kamis (5/11/2026), berdasarkan hasil rapat yang berlangsung pada 28 Oktober 2026.
Plt. Kepala Departemen Surveillance dan Kebijakan SJK Terintegrasi OJK, Wahyu Budi Satriyo, mengungkapkan keterbatasan ruang fiskal di sejumlah negara maju, khususnya Eropa, telah memicu gejolak sosial akibat penurunan daya beli masyarakat yang terdampak inflasi.
Di tengah situasi tersebut, kondisi domestik Indonesia menunjukkan sejumlah indikator positif. Pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan III-2026 tercatat sebesar 5,47 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), dengan seluruh lapangan usaha mencatatkan pertumbuhan positif.
Aktivitas manufaktur dalam negeri juga mengalami penguatan, tercermin dari Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Oktober 2026 yang naik ke level 54, tertinggi sejak Maret 2024.
OJK turut mencatat surplus neraca perdagangan dan solidnya penjualan kendaraan bermotor yang didorong tingginya minat pasar terhadap mobil listrik.
Meski demikian, konsumsi rumah tangga menunjukkan pergeseran ke arah yang lebih konservatif dengan prioritas pada pemenuhan kebutuhan pokok.




